Mohon tunggu...
Hend.Setya
Hend.Setya Mohon Tunggu... Penulis Newbie

Novel AL terbit setiap hari Jumat || Contact Penulis : hsetiawan.id@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Novel

Bab 11 | Pertemuan Para Tetua (2)

26 Oktober 2018   17:37 Diperbarui: 26 Oktober 2018   19:08 0 0 0 Mohon Tunggu...

Jam dinding berukuran besar, samar-samar menunjukkan waktu tengah malam. Namun, pertemuan ini belum selesai sebagaimana biasanya.

"Sebentar. Maksudmu Katia adalah bagian dari mereka?" Kapitan terkejut mendengar pertanyaan dari Levantine.

"Ya. Katia adalah keturunan langsung dari bangsa Wizzie si penyihir." Tegas Levantine.

"Kita tidak dapat memilih dari rahim siapa dilahirkan, Kapitan." Seki ikut serta menambahkan. Menurutnya, bukan menjadi esensi penting saat ini mempermasalahkan asal muasal Katia.

"Tapi para penyihir yang memulai perang!"

"Kita sepakat bahwa bangsa penyihir yang memulai semuanya. Tapi, tidak semua penyihir seperti yang kau pikirkan, Kapitan." Terang Seki.

"Biarkan Kapitan mengutarakan kekesalannya, Seki. Aku paham banyak sekali dari penduduk Cheduge membenci bangsa penyihir." Katia sekilas menundukkan kepalanya.

Kapitan jelas sekali kesal dengan para penyihir. Banyak dari teman profesi dokter dibunuh saat perang suci terdahulu dengan tuduhan condong kepada klan AL. Akibatnya, penempatan para dokter menjadi tidak merata di semua nagari yang disinyalir menjadi kantung klan AL hidup dan menetap.

Setali tiga uang dengan Kapitan, penduduk Cheduge merasa kesulitan untuk menerima Katia pada awalnya. Pernikahan Katia dengan Zola dianggap cacat secara adat. Namun dengan gigihnya Zola memperjuangkan cinta, lambat laun masa lalu Katia mulai dilupakan penduduk Cheduge.

 "Katia. Apa yang kau tahu soal batu Assion." Kembali Levantine mengingatkan pertanyaan yang ia ajukan sebelumnya.

"Tidak banyak yang aku tahu."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x