Hiburan

Dua Raksasa Hiburan Malam Rebutan Tahta

20 Februari 2016   01:21 Diperbarui: 14 Januari 2017   22:33 33937 14 16
Dua Raksasa Hiburan Malam Rebutan Tahta
Sumber: touristlink.com

Menurut pembahasan pada artikel “Penguasa-penguasa Hiburan Malam Jakarta”, fenomena wacana penggusuran Alexis cukup menarik perhatian saya. Jika saya analisa dari data penguasa klub malam Jakarta, saya sependapat dengan TS, yang merajai dunia hiburan malam adalah Group Malio dan Group Alexis.

Dilihat dari banyaknya tempat hiburan malam yang dimiliki, Malio Group sedikit lebih unggul ketimbang kompetitornya, Alexis Group. Meskipun baru-baru ini muncul pemain baru yang tiba-tiba melejit meramaikan perebutan tampuk kejayaan kuasai hiburan malam, Ismaya Group. Namun jika kita jeli mengamati pemilik-pemilik dari group-group tersebut, Ismaya Dan Alexis memiliki kedekatan.

Siapa sangka Rudi Wijdjaja juga terdaftar sebagai salah satu pemilik dari Alexis Group. Alex Tirta yang selama ini kita ketahui sebagai pemilik Alexis Group tidak sendirian mengelola.

Jika bicara soal Alexis, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas pula Malio Group. Kedua Group ini sudah lama merajai dunia hiburan malam, persaingan keduanya sangat menarik untuk diikuti. Apalgi saat ini sedang ramai wacana penutupan Alexis Hotel milik Alexis Group.

Kecurigaan saya adalah latarbelakang wacana penutupan Alexis Hotel adalah upaya balas dendam dari group Malioboro yang merasa sakit hati, mengingat ikon club terbesar miliknya ditutup oleh pemerintah beberapa tahun silam.

Penutupan Stadium Club oleh Ahok dua tahun lalu ini ditengarai sebagai langkah strategis lawan bisnis dari Group Malio (Pemilik Club Stadium) untuk menjatuhkan Stadium.

Sebagaimana kita ketahui bersama persaingan bisnis dunia malam di Jakarta dikuasai oleh dua group raksasa, Group Malio dan Group Alexis. Berikut saya lampirkan tempat-tempat hiburan malam apa saja yang tergabung dalam kedua group tersebut.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Malio Group lewat Stadium Club merajai dunia hiburan malam di Jakarta dan bahkan menyandang title sebagai klub malam terbaik habis masa kejayaan oleh tangan besi Ahok pada pertengahan 2014. Pasca ditutupnya Stadium oleh Ahok, rejim kekuasaan dunia malam di Jakarta jatuh ke tangan Alexis Group (pesaingnya). Lewat Alexis Hotel, Alexis Group menjelma menjadi raja baru dunia hiburan malam Di Jakarta bahkan dikenal hingga dunia internasional. Menyamai pencapaian pesaingnya dahulu, Stadium.

Dua tahun merajai dunia hiburan malam, Alexis Group menghadapi persoalan yang hampir sama dengan Stadium. Saat ini Alexis Club terancam akan ditutup juga.

Aroma persaingan bisnis kedua group ini sungguh tercium. Jika kejatuhan Stadium di awal kemudian Alexis Hotel melejit menjadi raja dunia malam, sekarang giliran Alexis, sang raja dunia malam hendak dijatuhkan dari tahtanya.

Malio Group dengan money power yang didapat semasa Stadium menduduki tahta raja hiburan malam tentu akan merasa sakit jika tahta tersebut direbut oleh pesaing. Maka, jika saya sebagai pemilik Malio Group tentu tidak akan terima jika singgasana yang selama ini sudah saya duduki direbut dengan cara tidak elegan.

Bagaimana pun caranya, tahta harus direbut kembali. Saat ini adalah momentum tepat, dipicu dari rebut-ribut penggusuran Kalijodo, Alexis yang juga kental dengan aroma prostitusi sedang dalam kondisi rentan. Oleh sebab itu, jika ingin menjatuhkan pesaing dari tahtanya, saat ini adalah waktu yang tepat.

Logikanya adalah, Group Alexis = Raja, Group Malio = Nomor 2. Maka jika ikon group Alexis ditutup, maka si nomor dua lah yang akan menjelma menjadi raja baru, Group Malio akan kembali menduduki singgasana penguasa dunia hiburan malam sekali lagi.