Mohon tunggu...
Hauraa Dhiyaaulhaqq
Hauraa Dhiyaaulhaqq Mohon Tunggu... Mahasiswa Psikologi di Bandung

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk, semoga bermanfaat!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Antara Insecure, Media Sosial, dan Jati Diri

19 April 2021   14:03 Diperbarui: 19 April 2021   14:07 101 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Antara Insecure, Media Sosial, dan Jati Diri
Dokumentasi pribadi.

Setiap manusia memiliki ambisi besar terhadap kehidupannya, berharap jika hidupnya bisa selalu bahagia dan terbebas dari berbagai masalah. 

Memiliki kehidupan yang layak, karir yang menjanjikan, barang-barang mewah, bentuk tubuh yang memenuhi kriteria rupawan, rumah yang megah, uang yang berlimpah, dan masih banyak lagi poin-poin bentuk kebahagiaan yang dipercaya oleh banyak orang. 

Kebanyakan orang mengartikan bahwa kebahagiaan dapat diraih jika telah mendapatkan keberhasilan dalam bidang tertentu. Tentunya tak mudah untuk mendapatkan suatu keberhasilan, perlu usaha yang sangat besar dan perjuangan yang penuh rintangan. 

Meraih keberhasilan dirasa sangat sulit karena banyak gencatan dari orang di sekitar atau dari jejaring media sosial. 

Pada zaman yang semakin canggih ini, media sosial memegang kendali besar terhadap kehidupan seseorang. Tak jarang, seseorang mengabadikan cerita kehidupannya dan membagikannya pada jejaring media sosial miliknya.

Setiap orang berlomba-lomba untuk meperlihatkan sisi kebahagiaan hidupnya melalui jejaring media sosial. Mereka menuangkan isi hati dan pikiran melalui status pada akun media sosial. 

Saling memberi tanggapan satu sama lain memberikan kesenangan tersendiri. Kebanyakan orang merasakan hati yang hampa jika telah melewatkan pengabadian momen dan tidak mengunggahnya ke jejaring sosial media. 

Banyak sekali kelebihan yang didapatkan dari penggunaan media sosial seperti memperbanyak relasi pertemanan, membagikan momen istimewa, menceritakan sepenggal kisah kehidupan, dan lain-lain. Namun, dibalik kelebihannya, terdapat sisi gelap yang sangat menekan sebagian orang.

Setelah mengabadikan momen-momen indah pada akun media sosial, seringkali terdapat orang-orang yang merasa rendah diri karena merasa dirinya masih tidak dalam keadaan sukses seperti orang yang ia lihat di media sosial. 

Ia merasa dirinya tak berguna dan tidak mampu melakukan apa-apa. Kata “insecurity” seolah telah menjadi asupan sehari-hari pada setiap laman media sosial.

Hidup di lingkungan yang menekan orang-orang agar menunjukan eksistensinya pada jejaring sosial media, tak jarang jika ada orang yang merasa berkecil hati kepada orang lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN