Mohon tunggu...
Hasna Fauziah
Hasna Fauziah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Hallo perkenalkan namaku Hasna Fauziah, biasa dipanggil Hasna, saat ini saya sedang menjalani pendidikan sebagai mahasiswa baru sekolah vokasi IPB University

semoga artikel yang aku publish bisa bermanfaat buat semua orang yang membacanya

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Dampak Covid-19 terhadap Sistem Pembelajaran

31 Juli 2021   20:10 Diperbarui: 31 Juli 2021   20:40 30 0 0 Mohon Tunggu...

Corona Virus Disease 2019 atau yang kerap disapa dengan sebutan Covid-19 adalah salah satu jenis virus yang dapat menginfeksi sistem pernapasan. Hampir sekitar 194 juta jiwa manusia di seluruh dunia tumbang akibat terinfeksi dari virus ini. Salah satunya adalah Indonesia yang secara akumulatif menyumbang total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 3.082.410 kasus dengan perolehan peringkat ke 14 dari seluruh dunia. Tercatat dengan jumlah kasus hampir setiap harinya melonjak naik yang berakhir seseorang dapat sembuh ataupun meninggal dunia.

 Seseorang dapat tertular Covid-19 melalui berbagai cara. Seperti tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita Covid-19 batuk atau bersin, menyentuh mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, melalui benda-benda yang sering disentuh, misalnya; gagang pintu, uang, atau permukaan meja, dan kontak jarak dekat dengan penderita Covid-19. Penderita positif Covid-19 mempunyai 2 tipe pertolongan pertama dalam penyembuhan. Jika masih di sanggupkan untuk bertahan dan memiliki gejala ringan, pasien bisa melakukan isolasi mandiri dirumah ataupun di tempat terbuka seperti wisma atlet. Tetapi jika sudah melalui tahap sulit bernafas dan membutuhkan oksigen, pasien harus melapor untuk mendapatkan pertolongan ke rumah sakit.

Pada tahun 2020, virus Covid-19 telah memasuki wilayah Indonesia. Dimana kegiatan yang biasa dilakukan secara langsung kini dilakukan secara online, begitu pun dengan kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dilakukan guna memutus rantai penularan Covid-19. Para siswa diminta untuk mengikuti rangkaian pembelajaran dari rumah masing-masing.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerapkan beberapa metode belajar kepada siswa agar siswa bisa melakukan pembelajaran secara baik, diantaranya ; metode pertama adalah daring, Pembelajaran daring dilakukan dengan cara mendengarkan dan menerima materi dari pengajar melalui aplikasi zoom meeting ataupun google meet. Dalam penggunaan aplikasi tersebut, pengajar dan siswa dapat lebih mudah melakukan kegiatan belajar mengajar.

Kedua luring, lain halnya dengan daring. Luring adalah metode pembelajaran di luar jaringan. Dimana siswa melakukan pembelajaran secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode luring ini diperuntukkan kepada wilayah yang berada pada zona kuning ataupun hijau.

Ketiga home visit, home visit merupakan metode pembelajaran yang dilakukan mirip dengan home schooling. Pengajar mengadakan home visit ke rumah siswa dalam waktu tertentu. Biasanya metode ini dipakai oleh guru TK (Taman Kanak-Kanak) ataupun guru SD (Sekolah Dasar). Dengan demikian, materi yang diberikan kepada siswa bisa tersampaikan dengan baik.

Selain beberapa metode pembelajaran diatas, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga menghadirkan program tayangan “Belajar dari Rumah” yang ditayangkan di stasiun televisi Indonesia yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI). Program ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orangtua selama kegiatan belajar mengajar di rumah di masa pandemi Covid-19 ini. Siswa dan guru dapat menyaksikan program ini setiap harinya di jam-jam tertentu.

Selain itu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga memberikan fasilitas berupa “Kuota Belajar Kemendikbud” kepada siswa dan guru. Kuota belajar ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan daring/online. Dimana siswa dan guru mendapatkan kuota belajar ini setiap bulannya. Kuota belajar inipun hanya bisa dipergunakan atau diakses untuk aplikasi-aplikasi belajar saja.

Dengan berbagai solusi dan metode pembelajaran yang ada, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengharapkan siswa dan pengajar dapat tetap menjalani pembelajaran dengan baik. Selain itu, siswa dan pengajar bisa memanfaatkan segala fasilitas yang ada agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Untuk itu, saat ini kita diharuskan untuk belajar di rumah agar semua keadaan cepat membaik.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN