Mohon tunggu...
H.Asrul Hoesein
H.Asrul Hoesein Mohon Tunggu... Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Inisiator PKPS di Indonesia | Founder Firma AH dan Partner | Jakarta | Pendiri Yayasan Kelola Sampah Indonesia - YAKSINDO | Surabaya. http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Mentan SYL: Butuhkan Kerja Sama Bersinergi Lintas Kementerian

30 Oktober 2019   04:35 Diperbarui: 30 Oktober 2019   08:31 150 4 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mentan SYL: Butuhkan Kerja Sama Bersinergi Lintas Kementerian
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dok.JPPN

"Sebuah negara akan berdaulat apabila pertaniannya kuat dan mandiri. Maka fungsi Kementerian Pertanian sangat luar biasa dengan kompleksitas dan dinamika yang berkembang sangat cepat"

Sedikit menarik perhatian yang terjadi pada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yaitu meminta izin dan dukungan para mantan menteri dan wakil menteri pertanian era sebelumnya untuk memajukan pertanian Indonesia. Mentan SYL ingin agar mereka berbagi ilmu dan pengalaman pendahulunya terkait sektor pertanian selama mereka menjabat.

Mentan SYL dalam tatap muka atau silaturrahmi dengan para mantan Menteri dan pejabat teras Kementerian Pertanian, Senin (28/10) di Gedung PIA kantor pusat Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta Selatan. Mentan SYL bermaksud melakukan percepatan pembangunan pertanian untuk mengejar ketertinggalan untuk menjadi maju, mandiri dan modern.

Dalam pertemuan silaturahmi antara Menteri Pertanian SYL dan mantan menteri pertanian. Sepertinya tidak ada pembahasan sinergitas antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Padahal kedua kementerian ini sangatlah penting bersinergi demi pengembangan pertanian organik sekaligus mengawal program Indonesia Bersih. Beberapa fakta atas tidak adanya sinergi antara KLHK dan Kementan, seperti kegagalan pemenuhan Subsidi Pupuk Organik dari menteri-menteri pertanian sebelumnya. Subsidi pupuk organik ini selalu menjadi dilematis, akibat tidak adanya kerja sama lintas menteri.

Kegagalan pemenuhan target 1 juta ton/tahun pupuk organik itu lebih disebabkan karena Kementan tidak bersinergi dengan KLHK dalam pengelolaan sampah organik menjadi pupuk organik. Ahirnya KLHK ikut gagal pula dalam mengantisipasi sampah organik menjadi bermanfaat di masyarakat tani Indonesia.

Kegagalan lainnya Kementerian Pertanian yang perlu diketahui oleh Menteri Pertanian SYL saat ini adalah gagalnya pembangunan demplot 1000 desa organik program Nawacita Jilid Pertama. Hanya mampu dibangun sekitar 150 desa di Indonesia. Padahal target sampai 2024 sebanyak 2000 desa organik.

Beberapa kali dalam sambutan atau pernyataan Menteri Pertanian SYL pasca pelantikannya, mengatakan bahwa akan melakukan loncatan berpikir dan berkegiatan demi mensukseskan program pertanian yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi.

Bahkan Mentan SYL rela dikoreksi dan diberikan masukan dalam pengelolaan pertanian di Indonesia menuju perubahan paradigma dalam mengembangkan sektor pertanian.

SYL menegaskan dirinya akan fokus membangun Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) dalam 100 hari pertama, dan dalam level lapangan, pengendalian dan operasionalnya dipusatkan di kecamatan-kecamatan, dengan keterlibatan pihak lainnya seperti TNI Polri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN