Mohon tunggu...
Harits Rasyiddin Pratomo
Harits Rasyiddin Pratomo Mohon Tunggu... Lainnya - masyarakat sipil

Writing is a part of my life

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Arloji Anita

29 November 2021   01:23 Diperbarui: 29 November 2021   01:50 59 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Sumber : Pixabay.com 

Menginjak dewasa dengan tantangan hidup yang lebih jelas.

Anita ingin sekali bisa membuat bahagia dan ingin melihat senyuman dari kedua orangtuanya, dikala dulu anita hanya tinggal dirumah kecil yang sederhana. Tetapi semangat dari kedua orang tuanya untuk memberikan yang terbaik buat anita dari segi pendidikan dan agama. 

Sejak kecil, anita selalu jadi bagian kebahagian kedua orang tuanya. karena hanya anita satu-satunya anak perempuan, disaat anita mulai menempuh ke jenjang pendidikan sarjana dan mendapatkan beasiswa, ibunda Anita sudah terlebih dahulu meninggalkannya, karena penyakit yang sudah tidak bisa tertolongkan

Hingga waktu yang begitu terus berjalan di tengah anita menjalankan kehidupannya merasakan lelah dan sedih yang menimpa dirinya, dua bagian hati yang menjadi satu mulai retak perlahan-lahan. Hati yang sudah mulai hilang satu. Tinggal satu hati yang masih tersisa di dalam kehidupannya, di sepanjang jalan hidupnya hanya tersisa satu senyuman yaitu (sang ayah). 

Perjalanan anita yang masih begitu jauh dan harus menyelesaikan pendidikannya, anita selalu berjanji pada dirinya (saya harus bisa menjaga amanah ini, hingga selesai dan ingin memberikan topi toga untuk sang ayah) dan ingin melihat sang ayah tersenyum.

Kesabaran yang anita miliki serta doa dalam hidupnya, akhirnya anita mampu menyelesaikan tugas-tugasnya hingga mendapatkan penghargaan dari tempat kelulusannya dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri untuk melanjutkan S2 nya, Karena berkat ketulusan dan kegigihannya memberikan hadiah dalam hidupnya serta untuk sang ayah. 

** 

Disaat rasa kebahagiaan itu sudah bisa dimilikinya, anita ingin memberi tahukan hal ini kepada sang ayah. Tetapi takdir berkata lain, sang ayah mengalami kecelakaan hendak sedang menghampiri kelulusan anita. Mendengar kabar, anita langsung sok mendengarnya. Karena sang ayah tahu bahwa hari ini kelulusannya dan anita akan segera pergi ke luar negeri. 

Mengalami langkah-langkah jejak hidupnya yang seperti ini, dan rasa senyuman yang ingin anita berikan kepada sang ayah sekarang telah sirna, hanya kenangan yang selalu ada. hal ini, Mungkin sudah menjadi takdir hidupnya, yang harus terus dijalankan dan mengambil hikmah dari kejadian ini. 

Hanya bisa memberikan senyuman melalui topi toganya untuk ditaruhkan di atas Dua Batu Nisan dan memberikan doa kepada kedua orang tuanya, yang telah terlebih dahulu meninggalkannya. Setelah kejadian ini, anita langsung membawa pakaian dan barang-barang ayahnya tanpa sengaja, anita menemukan benda kecil di dalam kantong celana sang ayah, tanpa berfikir panjang anita langsung memeriksanya di dalam kantong celana sang ayah. Ternyata! Arloji klasik dan kertas putih kecil dengan tinta berwarna hitam dengan bertuliskan (Jaga Lima Waktumu).

Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan