Mohon tunggu...
Helena Savira
Helena Savira Mohon Tunggu... Pegawai BUMN

Lahir di Medan, 22 Desember 1992

Selanjutnya

Tutup

Film

Pria Pecinta Drama Korea, Kenapa Enggak?

4 Maret 2021   20:35 Diperbarui: 5 Maret 2021   00:23 53 0 0 Mohon Tunggu...

Fenomena Korean Wave atau demam Korea banyak menyita perhatian masyarakat di Indonesia.  Awal mula dari Korean Waves terjadi ketika pemerintah Korea Selatan mulai menargetkan untuk melakukan ekspor pop kultur mereka sebagai kekuatan baru bagi perekonomian negara tersebut. Pemerintahnya menyadari bahwa Korea Selatan memiliki sumber daya alam yang sangat terbatas bahkan dalam hal manufaktur tidak dapat bersaing dengan negara tetangga (China). Melalui beragam pendapat dari para ahli perdagangan bahwa Korea Selatan harus memulai memfokuskan kepada pop kultur. Maka pemerintah Korea tidak berhenti untuk terus mengembangkan ekspor pop kultur mereka sejak 1997. Korea Selatan dianggap sukses dan berhasil melakukan globalisasi dunia termasuk globalisasi media, yakni melalui industri musik dan film yang memiliki peminat dan antusias tinggi dan merubah pandangan dunia secara radikal terhadap Korea.

Sebagai contoh Korean Wave atau demam Korea ialah dalam industri film yakni drama Korea yang berupa miniseri dan ditampilkan dengan menggunakan bahasa Korea. Antusiasme masyarakat terhadap drama Korea ini tidak mengenal usia maupun gender, termasuk suami saya yang saat ini tidak ketinggalan dengan drama Korea setiap malamnya.
Banyak yang tahu bahwa drama Korea ini hanya diminati oleh para ibu-ibu maupun remaja perempuan saja, namun siapa sangka banyak juga pria yang tidak pernah ketinggalan setiap episode drama Korea tersebut termasuk suami saya.

Bagi saya pribadi, hal tersebut tidak mengganggu saya sama sekali. Apalagi jika dikaitkan dengan kata "tidak matcho".
Saya justru merasa senang dan bahkan banyak keuntungan-keuntungan yang saya dapatkan saat suami saya menonton drama Korea. Adapun beberapa keuntungan tersebut ialah :

  • Suami saya lebih peka dan lebih romantis terhadap sesuatu hal karena ia terpengaruh oleh adegan-adegan romantis yang ditampilkan oleh drama Korea tersebut.
  • Saya merasa bangga dan senang ketika berkumpul dengan teman-teman saya, dan bercerita tentang drama Korea, suami saya bisa ikut bercerita dan menunjukkan rasa antusiasnya terhadap adegan dalam film Korea tersebut, baik adegan pertengkaran, adegan romantis dan lain sebagainya.
  • Style dalam berpakaian bisa menjadi referensi suami saya dimana style tersebut ditiru dari aktor-aktor dalam film. Seperti yang kita lihat, para aktor Korea selalu tampil stylish dan terlihat tampan di setiap adegannya.
  • Suami saya lebih humoris saat ia menirukan bahasa-bahasa Korea dan memancing tawa saya terutama ketika mood saya sedang tidak baik.
  • Banyak pelajaran yang bisa diambil dari Drama Korea, bagaimana menghadapi permasalahan dengan pasangan, terutama bagi seseorang yang sudah berumah tangga.

Beberapa keuntungan di atas merupakan sedikit contoh yang dapat diambil dari dampak positif menonton Drama Korea. Bagi saya pribadi, jika pasangan saya terlihat larut dalam menonton drama Korea bahkan hingga mengeluarkan airmata, itu sah-sah saja. Tidak ada salahnya apalagi jika Drama Korea dikaitkan dengan gender. Jika kamu pria yang gemar menonton Drama Korea, kamu tidak sendirian, dan jangan malu apalagi berkecil hati, kamu memiliki teman seperjuangan yakni suami saya. Dan saya bangga dengan suami saya yang mau menemani menonton drama Korea hingga larut malam. Coba ajak pasangan kamu nonton Drama Korea, pasti ketagihan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x