Harry Dethan
Harry Dethan Wiraswasta

Menulis untuk bercerita. Email: harrydethan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Pentingnya Pemeriksaan Selama Masa Kehamilan

14 Mei 2019   20:42 Diperbarui: 15 Mei 2019   19:29 146 9 4
Pentingnya Pemeriksaan Selama Masa Kehamilan
Pentingnya memperhatikan usia kehamilan (Sumber: shutterstock)

Pada 1000 hari pertama kehidupan atau yang biasa disebut 1000 HPK merupakan masa emas kehidupan seorang anak. Masa ini dimulai sejak kehamilan dengan usia 0 bulan hingga anak lahir dan berusia 2 tahun. Agar dapat menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas, maka masa ini wajib untuk diperhatikan oleh para orangtua.

Salah satu bagian dari masa 1000 HPK yang sangat penting untuk diperhatikkan adalah masa kehamilan. Masa ini terhitung mulai saat setelah terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma dan menghasilkan zigot, hingga usia kandungan mencapai 9 bulan 10 hari.

Jika dikonversi dalam jumlah hari, maka masa kehamilan berjalan kurang lebih selama 270 hari. 270 per 1000 hari yang sangat penting demi masa depan sang anak. Masa ini ada kalanya tidak diperhatikan dengan baik oleh orangtua karena berbagai macam faktor. Kurangnya pengetahuan, ekonomi, sampai pada kurangnya komitmen dapat menjadi alasannya.

Diibaratkan, jika seseorang ingin membangun rumah, maka masa kehamilan merupakan fondasi yang harus dibuat dengan sekuat-kuatnya. Hal ini dimaksudkan agar rumah yang dibangun akan kokoh dan bertahan lama. Begitupun halnya dengan masa kehamilan. Jika masa ini diperhatikan, anak yang nantinya lahir akan sehat dan kuat. Jika tidak diperhatikan, maka hal sebaliknya yang akan terjadi.

Banyak akibat yang dapat ditimbulkan jika masa kehamilan tidak diperhatikan secara baik oleh ibu, maupun keluarga. Hal tersebut seperti sang ibu akan sangat berisiko mengalami anemia, pendarahan, anak yang lahir akan berisiko tinggi mengalami berat bayi lahir yang rendah, hingga pertumbuhan anak yang terhambat.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui para ibu yang sedang berada dalam masa kehamilan, maupun bagi para pasangan yang sedang merencanakan untuk memiliki anak. Hal tersebut berkaitan dengan komitmen untuk melakukan pemeriksaan, pola makan, hingga hal-hal yang perlu dihindari pada masa kehamilan.

Berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan, ibu hamil wajib memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan minimal sebanyak 4 kali ANC (Antenatal Care). Dalam pemeriksaan tersebut, ibu hamil akan mengetahui perkembangan sang buah hati dan mendapatkan konseling seputar masa kehamilan.

Hal ini sangat bermanfaat agar para ibu dapat mengenali dan memahami dengan baik tanda bahaya dalam kehamilan. Tanda bahaya tersebut seperti mual dan muntah yang berlebihan, pendarahan, nyeri perut, kaki bengkak hingga ke lutut, demam, hingga janin yang jarang bergerak.

Dalam proses ini, sang ibu juga akan diberikan suntikan TT (Tetanus Toxoid) untuk membantu melindungi bayi dari tetanus neonatal. Dan yang tak kalah penting, sang ibu akan ditolong persalinannya di fasilitas kesehatan yang memadai oleh tenaga kesehatan yang profesional.

Selama masa kehamilan, para ibu juga akan mendapat tablet tambah darah. Tablet ini harus diminum secara rutin selama masa kehamilan karena sangat penting untuk mencegah anemia dan kekurangan zat besi. Jika ibu mengalami kekurangan zat besi, maka risiko komplikasi saat persalinan sangat tinggi.

Selain pemeriksaan kesehatan yang teratur, sang ibu sangat perlu untuk mengonsumsi makanan yang beragam selama masa kehamilan. Hal ini sangat diperlukan untuk memberi asupan nutrisi yang cukup bagi ibu dan bayi yang sedang berada dalam kandungan. Diibaratkan, sang ibu harus "makan untuk 2 orang", sehingga pada masa ini, perlu adanya nutrisi yang baik dan cukup bagi ibu dan bayi.

Bagi ibu, makanan bergizi dan beragam akan memberikan kekuatan dan menopang sang ibu dalam menjalani masa kehamilan hingga persalinan. Bagi sang bayi, makanan yang bergizi akan menjadi asupan yang baik untuk pertumbuhan sel-sel otak, panjang/tinggi badan, serta berat badannya.

Ilustrasi: cdc.gov
Ilustrasi: cdc.gov
Perlu diketahui bahwa 30% pertumbuhan otak anak terjadi pada masa kehamilan, sehingga nutrisi yang baik akan membuat pertumbuhan otak juga berjalan dengan baik. Makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta berbagai jenis nutrisi baik harus tercukupi oleh sang ibu dan kandungannya. Hal ini juga berpengaruh pada pencegahan agar sang anak tidak terkena stunting atau gagal tumbuh nantinya.

Dalam masa kehamilan, ada baiknya para ibu hamil menghindari beberapa hal berikut agar kehamilannya dapat terjaga dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain seperti rokok, alkohol, hingga meminum teh dan kopi di waktu yang tidak tepat.

Seperti yang diketahui bahwa rokok dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan dan pertumbuhan janin. Paparan asap rokok akan meningkatkan risiko cacat fisik pada bayi, masalah pernapasan, kerusakan organ, hingga kematian pada bayi yang lahir. Selain rokok, ada baiknya alkohol juga dihindari pada masa kehamilan. Alkohol yang masuk akan mengganggu pertumbuhan janin, merusak organ tubuh bayi, hingga kematian pada janin.

Untuk teh dan kopi, kedua minuman ini mengandung tanin (teh) dan kafein (kopi). Kedua kandungan tersebut akan menghambat penyerapan zat besi dalam makanan sehingga ibu akan rentan terkena anemia. Oleh karena itu, teh dan kopi tidak boleh dikonsumsi pada saat sebelum atau setelah makan.

Memiliki anak yang cerdas dan sehat merupakan dambaan setiap keluarga. Untuk memperhatikan hal-hal tersebut, dibutuhkan kerja sama dan komitmen dari semua anggota keluarga, terlebih oleh pasangan yang menantikan kelahiran sang buah hati. Dengan komitmen dan harapan yang besar, anak yang akan lahir dan dibesarkan akan terbebas dari stunting serta memiliki kualitas yang luar biasa.

Salam sehat
Credits to: Yayasan Satukan Aksi Tunas Utama