Mohon tunggu...
Hasbi Ardhani
Hasbi Ardhani Mohon Tunggu... Penegak Hukum - Seorang pembelajar.

Volunteer Sosial Kemanusiaan.

Selanjutnya

Tutup

Love

Mimpi Pernikahan Seorang Aktivis

11 November 2021   19:01 Diperbarui: 11 November 2021   19:17 292 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Imajinasi memang indah, tapi itu bukan mimpi, namun rasanya seperti mimpi. Kami akan menikah, dua orang yang hidupnya dipenuhi harapan dan cita-cita yang tinggi. Kami yang selalu saling mendukung, dan saling memberikan semangat hidup. Laki-laki dan perempuan sederhana tapi memiliki pikiran yang besar, bukan saja hanya untuk kami namun untuk ummat dan bangsa. Ketika kami berbicara tentang bangsa, semangat selalu membara karena dinamika dan problematika negeri ini. Ambisi besar hidup kami adalah menciptakan masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Tuhan. Ya Tuhan, izinkanlah kami memperoleh petunjuk agar cita-cita mulia itu tercapai. Bimbinglah kami menjalani kehidupan ini, dan sertailah dengan kesehatan hingga dapat terus memperjuangkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan keindahan di jalan-Mu.

Ketika kami memutuskan untuk menjadi aktivis, air mata dari orangtua berlinang oleh sebab selalu jauh dari mereka. Memutuskan untuk menjadi seorang aktivis adalah keinginan tanpa paksaan dari siapapun. Tidak seorang pun dapat menghentikan langkah perjuangan seorang aktivis, langkah-langkah kami selalu disertai oleh do’a dari sang raja dan ratu di rumah. Kami lama terpisah dengan orangtua, walaupun berat kami selalu berusaha untuk menikmati setiap tetes keringat perjuangan. Kami terus berjuang dengan harapan mendapat balasan yang terbaik dari Tuhan yang maha kuasa.

Kini kami dihadapkan dengan titik akhir yang disebut sebagai taqdir yaitu pernikahan. Pernikahan adalah proses penyatuan dua insan yang mungkin memiliki prinsip, dan karakter yang berbeda. Namun kami dipertemukan dengan latarbelakang yang sama yaitu aktivis. Menyatukan dua hati menjadi sebuah keluarga yang sama-sama meiliki cita-cita besar. Perjalanan yang tanpa akhir, terus menerus, dan sangat panjang. 

Kawan-kawan seperjuangan, menikah adalah pilihan hidup, menuju kehidupan yang panjang, sebuah perjalanan panjang yang akan kami lalui, dan tidak akan terhenti sampai Tuhan memanggil salah satu di antara kami. Selama Tuhan masih mengizinkan untuk menghirup udara di dunia-Nya, kami akan terus berikhtiar untuk mewujudkan impian, dan cita-cita besar itu. Kami akan terus fokus pada tujuan hidup yang sesungguhnya, walaupun ujian dipastikan akan terus datang silih berganti. 

Problematika hidup sudah dapat dipastikan akan selalu ada, itu semua harus disikapi dengan hati yang tenang. Kalimat indah tentang kehidupan itu masih terngiang di kepala “Janganlah mengambil keputusan dalam keadaan emosi yang belum stabil, lebih baik diam sejenak untuk menenangkan hati untuk berfikir sebelum menentukan tindakan”.

Adindakuu., Sebagai awalan dari perjalanan panjang sebuah mahligai rumah tangga, marilah kita selalu berusaha untuk jujur. Katakanlah dengan bahasa yang lemah lembut apa yang menjadi keinginan dan harapanmu. Jangan pernah menyembunyikan hal itu, karena akan menyakitimu, dan menyakitiku. Marilah kita sama-sama belajar untuk berkomunikasi dengan baik. 

Karena kusadari itulah yang akan membuat kita bertahan lama dalam sebuah ikatan suci yang disebut pernikahan. Segala persoalan hidup akan dapat terselesaikan dengan komunikasi yang baik. Mengatakannya memang gampang, namun tidak mudah untuk melakukannya (easy to say but difficult to do). Untuk itulah marilah kita sama-sama menjadi seorang pembelajar.

Hal yang ingin kusampaikan selanjutnya adalah tentang ‘mahar’. Mahar merupakan ekspresi dari kesungguhan seorang laki-laki sejati yang wajib diberikan kepada perempuan piihan hidupnya. Dalam pernikahan nanti, mahar akan kusampaikan dengan lantang di dalam proses Ijab Qabul. Adinda., Rasulullah SAW bersabda “Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah”. Itulah yang menjadi keyakinan kuat, dan membuatku berani untuk segera memilikimu dengan status yang ‘halal’. Di zaman sekarang ini, sebagian masyarakat memiliki pandangan yang berbeda tentang hal itu.

Jangan pernah menganggap pernikahan itu sama seperti jual beli. Ditawar kemudian diputuskan. Jika tidak dapat menemukan kesepakatan, pernikahan itu dianggap batal. Sangat luar biasa, pernikahan dinilai dari sudut pandang materi. Uang menjadi hal utama, aku tidak sependapat.!! Niat menikah merupakan rencana, dan perjuangan hidup mulia yang harus diapresiasi. Uang bukanlah syarat utama dalam sebuah pernikahan. Lalu apa yang utama? 

Hal utama adalah Visi (tujuan hidup) dari seorang laki-laki. Uang bisa diperoleh bila didasari dengan visi yang jelas. Visi besar akan melahirkan semangat juang yang tangguh untuk mewujudkannya. Energi akan keluar dengan sendiri tanpa mengenal kata lelah bila memiliki visi yang kuat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan