Mohon tunggu...
Harry Dethan
Harry Dethan Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi.

Menulis untuk berbagi. Email: harrydethan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sulitnya Menjadi Rendah Hati di Dunia Maya

6 Maret 2021   20:19 Diperbarui: 6 Maret 2021   20:29 92 7 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sulitnya Menjadi Rendah Hati di Dunia Maya
Gambar: Bigstock

Baru-baru ini, Microsoft merilis laporan terbaru mereka mengenai Digital Civility Index (DCI). Dalam laporan tersebut terdapat data hasil survey tingkat kesopanan pengguna internet di dunia maya. Hal tersebut belakangan menjadi viral, karena Indonesia, negara yang dikenal dengan keramahannya, berada di peringkat pertama pengguna internet paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Lantas, apa yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut? Seperti yang diketahui, media sosial memiliki kaitan erat dengan pencitraan. Pencitraan dilakukan oleh pengguna internet untuk mendapat pengakuan dan predikat luar biasa dari orang lain. Jika tidak dikontrol, junjungan selangit yang diberikan orang lain pada topeng yang dipakai di dunia maya bisa menimbulkan kesombongan.

Saat tak dipuji, jiwa nyinyir dan merasa direndahkan akan muncul. Perasaan tersebut kemudian akan dilampiaskan melalui kata-kata kasar, hujatan, atau sumpah serapah di internet. Ini hanyalah salah satu contoh. Masih banyak lagi contoh lainnya dari sombong di dunia maya.

Seperti yang diketahui, salah satu sifat kesombongan yang hampir selalu kita lakukan adalah membandingkan diri dengan orang lain. Perbandingan diri tersebut kemudian hanya akan menghasilkan dua hal. Memandang rendah orang lain atau memandang rendah diri sendiri.

Bahkan, rasa tidak pernah puas pun akan menerjang kita. Pepatah mengatakan bahwa di atas langit masih ada langit. Akhirnya, jika langit yang kita lihat terlalu tinggi, rasa rendah diri dan menyalahkan kehidupan pun akan memenuhi hati dan pikiran. Bahasa keren yang sering kita dengar di masa ini adalah insecure.

Lebih jauh lagi, kecanduan untuk hidup di dunia maya, berhalusinasi/mengkhayal, hingga kepo terhadap hal-hal yang tidak penting atau berbau negatif, cenderung akan menghabiskan waktu kita. Semua hal ini bisa jadi dengan mudah mempengaruhi dunia nyata. Dengan kata lain, batas antara dunia maya dan dunia nyata rasanya telah sangat menipis.

Pengaruh dari dunia maya bisa sangat mempengaruhi dunia nyata, apalagi jika hal itu sudah berhubungan dengan kecanduan. Kecanduan yang telah terbentuk dari akar kesombongan pastinya sangat sulit dikontrol dan perlahan menghancurkan diri sendiri. Contohnya seperti kesehatan yang menurun, rumah tangga yang hancur, relasi yang buruk bersama orang lain, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana cara kita mencegah diri kita untuk merusak diri sendiri? Langkah pertama yang dapat diambil adalah rendah hati. Mengapa kerendahan hati dibutuhkan?

Kemauan untuk rendah hati dapat membuat kita memandang segala sesuatu secara real. Kita pun dapat memikirkan hal-hal yang sesuai dengan kapasitas kita. Selain itu, kita bisa melihat dari berbagai sudut pandang dan lebih berpikiran terbuka atau kritis.

Dengan memiliki kerendahan hati, kita dapat memiliki pengontrolan diri yang lebih baik, termasuk dalam menggunakan internet. Pengontrolan itu akan berdampak positif bagi kehidupan kita di dunia nyata. Contohnya seperti memiliki hidup yang lebih produktif dan memiliki waktu yang bisa digunakan untuk hal-hal berguna lainnya.

Jadi, kerendahan hati memiliki hubungan yang sangat erat dengan pengontrolan diri dan kebahagiaan. Kita bisa memikirkan realitas yang dapat kita pikirkan. Dan yang terpenting, kita akan terus berusaha untuk menerapkan hal-hal baik dan berbagi kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x