.hend
.hend Penulis novel Animal-Linked (AL)

Novel AL terbit setiap hari Jumat || Contact Penulis : hsetiawan.id@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Novel

Bab 10 | Keluarga Penjual Balon Udara

12 Oktober 2018   16:57 Diperbarui: 12 Oktober 2018   17:24 655 0 0

"Ibu. Apakah kau di rumah?" Tepat ke-8 kalinya Saga bertanya dengan kalimat yang sama. Sebagian jumlah pertanyaan awal Saga habiskan untuk meminta ijin lewat pintu biasa ia masuk.

Berbeda dengan kebanyakan keluarga di Cheduge yang tinggal bersama dalam 1 atap. Keluarga Zola memisahkan anak mereka dari rumah utama sejak memasuki usia sekolah. Akses masuk untuk Odric dan Saga pun menjadi semakin terbatas. Mereka hanya diijinkan masuk rumah utama sebatas area dapur saja.

Kini Saga menggeser kakinya ke kanan dari arah pintu utama. Mencoba mengamati kondisi didalam rumah lewat kaca jendela. Meski tanpa penerangan, cahaya dari bulan purnama masih cukup membantu mata bekerja efektif.

"Ibu sepertinya tidak ada." Asumsi Saga sementara karena jelas sekali tidak ada respon dari dalam rumah. Tidak biasanya Katia tidak menyahut ijin Saga, terlebih ini sudah --jam makan-- masuk waktu malam, sudah seharusnya Katia pulang.

Sedikit cungkilan di bagian engsel jendela sebagai teknik dasar. Kedua tangan Saga kini mantap memegang celah bawah jendela.

"Kukk..Kukk..."

"Aku melakukannya karena lapar, teman" Saga menjawab suara protes dari Giga. Hal yang tampak biasa saja di Cheduge namun bisa dikatakan absurd saat para master AL mampu berbicara dengan binatang miliknya.

Sudah sangat lama, kaki Saga tidak merasakan lantai rumah utama. Plester semen setengah kasar hampir merata sepanjang interior rumah. Mungkin yang menjadi menarik adalah kebiasaan Katia untuk mengepel lantai menggunakan ampas kelapa untuk menciptakan efek mengkilap.

"Aku mohon bantuanmu, Giga" Pinta Saga kepada Giga.

"Kukk..Kukk..."

"Ayolah. Pertemanan kita cukup sampai di sini. Jika kau pun sama ketakutan bertemu Erior hanya karena cahaya."

Perlahan tanduk Giga berpendar cahaya biru hasil dari bioluminesensi alami didalam tubuhnya. Kemampuan khusus ini, Saga baru temukan beberapa tahun belakangan. Saat itu, Saga dan Giga terjebak hujan besar dan terpaksa meneduh sementara di gua kecil dekat Bladen Port.

"Aku hanya bercanda, teman. Bagiku rasanya tidak masuk akal ketika para Erior yang luar biasa, takut hanya dengan cahaya."

Maksud hati ingin langsung saja menuju dapur. Menuntaskan keinginan perut yang mulai terasa lapar. Namun mata Saga lagi-lagi kehilangan fokus. 2 bola matanya tertarik untuk melihat rak buku yang tersusun rapi mirip cabang pohon. Harapan Saga, barangkali ia bisa menemukan petunjuk yang menghubungkan Catalog of Ideas milik Zola dengan buku-buku yang ada.

1 bundel buku besar berwarna merah maroon diletakkan sedikit tidak presisi di kanan bawah ujung cabang. Mencolok dari sisi warna, akses tangan yang cenderung memudahkan dan terkesan lebih bersih diantara deretan buku lainnya. Indikasi Katia sering membuka, menutup dan menjaga buku besar ini.

"Keluarga Penjual Balon Udara" Tertera label tepat di tengah buku. Saga tersenyum.

"Ayah yang konyol. Entah mengapa ibu menikah dengannya."

Sering kali Saga mendapatkan cerita dari para tetua nagari. Bagaimana dulu ayahnya selalu sukses menemukan cara yang membuat penduduk nagari tertawa.

Dibukanya perlahan buku merah tersebut. Alih-alih sebuah buku, ternyata ini adalah kumpulan foto keluarga. Halaman awal memperlihatkan 2 anak kecil yang sedang tertidur dengan sudut foto dari atas. Pose Odric dan Saga di setting layaknya 2 tarzan mini, lengkap dengan dress code dan atribut berupa tali.

Halaman selanjutnya hanya berisi Zola dan Katia. Jelas bukan foto pasca wedding. Raut muka Katia menampilkan kekecewaan yang sangat. Dress panjang katia terkena lumpur, tapi Zola yang mengenakan setelan jas cuek saja tersenyum sumringah. Foto diambil di kebun. Masih tampak sisa air hujan di beberapa daun teh. Mungkin Katia tergelincir saat sesi foto tersebut diadakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2