Ekonomi

Perilaku Risywah

11 Oktober 2017   01:10 Diperbarui: 11 Oktober 2017   01:20 272 0 0

                                                                                              Assalamualaikum warahmatulahiwabarakatuh

Salam hormat saya kepada bapak fauz 

Salam hormat saya kepada teman-teman

Saya akan memberi pandangan kepada teman-teman, bersakutan tentang ekonomi yang berjudul Risywah

Pengertian Risywah/ suap

Dalam islam kata Risywah menurut bahasa dalam kamus al-misbahul Munir dan kitapmuhalla Ibnu Hazm yaitu "Pemberian yang di berikan seseorang kepada hakim atau lainnya untuk memenangkan perkaranya dengan cara yang tidak di benarkan atau untuk mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan kehendaknya" Atau pengertian lain "Pemberian yang diberikan kepada seseorang agar mendapatkan kepentingan tertentu"

Maka Risywah adalah jika mengandung unsur pemberian atau athiyah, ada niat untuk menarik simpati orang lain atau istimalah, serta bertujuan untuk membatalkan yang benar , merialisasikan kebathilan, mencari keberpehakkan yang tidak dibenarkan mendapat kepentingan yang bukan menjadi haknya dan memenangkan perkaranya.


Risywah / SuapMenurut islam

1.Risywah yang diharamkam 

Dalam  hukum islam, berdasarkan beberapa nash Al-Qur'an dan sabda Rasulullah mengisyaratkan dan menegaskan bahwa risywah adalah suatu yang diharamkan di dalam syari'at, dan termasuk dosa besar. Ada bebrapa dalil yang mendasarinya yaitu:

Firman allah surah  Al-maedah ayat 42 

Artinya : Mereka adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram

Hadits Rasulullah dari abdullah bin umar yang diriwayatkan oleh Al-khamsah dan dishohihkan At-Tirmizi.

Artinya: Rasulullah SWA melaknat bagi penyuap dan  yang menerima suap.

Dari penjelasan yang di atas bahwa suap adalah perkara yang diharamkan oleh islam, baik memberi suap atau menerima suap.

2.risywah yang dibolehkan

Pada dasar risywah atau suap itu adalah hukumnya haram, tetapi dalam hal tertentu ada risywah/suap yang di bolehkan. Seperti manyoritas ulama memperbolehkan penyuapan yang di lakukan oleh seseorang untuk mendapatkan haknya, karena dia dalam kondisi  yang benar dan mencegah kezholiman terhadap orang lain. Dalam hal seperti ini, dosanya tetap di tanggung oleh orang yang menerima suap.

Lalu bagai mana pemberian hadiah atau hibah tersebut di berikan kepada oleh seseorang kepada pejabat atau penguasa atau hakim?

Iman bukhari  meriwayatkan hadits dari  Abu Humaid As-Saidi  yang masyhur istilah hadits Ibnu Utbiyah yang pada pokoknya menyatakan risywah  hukumnya tetap haram walaupun menggunakan istilah hadiah , hibah atau kata tanda terima kasih dan lain-lain. Oleh karena itu, setiap perolehan apa saja diluar gaji dan dana resmi atau legal yang terkait dengan jabatan atau tanda terima kasih . Dalam konteks dan perspektif syari'at Islam hal seperti itu bukan merupakan hadiah ,melaikan di katagorikan "Risywah" yaitu suap sebagainya.

Seorang muslim yang baik dan lebih-lebih sebagai pemangku jabatan hakim, harus berusahalah untuk menjauhkan diri dari harta yang haram, tidak menerima dan tidak memakannya.Jika terpaksa atau telah menerimanya , maka hendaklah harta tersebut tidak di gunakan untuk pribadi dan keluarganya ,khususnya terkait dengan kebutuhan makanan. Namun hendak harta tersebut dipergunakan untuk keperluan sosial dan kepentingan sarana umum, seperti jalan raya,jembatan dal lain-lainnya.

Para ulama berpendapat bahwa segala sesuatu yang di hasilkan dengan cara yang tidak halal seperti risywah , maka harus dikembalikan kepada pemiliknya  di ketahui, atau kepada ahli warisnya jika pemiliknya sudah meninggal dunia.  Apabila pemiliknya tidak di ketahui, maka harus di kembalikan kepada baitu maal, atau di kembalikan kepada negara jika uang itu milik negara dalam hal ini adalah uang rakyat,atau digunakan untuk keperluan umum.

Penutup

demikian penjelasan yang terkait dengan Risywah/suap, saya jugak mengingat diri saya sendiri jugak kepada teman-teman untuk menjauhhi perbuatan yang di haramkan oleh islam,sebelum saya mengakhiri,jka ada kesalan dari saya mohon jujurlah air kemaafan kepada saya.

Waalaikumusalam warahmatulahiwabarakatuh