Mohon tunggu...
Tuwi Haydie
Tuwi Haydie Mohon Tunggu...

Amatir yang terus belajar menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Politik

Aksi Berjilid dan Tuduhan Makar yang Juga Berjilid

3 April 2017   04:47 Diperbarui: 3 April 2017   08:13 765 12 11 Mohon Tunggu...

Dengan adanya penangkapan tokoh utama (kordinator) aksi 313 Saya teringat acara Indonesia lawyer Club (ILC) yang di mana saat itu di hadiri Menkominfo, Pejabat Polri, Komnas HAM, Para Ulama dan tokoh Nasional lainya, saat itu salah satu narasumber yang di hadirkan oleh Karni Ilyas mengatakan

Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya.”

Selanjutnya narasumber (Rocky Gerung) juga mengatakan "Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” dan pembuat Hoax terbaik adalah penguasa, karena mereka memiliki seluruh peralatan untuk berbohong, ada intelijen, data statistik, media dan sebagainya,"

Sah-sah saja jika Bung Rocky Gerung berpendapat seperti di atas, Rezim sedang panik. tapi apa benar Rezim sedang panik? jika Bung Rocky mengatakan tentang kepanikan Rezim, saya justru melihat seperti belum ada kekompakan di dalam lingkaran rezim kekuasaan. dan belum adanya sinkronisasi soal klasifikasi penertiban keamanan negara menjadikan masalah ini bisa terlihat dengan mencolok.

Pada soal penangkapan tokoh aktivis yang di tuduh "makar" sesi pertama (saya menyebut sesi pertama, karena benar menurut perkiraan saya, tindakan seperti ini masih akan berseri, dan terbukti analisa itu tepat dengan adanya penangkapan aktivis demo lagi). yang di tangkap pada sesi pertama adalah adalah Rahchmawati cs, penangkapan di lakukan sebelum aksi 212, ada yang di tangkap dini hari dan ada yang di tangkap menjelang pagi (Sri bintang). dan pada hari berikutnya menyusul di tetapkan tersangka aktivis lainya.

Dengan mudah kita bisa menduga dan menganalisa, bahwa aksi 313 yang di gagas Forum Umat Islam (FUI) tidak akan membuat tokoh Islam top untuk tertarik bergabung, nyatanya benar dan lagi-lagi soal ini sangat mudah di tebak, bukan tanpa alasan para tokoh Islam populer tidak ingin terlibat dalam aksi 313, satu hal yang sudah menjadi rahasia umum bahwa aksi tersebut akan menjadi ajang psy war untuk masyarakat. dalam soal ini saya mengapresiasi para tokoh Islam ternama yang sudah mengerti kondisi terkini dimana pasal makar sedang hangat-hangatnya di gunakan.

Sejak kembali di gunakanya pasal makar dengan gampang, kini kebanyakan tokoh nasional secara eksplisit "bersembunyi" dan mungkin benar pendapat mereka yang mengindikasikan "lebih baik mencari aman daripada mencari penyakit," sebaliknya beberapa penguasa mengatakan "lebih baik mencegah penyakit daripada mengobati." namun sebenarnya sejauh mana kita bisa mengidentifikasi jenis penyakit yang akan timbul atau karena apa ancaman penyakit itu timbul?

Prabowo mengatakan, Membela hak rakyat, membela keadilan, tidak bisa dikatakan makar dan selama sejarah manusia, tidak pernah ketidakadilan menang," jika kita melihat komentar Prabowo, maka sebenarnya memang ada ketidakadilan yang sedang berlangsung, dan Problematik klasiknya adalah, bagaimana jika pendapat-pendapat Rocky Gerung itu benar. Ray Rangkuti sendiri mengatakan "jangan karena sedikit di kritik makar, sedikit di kritik makar, yang sebelumnya saja tidak jelas kasusnya." (Rachmawati, Sri bintang Cs).

Yang membedakan makar dan kebebasan berpendapat itu,  pada desainnya apakah Itu dilakukan hanya untuk lontaran pendapat atau desain untuk memberhentikan presiden," "Menggulingkan pemerintah beda, menggulingkan pemerintah atau mengadukan presiden Jokowi ke DPR beda. Menggulingkan pemerintah yaitu pemerintah ingin digulingkan. Tapi kalau mengadukan kesalahan Jokowi agar dikoreksi DPR,  lalu diiampeach (pemakzulan) nggk ada masalah, kita pun sebagai warga negara boleh saja kita anggap Jokowi bersalah. Ini tolong luncurkan  hak menyatakan pendapat tapi nggak boleh dengan kekerasan, kalau dengan pemaksaan itu lain masalahnya, "Pakar Hukum Refly Harun.

Semua tokoh hukum di Indonesia termasuk Prof Mahfud MD, Refly Harun dan banyak lagi, mengatakan bahwa makar merupakan tuduhan serius dan luar biasa. dan ini bukan tuduhan main-main. karena makar merupakan tindak kejahatan terorganisir dan membahayakan negara, tapi sebaliknya apakah Pemerintah bisa membuktikan tuduhan-tuduhan fenomenal tersebut. jika yang pertama di tangkap dan di tersangkakan semacam Rahmawati. Sri bintang. Kivlan dan lainya saja belum di persidangkan.

Pengacara salah satu tersangka makar (Sri Bintang Pamungkas) Dahlan Zein mengatakan sudah mendaftarkan gugatan ke Mahkamah internasional sejak Februari lalu, Dahlia menambahkan "Saat ini siapa sih yang berpihak kepada kita. Kita tidak tahu, mana lawan, mana musuh, dan mana teman,"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN