Atletik

Anak Ajaib Indonesia Raih Juara Dunia Catur Cepat di Belarus

24 Juni 2018   11:29 Diperbarui: 15 Juli 2018   18:24 933 1 1
Anak Ajaib Indonesia Raih Juara Dunia Catur Cepat di Belarus
fb-img-1529884300210-5b30313fdd0fa825533f9a93.jpg

Sudah lama kita bermimpi Indonesia punya juara dunia catur. Kemarin mimpi itu menjadi kenyataan. Samantha Edithso, pecatur cilik asal Bandung sukses meraih gelar juara dunia catur cepat di turnamen FIDE World Cadets Chess Championship 2018 di Minsk, Belarus, pada 22-23 Juni 2018.

Samantha menjadi yang terbaik di kategori putri umur 10 tahun setelah membukukan 8 poin dari sembilan babak hasil dari delapan kali menang dan satu kali remis. Ia unggul satu poin penuh dari peringkat dua di bawahnya yang ditempati oleh pecatur Ukraina, WCM Afruza Khamdamova.

Turnamen ini berlangsung dengan Sistem Swiss sembilan babak. Hebatnya, Samantha tidak pernah terkalahkan di sepanjang dua hari pertandingan tersebut. Ia hanya berbagi setengah angka alias remis saat melawan Afruza Khamdamova pada babak ketiga.

Afruza putri Uzbekistan berwajah polos berusia 10 tahun ini bergelar WCM dan merupakan juara FIDE World School Chess Championship 2017. Mainnya brutal. Kalau bukan Samantha lawannya di babak ketiga FIDE World Cadet Championship 2018 tadi mungkin sudah tewas. Samantha mujur lolos dari sergapannya dan berbagi angka setengah.

Photo: Kristianus Liem
Photo: Kristianus Liem
Di delapan babak lainnya, Samantha melumat lawan-lawannya tanpa ampun termasuk 6 pecatur asal Rusia sehingga nilai akhir yang diperolehnya 8,5 dari 9 babak.

Samantha melewati babak pertama dan kedua dengan mudah dan hanya tersendat di partai ketiga itu di mana ia harus bermain remis.

Pada babak keempat atau partai terakhir di hari pertama, berlangsung relatif mudah bagi Samantha. Ia menundukkan pecatur asal Rusia, Varvara Ponomareva, dengan buah Hitam.

Memasuki babak kelima, Samantha harus lebih memeras otak. Babak ini menjadi salah satu partai paling mendebarkan dari Samantha selain partai babak ketiga. Apalagi penyuka catur menontonnya dengan ditemani Stockfish, mesin analisa catur.

Bayangkan saja meski lawannya, Nomina Darmaeva, pegang Hitam tetapi pembukaan pecatur Rusia ini sangat bagus sekali, membuat Samantha harus kehilangan satu bidaknya pada langkah ke-18.

Hal yang membuat partai kelima ini menegangkan adalah penilaian Stockfish yang terus menerus menyebutkan Hitam jauh lebih baik. Bahkan berkali-kali mengatakan Hitam menang.

Namun permainan babak akhir Samantha memang luar biasa. Dari ketinggalan satu bidak ia berbalik unggul satu Benteng dan me-mat-kan Raja lawannya pada langkah ke-94 di sudut papan.

www.quora.com
www.quora.com
Lawan Samantha di babak keenam adalah Marchenko Lelyzaveta dari Ukraina. Seperti saat menghadapi Nomina Darmaeva di babak kelima pecatur cilik asal Bandung ini juga kalah satu bidak pada langkah ke-28.

Kembali Stockfish bising dengan penilaiannya. Mesin sialan ini lupa kalau yang main manusia. Masih berumur 10 tahun lagi. Anak kecil lagi. Ternyata Marchenko tidak kuat menahan tekanan.

Dalam posisi unggul satu bidak Marchenko menjalankan langkah blunder 47. Rd4? yang segera disambut Samantha dengan 47... Gf6+ 48. Re4 Gxc3 dan Gajah Marchenko lenyap dari atas papan yang membuatnya langsung menyerah.

www.quora.com
www.quora.com
Pada babak ketujuh Samantha kembali bertemu pecatur Rusia, Anna Shukhman. Pada babak pertengahan, Samantha yang unggul ruang berkali-kali mengajak lawannya ini bertukar Menteri namun Anna selalu mengelak.

Tetapi dengan cerdik Samantha kembali memancing lawannya adu Menteri sambil mengincar Benteng Anna di a8. Benar saja, Anna dengan cepat memindahkan Menterinya ke b3 lupa bahwa Bentengnya di sudut baris belakang gratis. Menyadari kesalahannya beberapa langkah kemudian Anna Shukhman menyerah.

www.quora.com
www.quora.com
Dua partai terakhir dimenangkan Samantha tanpa perlawanan berarti sehingga membuatnya tampil sebagai juara dunia catur cepat FIDE World Cadets Championships 2018 U-10.

Photo: Kristianus Liem