Mohon tunggu...
Hayyun Nur
Hayyun Nur Mohon Tunggu... Penulis dan Pemerhati Sosial

Seorang penulis frelance, peminat buka dan kajian-kajian filsafat, agama, dan budaya

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Mengapa Manusia Bertuhan: Siapa Itu Tuhan? (1)

11 September 2019   12:52 Diperbarui: 11 September 2019   13:30 0 2 1 Mohon Tunggu...

MENGAPA MANUSIA BERTUHAN

-Siapa Itu Tuhan?- (1)

Ini pertanyaan eksistensial. Mempertanyakan hakikat dan eksistensi tentang jati diri Tuhan. Satu pertanyaan eksistensial ini, lalu melahirkan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Tentang Tuhan dan jati diriNya. Tidak saja pertanyaan eksistensial. Tapi juga pertanyaan fungsional.

Benarkah Tuhan Ada? Bila benar ada di mana Dia bersemayam? Bagaimana proses meng-ada-nya. Bagaimana membuktikan keberadaannya? Rentetan pertanyaan ini, berkenaan dengan  eksistensi dan jadi diri Tuhan.

Tak berhenti di situ saja. Pertanyaan akan terus berkembang. Mempertanyakan tentang fungsi Tuhan di alam semesta. Dalam rentang mikro dan makro kosmos yang hampir tak terhingga.

Benarkah Tuhan pencipta alam semesta? Bagaimana cara Tuhan menciptakan alam semeta? Bagaimana membuktikan peranan Tuhan dalam penciptaan alam semesta? Bagaimana Tuhan Memfungsikan mekanisme kekuasaannya terhadap alam semesta? Sejauh mana peranan Tuhan dalam mengatur alam semesta? Juga menentukan arah peradaban manusia? Dan mengapa manusia harus bertuhan?

Begitu panjang daftar pertanyaan fungsional tentang Tuhan dapat diajukan.
 
Pencarian jawaban untuk semua pertanyaan itu, memiliki sejarah panjang. Sepanjang sejarah peradaban manusia. Bahkan telah dimulai sejak manusia belum mengenal peradaban. Dari sejak zaman kapak, kata Karen Armstrong.

Untuk membahas itu, Armstrong sampai-sampai merasa perlu menulis sebuah buku. Khusus mengkaji sejarah pencarian manusia tentang Tuhan. Berjudul Sejarah Tuhan. Buku ini berkisah tentang sejarah panjang selama 4000 tahun pencarian Tuhan. Oleh tiga penganut agama samawi terbesar. Yahudi, Kristen, dan Islam.

Menurut Armstrong, gagasan tentang Tuhan, dimulai oleh paham monoteisme. Paham tentang keyakinan akan Tuhan yang Satu. Tuhan penyebab segala sesuatu. Tuhan Penguasa alam semesta.  Gagasan inilah pada  mulanya menjadi paham pertama lagi tertua. Tentang Tuhan. Yaitu Tuhan yang tak dapat dicitrakan dengan bentuk apapun. Tuhan yang khas dan unik. Tak ada sesuatupun yang bisa mewakili gambaran-Nya.

Monoteisme semacam inilah gagasan awal dan tertua yang pernah diciptakan manusia tentang Tuhan. Tapi oleh lapisan waktu sejarah, gagasan tentang Tuhan monoteistik ini, pelan-pelan memudar. Terkikis hilang.

Wilhem Schmidt, yang teorinya dikutip oleh Amstrong, secara lugas menyatakan itu. Melalui bukunya, The Origin of the Idea of God. Terbit tahun 1912.

Schmidt menulis, sebelum manusia mulai menyembah banyak dewa, telah ada suatu kepercayaan monoteisme primitif. Kepercayaan akan adanya satu Tuhan Tertinggi. Tuhan pencipta jagat semesta.  Tuhan yang menata segenap urusan manusia dari kejauhan.

Lalu oleh perjalanan waktu. Monoteisme primitif ini, pelan-pelan tergerus. Digantikan  oleh tuhan kuil-kuil pagan kuno. Tuhan yang mungkin nampak lebih menarik. Juga lebih fungsional ketimbang Tuhan Tertinggi itu.

Sejak lahirnya ide awal tentang eksistensi Tuhan itu, gagasan-gagasan tentang siapa itu Tuhan berikut keberadaannya, terus diciptakan  manusia. Berlangsung berabad-abad. Sejak belum eksisnya agama Samawi. Hingga di abad milenial ini. Era ketika agama-agama Samawi terus berupaya bertahan. 

Dari gempuran agama-agama baru yang canggih. Pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, tak pernah benar-benar selesai. Terus terjadi. Melibatkan utamanya tiga eksponen agama samawi terbesar itu. Yahudi, Kristen,  Islam, di satu sisi. Juga tak ketinggalan para pemuja ateisme, komunisme, sekularisme, dan filsafat-filsafat modern lainnya. Di sisi yang lain.

Setelah ditinggalkannya, paham monoteisme primitif pertama tadi, manusia lalu  menggantikannya dengan gagasan tentang tuhan-tuhan baru. Gagasan yang kemudian melulu lebih banyak didasarkan atau berpusat pada legenda dan mitologi.

Salah satu contoh warisan fosil mitologi pencarian Tuhan itu, dapat ditemukan jejaknya pada penamaan hari-hari dalam seminggu. Sebagiannya jejaknya masih terekam  dalam bahasa Inggris. Masih digunakan hingga kini. Seperti; Sunday (Hari Matahari), Moonday (Hari Rembulan, Saturday (Hari Saturnus).

Ada legenda dan mitologi dibalik nama-nama hari itu. Legenda dan mitologi terkait pencarian dan penyembahan tuhan/dewa.

Penamaan hari demikian, bersumber dari tradisi Yunani kuno. Berupa tradisi menyembah satu "tuhan" satu hari. Selama tujuh hari. Hari yang tujuh itu, diberi nama sesuai dengan nama tuhan yang disembah setiap harinya. Hari Matahari , Hari Rembulan, Hari Mars, Hari Merkurius, Hari Jupiter, Hari Venus, dan Hari Saturnus.



Bersambung ke Part 2



-Siapa Itu Tuhan (2)-

KONTEN MENARIK LAINNYA
x