Mohon tunggu...
Harfei Rachman
Harfei Rachman Mohon Tunggu... Freelancer - An Un-educated Flea

Aku, pikiran yang kamu takkan bisa taklukkan.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Daya Magis Seorang Jack Nicholson

22 April 2018   22:26 Diperbarui: 23 April 2018   13:27 1376
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
courtesy by: gettyimages/LIFE

Bertepatan pada hari ini, 22 April 2018,  John Joseph Nicholson telah menginjak usia senjanya, yaitu 81 tahun. Sang Aktor kini sudah tak pernah bermain film sejak tahun 2010.  Hidupnya lebih sering dia habiskan di rumahnya, Beverly Hills, California. Terkadang, kita masih bisa melihatnya di pinggir lapangan basket STAPLES Center. Bersama anak lelakinya, Ray Nicholson, dia mendukung tim favoritnya tampil, Los Angeles Lakers. 

Selebihnya, kita tak pernah mendengarnya kabarnya lagi. Banyak yang bilang sang aktor sudah pensiun, selebihnya berkata daya ingat Jack sudah berkurang. Tak ayal, banyak film-film yang ditolaknya beberapa tahun terakhir, seperti Nebraska (2013), The Judge (2014), hingga All the Money in the World (2017).

Berbicara tentang awal kehidupan seorang Jack Nicholson, Dia lahir di Neptune City, New Jersey, Amerika Serikat. Dia dibesarkan oleh kedua orang-tuanya, bersama kedua kakak perempuannya. Hingga pada tahun 1974, majalah Time memberikan informasi mengejutkan, bahwa June Frances Nicholson yang selama ini dia anggap sebagai saudara perempuannya adalah Ibunya.  

Kakak keduanya, Lorraine adalah Bibinya, dan kedua orang-tua yang membesarkannya adalah Kakek dan Neneknya. Dan tidak hanya itu, jati-diri Ayahnya pun tak jelas. Jack pun tak ambil pusing, dan memilih tak ingin tahu lebih lanjut jati-diri Ayah biologisnya.

 Pada usia 17 tahun, Jack mencoba peruntungannya di Hollywood. Dia pun memulai kariernya sebagai pengantar pesan di MGM Cartoon Studio. Atas kerja-kerasnya, William Hannah dan Joseph Barbera selaku Pimpinan Departemen Animasi pun sempat menawarkan Jack  posisi sebagai animator. 

Namun dengan halus, Jack berkata dia tidak sama sekali tertarik sama bidang tersebut, dia hanya ingin menjadi seorang aktor. Lalu dia pun mengambil kelas akting dan pelan-pelan dia bermain di beberapa teater dan juga Opera Sabun di Televisi.  Lalu Jack memulai kariernya di film low-budget, The Cry Baby Killer. Tak hanya itu, Jack juga membintangi peran-peran film-film kelas B seperti The Little Shop of Horror dan The Terror. 

Dan selama itu pula dia bertemu dengan orang-orang yang berjasa dalam kariernya, seperti Roger Corman selaku produser dan lawan mainnya di The Terror yang kemudian menjadi Istri pertamanya, Sandra Knight. Hampir sepuluh tahun lamanya, Jack sempat putus-asa karena selalu bermain di film-film berkelas B, hingga akhirnya dia memilih banting setir menjadi penulis skenario. 

Dan di situlah, dia bertemu dengan Peter Fonda dan Dennis Hopper. Dan usaha Jack pun berbuah manis. Melalui produser Bert Schneider, dia ditawarkan menjadi salah satu pemeran pendukung dalam film tersebut. Dennis Hopper selaku Sutradara dan Pemeran Utama awalnya sempat menentang. Namun akting ciamik Jack pun membuat Hopper terkejut. Tak hanya itu, film itu mendapatkan review bagus dari kritikus film. Dan Jack Nicholson pun diganjar nominasi pemeran pendukung terbaik pertamanya pada Piala Oscar tahun 1970.

Lalu pada tahun 1970 juga karier Jack Nicholson mulai menanjak, bersama Bob Rafelson, dia bermain di film Five Easy Pieces. Disitu dia berperan sebagai seorang anak berjiwa pemberontak dari keluarga musisi, yang lebih memilih menjalani hidupnya seorang diri. Akting Jack pun kembali dipuji, dia mampu berperan di adegan kemacetan di jalan tol, dimana dia harus berteriak, dan membalas gonggongan anjing, kemudian bermain piano di atas sebuah truk hingga membuat seorang pramusaji sebal dan menjadi terdiam oleh aksinya. 

Namun dia sedikit emosional saat beradegan bersama aktor pemeran Ayah kandungnya dalam film tersebut. Bob Rafelson pun menganggap adegan itu sangat sulit, karena Jack sempat menolak untuk menangis di adegan tersebut. Di dalam adegan itu juga, Jack memainkan melodi karya Chopin, dan terdapat foto-foto masa muda sang Aktor. Hingga akhirnya, Jack kembali mendapat nominasi keduanya di Oscar, namun sebagai pemeran utama pria terbaik.


Setelah itu, Jack kembali bermain di film-film yang mengantarkannya ke puncak tertinggi dalam kariernya. Di The Last Detail, dia berperan sebagain anggota angkatan laut yang bertugas mengawal anggota juniornya yang menjadi tahanan, dan memberikan pelajaran-pelajaran penting  dalam hidup. Tak hanya di film itu, dia juga berperan sebagai detektif dalam film neo-noir terbaik yang disutradarai oleh Roman Polanski, Chinatown. Dalam kedua film tersebut, Jack pun berhasil mendapatkan piala-piala dalam ajang prestisius yaitu di Film Festival Cannes dan BAFTA.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun