Mohon tunggu...
Hardius Usman
Hardius Usman Mohon Tunggu... Dosen - Humanitarian Values Seeker in Traveling

Doktor Manajemen Pemasaran dari FEUI. Dosen di Politeknik Statistika STIS. Menulis 17 buku referensi dan 3 novel, serta ratusan tulisan ilmiah populer di koran. Menulis hasil penelitian di jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Mempunyai hobby travelling ke berbagai tempat di dunia untuk mencari nilai-nilai kemanusiaan.

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Menikmati Ketenangan di Kota Luzern

30 Juni 2020   08:12 Diperbarui: 1 Juli 2020   03:10 882
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kapellbrcke (Sumber: Koleksi Pribadi)

Tetapi kenyataannya, sekitar 9 juta wisatawan berkunjung ke kota ini setiap tahunnya, dengan rata-rata lama menginap sekitar 2 hari. 

Kenapa wisatawan harus menginap jika destinasi wisata cukup dikunjungi dalam sehari saja?

Kondisi ini dapat disebabkan karena Luzern merupakan 'kota transit' bagi wisatawan untuk berkunjung ke Mt. Titlis, gunung yang tingginya 3000 meter dan puncaknya ditutupi salju, yang merupakan destinasi utama wisatawan saat berkunjung ke Swiss. Jadi, agar waktu tidak 'termakan' dalam perjalanan dari kota lain, banyak wisatawan yang memilih menginap di Luzern.

Sekalipun demikian, tidak sedikit pula traveler yang datang ke Luzern dan tinggal dalam waktu yang cukup lama, memang ditujukan hanya ingin menikmati kota Luzern. Sebagaimana kota-kota di Swiss lainnya, harga apapun di Luzern juga tergolong mahal, tetapi kota ini menawarkan berbagai keindahan secara gratis. 

Kita hanya perlu datang ke sebuah restoran outdoor di tepi Sungai Reuss, memesan minuman atau cemilan, lalu duduklah di kursi yang tersedia yang dilengkapi payung besar. Dengarkanlah nyanyian sungai yang mengalun lembut bersama tarian alirannya yang begitu mempesona. 

Arahkan juga pandangan pada jembatan-jembatan yang melintas indah di atas sungai, dan bangunan-bangunan yang seakan berjenjang dengan latar belakang Gunung Pilatus dan Rigi. Penulis tentu dapat duduk di sini berjam-jam karena imajinasinya terangsang untuk segera dirangkaikan menjadi kata-kata.

Vierwaldstttersee (Sumber: Koleksi Pribadi)
Vierwaldstttersee (Sumber: Koleksi Pribadi)
Kita juga dapat duduk di tepi Danau Luzern untuk menikmati semilir angin yang menerpa wajah, sambil mendengar dendangan lagu burung di pepohonan. Kita juga dapat  menyaksikan kapal-kapal yang bergerak pelan di danau yang biru ini, dan kendaraan yang berlalu-lalang di atas jembatan yang melintas di atas danau. 

Di kejauhan kita juga dapat memandang barisan bangunan khas yang terletak di bukit. Panorama akan semakin indah saat mentari masuk ke peraduannya. Bayangkan berapa karya tulis yang dapat dihasilkan penyair di tempat ini, dan berapa lukisan akan terekspresi oleh pelukis dalam kanvasnya.

Wisata memang tidak selalu berarti mengunjungi objek wisata yang telah masyur, tetapi tergantung pada tujuan wisata yang akan dilakukan. 

Kota ini tidak menyediakan banyak destinasi wisata yang monumental, berbalut sejarah besar atau karya seni yang 'wow'. Kota ini hanya bersahabat dengan alam, dan alam yang menyediakan karya-karyanya untuk dapat dinikmati manusia. Kota ini merawat alam dengan baik sehingga alam merawat kota ini dengan baik pula.

Kota ini mengeluarkan dana besar untuk menjaga alamnya, dan alam mengembalikan dana itu dalam jumlah lebih besar. Alam inilah yang memanjakan wisatawan dengan berbagai pagelarannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun