Mohon tunggu...
Hariadhi
Hariadhi Mohon Tunggu... Desainer - Desainer

Ghostwriter, sudah membuat 5 buku berbagai Dirut BUMN dan Agency Multinasional, dua di antaranya best seller. Gaya penulisan berdialog, tak sekedar bernarasi. Traveler yang sudah mengunjungi 23 dari 34 provinsi se Indonesia. Business inquiry? WA 081808514599

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Susahnya Sakit Gigi Kala Pandemi

28 Januari 2021   14:21 Diperbarui: 28 Januari 2021   14:26 332 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar: Situs Kontan https://kesehatan.kontan.co.id/news/cegah-penularan-covid-19-dokter-gigi-bisa-lakukan-screening-teledentistry?page=all

"Aduh, zaman pandemi gini usahakan gimanapun caranya biar ga sakit gigi deh. Ribet bet nyari dokter gigi yang mau nanganin!" Sahut teman saya Nopi. Ia mengaduh-aduh sambil memegang pipinya yang bengkak. 

"Lho kenapa?" Tanya saya heran.

"Ya kalau COVID kan rawan penularan lewat percikan mulut. Ga banyak dokter yang seberani itu nanganin. Apalagi mesti alatnya khusus juga lho, biar kalaupun ada percikan, bisa langsung dihisap terus dibuang sebelum sempat nempel ke dokter giginya.

Saya bisa memahami bahwa selama setahun ini orang agak takut ke dokter gigi. Bahkan para pakar kesehatan gigi pun  menyarankan supaya perawatan gigi ditunda bila tidak terlalu darurat, seperti kata drg Anggi Pratiwi kepada Kompas. "Kalau misal ada keluhan, misal ingin menambal gigi atau cabut gigi, juga perlu dilihat faktor urgensi."

Selai"Salah satu hal penting yang harus dilakukan sesuai buku panduan dalam melakukan perawatan adalah melakukan screening pasien secara teledentistry, pastikan pasien yang hendak di rawat dalam keadaan sehat" ujar Dr. drg. Jeddy, Sp. KGA, Kepala Bagian Pedodonti FKG Universitas Trisakti kepada Kontan.

Namun ucapan Mas Miko beberapa hari lalu saat datang ke PondokGigi memberitahukan solusi yang cukup menenangkan.

"Memang ga banyak klinik yang siap memberikan pelayanan yang aman dari penularan COVID. Di kita aja itu mesti invest buanyak sekali untuk bisa mengadakan fasilitas perawatan yang sesuai standar penanganan pandemi. Belum lagi APD, melatih prosedur baru yang mengikuti protokol kesehatan, dan sebagainya."

Di klinik sekitaran Jalan Antasari tersebut, saya bisa menikmati suasananya yang memang cozy, jauh dari kesan klinik yang kaku dan dingin. "Kaya kafe mas,"  saya memuji pengaturan interior yang dirancang. 

Kepanikan akibat wabah COVID membuat orang tidak hanya membutuhkan fasilitas kesehatan yang layak untuk mengatasi kemungkinan penularan. Tapi juga suasana hati yang tenang dan nyaman.

Dokpri
Dokpri
"Iya bener, kalau ke dokter gigi dari jauh aja udah keliatan serem, gue putar balik," Kata Anto teman saya. "Tapi terpenting itu sih, gw bisa tahu pasti kalau klinik tempat dia paktek buka. Jauh lebih serem lagi lu udah jalan berkilo-kilo buat ngecek buka apa ga, ternyata tutup karena dokter giginya takut ketularan pandemi."

Dari iseng-iseng saya mencari kecenderungan pencarian di Google soal gigi, memang paling utama yang dicari netizen adalah lokasi klinik gigi, pemecahan sakit gigi, obat gigi, dan pembersihan karang gigi. Nah klinik gigi yang jeli menangkap peluang ini, bakalan sukses karena mampu mengisi kekosongan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan