Mohon tunggu...
H.Asrul Hoesein
H.Asrul Hoesein Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Founder PKPS di Indonesia | Founder Firma AH dan Partner | Jakarta | Pendiri Yayasan Kelola Sampah Indonesia - YAKSINDO | Surabaya. http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Bukan Anies, Justru Puan Antitesis Jokowi

16 Oktober 2022   08:13 Diperbarui: 16 Oktober 2022   08:17 1025
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Presiden Jokowi, Puan Maharani dan Anies Baswedan. Sumber: RMOL.Id

Selanjutnya dengan kata perubahan atau change, itu benar adanya Anies katakan sebagai klaim akan menjadi pemimpin perubahan, kalau tidak berubah apa yang ditonjolkan Anies untuk merebut hati pemilih?.

Lalu makna kata change dari Anies tersebut juga merupakan antitesis daripada calon lawannya, Prabowo Subianto. Itulah cara Anies untuk menghadapi Prabowo sebagai pembeda dan terserah pemilih mau dengan siapa.

Karena nyata Prabowo dengan tegas menyebut bahwa dirinya akan melanjutkan apa program Presiden Jokowi tanpa mengatakan change dan hanya sebut continuity artinya melanjutkan.

Sebenarnya Anies satu langkah di depan dalam strategi dibanding Prabowo, Anies menonjolkan perubahan, sementara Prabowo status quo.

Prabowo juga wajar tidak mengatakan change, karena masih berusaha ingin merebut hati dan dukungan dari Presiden Jokowi dan Megawati.

Jadi semua tidak ada yang salah antara Anies dan Prabowo, PDI-P saja kegerahan menyaksikan manuver teman koalisi pendukung Jokowi.

Sementara PDI-P sebenarnya dalam politik bisa disebut tersandera dengan mengabaikan Ganjar. Tidak seharusnya Megawati memperlakukan Ganjar dengan cara-cara yang terkesan benci, karena sama saja perlakukan hal yang sama pada Jokowi.

Kerena sesungguhnya Prabowo masih mencari celah untuk menaklukkan hati Megawati untuk mendorong Puan sebagai cawapres Prabowo.

Sebenarnya Megawati masih berpikir ada kemungkinan memasang Puan sebagai cawapres. Ini masih tarik ulur di tingkat rasa, belum terucap ke Prabowo dan Jokowi.

Anies dan NasDem berani sebut change atau perubahan, karena sudah nyata bersebelahan dengan Jokowi. 

Jadi itulah strategi NasDem untuk "menjual" Anies ke publik. Membuat lawan jadi stres, ahirnya bisa kacau balau. Karena lawan hilang konsentrasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun