Mohon tunggu...
Darwanto
Darwanto Mohon Tunggu... Pria manula, purnabakti PNS

Mencari, membagi, mensyukuri...

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Kasus Positif Meningkat, Status Darurat di Jepang Diperpanjang

1 Mei 2020   22:26 Diperbarui: 1 Mei 2020   22:45 19 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kasus Positif Meningkat, Status Darurat di Jepang Diperpanjang
Credit: AP Photo/Eugene Hoshiko

PM Shinzo Abe akhirnya memutuskan untuk memperpanjang status darurat negara pada Jumat 1/5/2020 sore. Keputusan itu ditetapkan setelah mendengar saran dari panel ahli yang dibentuk pemerintah.

Kebetulan juga statistik terbaru pandemi Covid-19 menunjukkan peningkatan jumlah kasus infeksi di metropolitan Tokyo menjadi 165 orang pada 30/4/2020. Padahal beberapa hari sebelumnya, jumlah kasus penderita virus korona sudah kurang dari 50 orang.

Dalam pernyataannya, PM Abe menugaskan menteri yang ditunjuk memimpin penanganan pandemi untuk memerinci ketentuan dalam darurat negara yang diperpanjang untuk selama satu bulan terhitung mulai 7/5/2020.

***

Dalam ketentuan darurat negara sebelumnya, para gubernur diberi mandat untuk membuat peraturan daerah sendiri, antara lain menutup pusat perbelanjaan, gedung pertunjukan, hotel, sasana olahraga, museum, perpustakaan, dsb.

Para gubernur juga berwenang memerintahkan penyitaan bahan pokok termasuk obat-obatan. Selain itu, para gubernur dapat menggunakan properti milik perorangan/perusahaan untuk menyimpan fasilitas medis temporer tanpa harus meminta izin pemilik properti terlebih dahulu.

PM Abe sebelumnya telah meminta para gubernur untuk berusaha menurunkan kontak orang per orang sampai 80%. Untuk itu, para pengusaha diminta untuk mengurangi jumlah karyawan yang bekerja sebanyak 70%. Jika target ini bisa dicapai maka diyakini infeksi virus korona akan menurun.

Pada kenyataannya, target itu belum tercapai. Di Shinjuku, Tokyo, lalu lintas pejalan kaki menurun cukup besar, yaitu 70,8% pada 28/4/2020 yang lalu menurut operator seluler NTT Docomo. Namun di kota yang jauh dari Tokyo seperti kawasan Tenjin, Fukuoka, penurunan trafik orang hanya sebesar 58,9%.
 
Tidak tercapainya target itu terkait dengan angkutan umum yang berjalan seperti biasa, tidak ada pembatasan seperti di negara-negara lain yang menerapkan lockdown.

Pada masa darurat berikutnya, para gubernur mungkin akan diminta untuk membuat peraturan daerah yang lebih tegas, seperti melarang orang untuk keluar rumah, mengharuskan pengusaha untuk menghentikan kegiatannya, dan bisa mempublikasikan nama-nama perusahaan yang tetap beroperasi.

***

Musim bunga sakura pada awal April lalu dinikmati masyarakat Jepang dengan hanya melihatnya dari jendela apartemen atau gedung perkantoran. Tidak banyak terlihat orang-orang berpiknik di bawah pohon sakura yang bunganya indah bermekaran, seperti yang setiap tahun dilakukan.

Liburan panjang Golden Week sekarang ini, yang seperti hari Lebaran di Indonesia, juga harus dilalui masyarakat Jepang dengan beraktivitas di kediaman masing-masing.

Di negara-negara lain, hal yang sama juga terjadi. Di sebagian negara sudah terjadi, dan di sebagian negara lain baru akan memulai.

Pengorbanan itu mudah-mudahan membawa pemahaman baru bahwa bangsa-bangsa di bumi yang satu ini perlu bahu membahu untuk bersama-sama menjaga kesehatan manusia, masyarakat, negara dan bumi, dari bencana seperti pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan banyak hal. Jika bersama, pasti bisa. <>

Herry Darwanto, 1/5/2020

Credit: AP Photo/Eugene Hoshiko

VIDEO PILIHAN