Mohon tunggu...
Harfei Rachman
Harfei Rachman Mohon Tunggu... An Un-educated Flea

Aku, pikiran yang kamu takkan bisa taklukkan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kekerasan Seksual di Bintaro dan Tanda Tanya Besar RUU PKS

10 Agustus 2020   09:36 Diperbarui: 11 Agustus 2020   16:10 102 7 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kekerasan Seksual di Bintaro dan Tanda Tanya Besar RUU PKS
Ilustrasi: Thinkphotos via KOMPAS.com


Media Sosial Instagram tengah gempar. Kembali dengan tema yang sama, yakni berita pelecehan seksual. Sebelumnya, di platform lain yaitu Twitter juga sempat heboh karena kasus Gilang Eizan (Pelaku Kain Jarik) dan Youtuber Turah Parthayana yang disinyalir juga pernah melakukan pelecehan seksual saat di Rusia.

Kali ini cerita bermula dari postingan akun Instagram @amyfitria.s yang menyatakan dirinya yang pernah mendapat pelecehan seksual, kekerasan sekaligus teror dari seorang pria berinisial RI yang akrab disapa Gondes. Begini isi tulisan yang diunggah akun tersebut yang sudah saya artikan ke Bahasa Indonesia:

Sudah hampir setahun bagi saya akhirnya memberanikan diri untuk membicarakan peristiwa yang terus menghantui saya hingga hari ini. Sebelumnya saya telah melaporkan kasus ini ke polisi namun menurut hukum, saya tidak memiliki cukup bukti untuk memasukkan lelaki biadab ini ke penjara. Sehingga yang bisa saya lakukan hanyalah mengungkapnya. 

Gambar-gambar di atas berasal dari rekaman cctv dan semua data yang dikonfirmasi telah saya kumpulkan padanya. Tanpa basa-basi, ceritanya saya terbangun dengan apa yang saya yakini sebagai mimpi buruk terburuk yang terjadi seumur hidup saya.

Ibu saya berangkat kerja hari itu tanggal 13 Agustus, sekitar jam 9.30 pagi. Lalu terdengar seseorang  yang tampaknya dengan sengaja membangunkan saya dari tidur saya. Lalu saya melihat siluet tinggi meninggalkan kamar saya. Saya yang belum sadar dan kurang tidur langsung mengira itu @osamabineldam. Saya mengikuti orang ini ke tempat wardrobe saya, di mana dia bersembunyi di sudut ruangan. Ketika saya memasuki ruangan dan berbalik - saya kaget, saya sama sekali belum pernah melihat orang itu seumur hidup saya.

Bahkan sebelum saya sempat bereaksi, lelaki hina itu memukuli kepala saya beberapa kali dengan apa yang saya yakini itu adalah benda tumpul yang terbuat dari besi. Sampai-sampai kepala saya mengeluarkan darah lalu tumbang dan hampir tidak sadarkan diri di lantai dengan beberapa luka memar dari kepala sampai bahu saya. Lalu saya melihat dia memegang pisau dan saya memohon untuk tidak membunuh saya, namun lelaki ini mengatakan kepada saya untuk tetap diam dan terus menyerang saya secara seksual (Iya, memperkosa). Apa yang bisa saya lakukan? Saya tidak memiliki senjata, saya tidak punya kemampuan bela diri, dan darah di kepala saya masih mengalir membasahi hampir seluruh wajah saya.

Setelah selesai dia meninggalkan kamar saya, mengancam saya untuk tinggal di dalam. Saya yang panik segera mencari ponsel saya tetapi malah hilang, dan saya memilih bersembunyi di kamar mandi saya sampai saya yakin dia sudah pergi.

Lalu saya lari keluar segera setelah tidak ada tanda-tanda siapa pun di rumah saya dan mencari bantuan tetangga. Pada hari yang sama saya dikirim ke rumah sakit untuk diperiksa dan memberi laporan polisi, lalu  menurut mereka, saya masih kurang barang bukti. Pada hari yang sama juga  dia memutuskan untuk mengirimi saya pesan, pertama-tama mencoba meminta maaf kemudian sekali lagi mengancam saya karena dia "membiarkan saya hidup". Dia menggunakan VPN untuk meneror Instagram lamaku. Namanya Raffi Idzamallah, dengan nama Gondes. Tinggal di perkampungan belakang Permata Bintaro (sektor 9), dia hobi bermain skate. Lakukan apa yang Anda inginkan jika suatu hari bertemu dengannya, dan jika Anda ingin berbagi (menyebarkan cerita ini) Anda dipersilakan.

Selain itu, Amy juga menunjukkan wajah pelaku, foto pelaku saat terintai di CCTV, hingga kata-kata mesum dan gambar pornografi yang dituliskan oleh lelaki tersebut.

Mulai dari aktris Dian Sastro, Putri Marino, hingga Angga Yunanda memberikan dukungan moral kepada gadis bernama Amy tersebut karena mau membuka diri dari trauma yang dialami oleh Amy.

Penjara mungkin tidak bisa menjerat pelaku-pelaku kejahatan seksual yang masih berkeliaran di sekitar kita. Terlebih lagi stigma masyarakat yang masih menyalahkan korban ketimbang pelaku pelecehan seksual.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x