Mohon tunggu...
H.Asrul Hoesein
H.Asrul Hoesein Mohon Tunggu... Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Rocky Gerung: Asbun Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan

21 Agustus 2019   02:50 Diperbarui: 21 Agustus 2019   03:00 0 4 6 Mohon Tunggu...
Rocky Gerung: Asbun Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan
Ilustrasi: Desain inti pusat pemerintahan Indonesia di Kalimantan akan dibangun melalui konsep yang menghimpun keberagaman sesuai Bhineka Tunggal Ika. Sumber: Kementerian PUPR.

Dalam live streaming TVOne acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (20/8/2019) malam ini. Acara dipandu jurnalis senior Karni Ilyas ini menghadirkan sejumlah narasumber yang akan membahas topik 'panas.' Perlukah Ibu Kota Dipindahkan ?

Giliran Rocky Gerung berbicara yang diawali dengan pertanyaan kepada putera politisi senior Sabam Sirait, yaitu Maruarar Sirait "sebegitu dekat apa hubungannya dengan Presiden Jokowi?" Memang Rocky Gerung cerdas dan piawai dalam menata suasana diskusi.

Maruarar Sirait tidak menjawab secara tegas dan langsung akan hubungannya dengan Presiden Jokowi. Sebenarnya Rocky Gerung paham hubungan itu, mungkin memancing saja. Maka pemandu acara Karni Ilyas yang menjawab pertanyaan Rocky Gerung yaitu "cukup dekat".

Kondisi mulai panas saat Rocky Gerung mengungkap mobil EsEmKa sebagai program Jilid 1 Presiden Jokowi yang dianggap "Ngibul", Karni Ilyas menyela dengan kata "Gagal". Tapi Rocky Gerung tidak mau mengatakan gagal. Tapi Maruarar Sirait menimpali bahawa Program Mobil EsEmKa dalam proses.

Rocky Gerung menanggapi pesimis rencana perpindahan ibu kota ke Kalimantan dan malah dianggap Asbun (asal bunyi) saja Presiden Jokowi. Maka Rocky Gerung berkesimpulan bahwa ide program Presiden Jokowi dimulai dengan Ngibul dan akan diahiri dengan Asbun.

Malah Rocky Gerung menduga akan banyak nanti pesawat jet yang datang dan mendarat di ibu kota baru untuk melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Maruarar Sirait intrupsi dan meminta Rocky Gerung untuk menjelaskan apa itu KKN ? Debat semakin panas dan seru. Ahirnya Karni Ilyas menyela.

Memang diakui bila tidak ada Rocky Gerung di ILC, maka tidak ramai. Apalagi tambah seru dengan hadirnya Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang juga tidak menyetujui perpindahan ibu kota. Semakin kocak dan panaslah suasana. Karena semuanya tidak menyetujui ibu kota Jakarta dipindahkan ke Kalimantan.

Sebenarnya melihat dan membaca resistensi atas rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota Jakarta ini ke Kalimantan. Memang harus ekstra hati-hati yang disertai dengan analisa yang kuat dan realustis.

Jangan terlalu keburu napsu, jangan terlalu cepatlah. Tanamlah pondasinya terlebih dahulu yang kuat. Karena tiga provinsi yang mengajukan proposal kesiapan menjadi ibu kota NKRI (Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan), semua berpotensi. Namun pasti ada diantaranya yang lebih bagus.

Sebagai pemerhati sampah, sedikit menyarankan bahwa dalam master plan ibu kota NKRI. Siapapun provinsi terpilih, jangan lupa membuat rancangan atau master plan tata kelola sampah berbasis regulasi. Termasuk menetapkan garis sempadan sungai (GSS) beri jarak yang cukup jauh. Karena ini semua bersentuhan dengan pengelolaan sampah.

Termasuk perencanaan jalan, beri ruang yang luas untuk pejalan kaki (pedestrian) serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) jangan tanggung, minimal 50% dari seluruh area ibu kota diisi RTH. Juga hutan dan taman kota. Agar dapat dipastikan oksigen bisa terjamin.

Prof. Dr. Salim Said sebagai pembicara penutup menganggap bahwa Presiden Jokowi sangat serius untuk memindahkan ibu kota Jakarta ke Kalimantan. Memberi contoh atas keseriusan Presiden Jokowi membangun Jalan Tol, LRT, MRT dan lainnya baik saat Jokowi sebagai Gubernur Jakarta maupun saat menjadi presiden selama 5 tahun terahir.

Jakarta, 21 Agustus 2019.