Mohon tunggu...
Hardius Usman
Hardius Usman Mohon Tunggu... Dosen - Humanitarian Values Seeker in Traveling

Doktor Manajemen Pemasaran dari FEUI. Dosen di Politeknik Statistika STIS. Menulis 17 buku referensi dan 3 novel, serta ratusan tulisan ilmiah populer di koran. Menulis hasil penelitian di jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Mempunyai hobby travelling ke berbagai tempat di dunia untuk mencari nilai-nilai kemanusiaan.

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Menikmati Ketenangan di Kota Luzern

30 Juni 2020   08:12 Diperbarui: 1 Juli 2020   03:10 882
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kapellbrcke (Sumber: Koleksi Pribadi)

Kota ini dalam bahasa Prancis dinamakan Lucerne, dalam bahasa Italia disebut Lucerna, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Luzern.

Kota terpadat di Swiss bagian tengah ini dihiasi oleh ketenangan Danau Luzern atau orang Swiss menyebutnya dengan Vierwaldstttersee, kesejukan Sungai Reuss, dan keindahan Gunung Pilatus dan Rigi, yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen. 

Luzern menawarkan beberapa destinasi wisata yang menjanjikan keindahan dan keunikan bagi wisatawan. Destinasi favorit wisatawan adalah Jembatan Kapel atau disebut Kapellbrcke, yang merupakan salah satu landmark kota Luzern.

Jembatan yang melintas di atas Sungai Reuss ini terbuat dari kayu peninggalan abad ke-14. Bayangkan sebuah jembatan kayu tetap 'awet muda' setelah ratusan tahun berdiri.

Di tengah-tengah jembatan ini berdiri Wassertrum, yang merupakan menara air tradisional. Menara setinggi sekitar 34 meter ini mempunyai kamar-kamar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dokumen dan barang-barang berharga di zaman dulu.

Wisatawan juga dapat mengunjungi Patung Lowendenkemal atau dikenal juga dengan nama 'The Dying Lion of Luzern'. Patung yang merupakan ikon Kota Luzern ini menyimbolkan keberanian tantara Swiss dalam mendukung Raja Perancis pada Revolusi Perancis. 

Di sebelah Patung Lowendenkemal terdapat sebuah tangga yang bisa mengantar kita ke Geltschergarten, atau Glacier Garden, yang merupakan sebuah goa batu yang menyimpan glacier yang berumur ribuan tahun. Di lokasi yang tidak jauh dari 'patung singa' itu, berdiri dengan megah Hofkirche St. Leodegar atau Gereja St. Leodegar. 

Gereja katolik Roma yang terletak di tepi Danau Luzern ini dibangun pada tahun 1633. Sebelumnya di lokasi ini berdiri Roman Basillica yang terbakar pada tahun yang sama. Letak gereja yang berada di tanah yang 'agak tinggi', membuat menara-menara gereja dapat terlihat bahkan dari seberang danau. 

Di area old town ini, Luzern juga menyediakan pusat perbelanjaan yang menggelar berbagai produk, dari suvenir hingga barang-barang bermerek. Kita juga bisa menikmati pasar tradisional digelar di sepanjang Sungai Reuss.

Pasar yang terdiri dari tenda-tenda itu menjual kebutuhan pokok, buku, barang-barang antik, dan aneka bunga. Sayangnya pasar ini dibuka  hanya setiap hari Sabtu pagi.

Sungai Reuss (Sumber: Koleksi Pribadi)
Sungai Reuss (Sumber: Koleksi Pribadi)
Semua destinasi wisata yang disediakan kota Luzern ini sesungguhnya cukup dijelajahi wisatawan dalam sehari. Kalau wisatawan menginap di daerah yang dekat dengan kota ini, dapat saja 'pulang-hari' alias tidak perlu menginap. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun