Hans Panjaitan
Hans Panjaitan karyawan swasta

kecebong

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

PSG Tersingkir, Neymar Lolos

7 Maret 2018   14:54 Diperbarui: 7 Maret 2018   15:06 1332 0 0
PSG Tersingkir, Neymar Lolos
Image result for psg-real madrid/www.goal.com


Dini hari tadi (7/3) Paris Saint Germain (PSG) terjungkal di kandang sendiri. Dihajar Real Madrid dengan skor 1-2 pula. Ini makin melukai PSG yang membidik kemenangan telak, minimal 2-0 atas Real Madrid, guna menambal kekalahan mereka sewaktu bertamu ke Santiaogo Bernabeu, markas real Madrid. Dengan kekalahan ini, PSG tersisih secara meyakinkan dari ajang Liga Champions karena kalah agregat 2-5 dari Real Madrid. 

Mimpi klub elite Kota Paris ini untuk meraih Piala Champions untuk pertama kali pun sirna.  Mengenaskan, padahal mereka telah melakukan banyak hal, termasuk memboyong Neymar Jr dari Barcelona dengan harga yang "tidak wajar", 222 juta euro atau sekitar Rp 3,5 triliun, demi meraih impian semua klub di Eropa: memboyong Piala Champions.

Nasser Ghanim Al-Khelaifi, pemilik PSG memang sangat berambisi  melihat klubnya itu merajai Eropa. Menjuarai Liga Champions, tentu menjadi pembenaran untuk itu. Maka konglomerat asal Qatar ini tidak segan-segan menggelontorkan banyak uang untuk mendatangkan pemain berkualitas, termasuk Neymar dari Barcelona, dan Kylian Mbappe yang dipinjam dari AS Monaco.

Dan sejauh ini, hasil dari pembelian Neymar sudah terlihat pada musim perdananya di Paris. PSG sangat mendominasi Liga Perancis. Hingga pekan ke-28, PSG tetap keukeuh di puncak klasemen sementara dengan nilai 74. Anak-anak asuh Unai Emery ini unggul 14 poin dari peringkat kedua AS Monaco. Yang lebih meyakinkan adalah Neymar telah mencetak 19 gol untuk klubnya dalam pertandingan Ligue 1 Perancis. Anggota timnas Brasil ini hanya terpaut 5 gol dari seniornya, Edinson Cavani, yang hingga kini sudah membukukan 24 gol, dan menjadi top skorer Ligue 1 hingga pekan  ke-28 ini.

Dengan segala pencapaian ini, maka sangat wajar apabila banyak yang menaruh harapan pada Neymar untuk mencapai impian terbesar klub, yakni Piala Champions. Segalanya seolah berjalan mulus ketika PSG melaju hingga babak perdelapan final, namun harus menghadapi tembok kokoh, yakni Real Madrid. 

Betul saja, pada leg 1 di markas Real Madrid, Neymar dkk ditaklukkan Cristiano Ronaldo cs dengan skor 3-1. Tak masalah, sebab masih ada leg kedua di kandang PSG. Secara hitungan, bagi tim sekelas PSG yang memiliki Cavani, Neymar dan Mbappe, tidak terlalu berat menyarangkan 2 gol tanpa balas ke gawang Keylor Navas di Parc des Princess, di hadapan pendukung sendiri.

Apalagi kalau mau sedikit bernostalgia, bukankah PSG pernah membungkam tim terbaik dunia, Barcelona, dengan skor 4 - 0 di Parc des Princess pada leg 1 Liga Champions 2016/2017 yang dihelat pada 15 Februari 2017 silam? Memang akhirnya PSG kedodoran pada leg ke-2 di Camp Nou (9 Maret 2017), karena Andreas Iniesta  dkk balik menghantam PSG dengan skor 6-1. 

Uniknya Neymar kala itu menjadi bagian dari Barcelona yang turut membantai PSG yang akhirnya tersingkir dari Liga Champions 2017 karena kalah agregat 5-6 dari Barcelona. Mestinya semangat juang saat menghempaskan Barcelona 4-0 itu tetap membara di dada setiap penggawa PSG ketika menghadapi Real Madrid di Parc des Princess, terlebih sudah ada tambahan tenaga dahsyat dari Neymar dan Mbappe.

Namun apa daya, PSG punya berencana, namun cedera jua yang menentukan. Dua pekan sebelum laga hidup-mati di babak delapan besar Liga Champions itu, Neymar, sang pemain yang menjadi tumpuan harapan itu, terkapar dalam lanjutan Ligue 1 ketika menghadapi Olympique Marseille. Cedera kali ini agaknya cukup serius, sebab bintang timnas Brasil itu diprediksi tidak bisa bermain selama beberapa pekan. 

Bahkan dia harus absen hingga musim 2017/2018 ini tamat. Yang lebih mengerikan bagi negaranya, Brasil, adalah apabila pemuda yang kini berusia 25 tahun itu pun belum pulih 100% hingga Piala Dunia 2018 Rusia bergulir mulai pertengahan Juni 2018 nanti.

Bahwa PSG harus mengubur mimpi lebih dini di ajang Liga Champions, sudah menjadi kenyataan yang tidak bisa dibalik. Musnah sudah impian bos PSG, Nasser Ghanim Al-Khelaifi, untuk meraih impiannya di tahun ini. Pembelian besar-besaran untuk meraih cita-cita besarnya itu kandas, karena Neymar cedera, justru hanya beberapa hari sebelum laga penting itu dilaksanakan.

Menyesalkah Nasser Ghanim Al-Khelaifi? Soal pembelian Neymar mungkin tidak, sebab baginya uang sebesar Rp 3,5 triliun untuk membeli Neymar, bukan apa-apa. Bahkan dia pernah menyebutkan nilai itu masih tergolong kecil. Soal Piala Champions, dia harus sabar menunggu hingga musim depan lagi ketika Neymar sudah pulih. Itu pun kalau Neymar tidak cedera lagi, atau tidak hengkang ke Real Madrid yang mulai memanas-manasi Neymar supaya berlabuh di Madrid, bila ingin nama dan prestasinya melambung di Eropa dan dunia.

Bagi Neymar sendiri, cederanya kali ini mungkin jadi berkah tersendiri. Andaikan dia tidak cedera dan bermain pada leg ke-2. Kalau PSG lolos, Neymar akan jadi pahlawan. Kalau kalah dan tersingkir seperti saat ini, bisa-bisa dia akan jadi bahan olok-olok netizen. PSG tersingkir, tetapi Neymar lolos dari bullying.