Mohon tunggu...
Dian Chandra
Dian Chandra Mohon Tunggu... Penulis - Arkeolog mandiri

Hanya seorang arkeolog nganggur yang doyan makan dan Istri Pak Hen.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Temu | Puisi Dian Chandra

8 September 2022   21:05 Diperbarui: 8 September 2022   21:22 79 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

orang orang terlatih
mereka letih
usai menggarap harapan harapan rajanya

sedang di depan terbentang kekosongan makanan
-- hanya buah maja yang tersisa
ia telah ditinggalkan kawanan burung
yang sibuk pulang

buah maja itu tak membikin selera
namun perut orang orang itu
mengadu melulu

maka makanlah, makanlah, makanlah
dengan cara paling lapar
serupa kuasa masa depan
di tangan raden wijaya

lalu jadilah pertemuan judul
dari pahitnya maja
: majapahit
seolah olah kutukan kuasa
yang paling pahit

Toboali, 31Mei 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan