Mohon tunggu...
Hanvitra
Hanvitra Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus Departemen Ilmu Politik FISIP-UI (2003). Suka menulis, berdiskusi, dan berpikir.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Penulis India Merambah Dunia

20 Juni 2019   08:00 Diperbarui: 20 Juni 2019   20:50 0 15 0 Mohon Tunggu...
Penulis India Merambah Dunia
Gambar oleh Rawpixel dari Pixabay

India bukan cuma terkenal dengan film-film "Bollywood"-saja. Kini India adalah calon raksasa ekonomi baru di dunia. Dengan pertumbuhan hampir tujuh persen per tahun, India memasuki babak baru dalam ekonomi.

Namun sebenarnya India lebih dari itu. Di bidang intelelektualisme dan sastra, India banyak melahirkan banyak penulis fiksi maupun non-fiksi.  Banyak penulis India di berbagai negara di dunia menulis novel tentang negara asal mereka, seperti Amartya Kumar Sen, Amitav Acharya, Vandana Siva, Arundhati Roy, dan Jhumpa Lahiri.

Jhumpa Lahiri, seorang penulis India berkewarganegaraan Amerika, menulis sebuah novel berjudul Interpreter of Maladies yang meraih hadiah Pulitzer tahun 2000. Ia merupakan perempuan India pertama yang memperoleh hadiah tersebut.

Selain itu ada Salman Rushdie yang pernah mendapat fatwa hukuman mati oleh Imam Khomenei karena menulis dan menerbitkan novel The Satanic Verses yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Namun karya Rushdie bukan cuma itu. Ia juga pernah menerbitkan novel Midnight's Children yang memperoleh penghargaan "Booker of Bookers" sebagai buku terbaik yang dari semua buku yang pernah memperoleh penghargaan tersebut.

Di bidang non-fiksi, salah-satu penulis India adalah Amartya Sen yang menerbitkan banyak buku dan artikel dalam ilmu ekonomi. Amartya Sen adalah seorang profesor ekonomi yang pernah mengajar di Harvard. Pandangan Sen bahkan sangat humanis berbeda dengan ekonom-ekonom Barat lainnya. 

Dalam bukunya Development as Freedom, Sen mengkritik kapitalisme global dan liberalisme ekonomi. Pembangunan ekonomi haruslah dibarengi dengan pemberian hak-hak politik dan akses ke sumber-sumber daya dan fasilitas publik. Sen memperoleh penghargaan The Bank of Sweden Prize in Economics Sciences pada 1998 untuk karya-karyanya itu.

Selain Amartya Sen, ada Jagdish Bhagwati dan banyak intelektual India lainnya. Mengapa India bisa melahirkan banyak penulis? Padahal kita tahu, India pernah terpuruk menjadi negara termiskin di dunia. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan budaya India itu sendiri.

Pertama, India adalah negara yang kaya dengan sejarah dan sastra. Kita bisa menyebutkan salah-satu pengarang India kuno, Walmiki, yang menulis Mahabharata yang termasyhur itu. 

Selain itu, pengarang-pengarang India banyak melahirkan karya sastra bermutu. India adalah negara berperadaban sama halnya dengan China. Peradaban India sudah terkenal sejak berabad-abad lampau. Ilmuwan-ilmuwan India pada masa lampau telah menemukan angka nol  yang kemudian diteruskan peradaban Islam ke peradaban Barat.

Kedua, budaya literasi hidup di India. Berkat dijajah Inggris, banyak orang India yang pandai berbahasa Inggris. Sekitar 20 juta rakyat India berbahasa Inggris aktif. India menjadi pasar buku yang menjanjikan. Minat baca masyarakat India cukup tinggi. Bahkan koran dan majalah masih dibaca masyarakat India. Mereka belum terlalu terpengaruh internet.

Riset yang dilakukan National Opinion Poll World (NOP World) menunjukkan bahwa India menempati urutan teratas dalam hal menggunakan waktu untuk membaca. Dari riset terhadap 30.000 orang berusia 13 ke atas yang bermukim di wilayah perkotaan di 30 negara, orang India rata-rata menghabiskan waktu 10,7 jam per minggu untuk membaca. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x