Mohon tunggu...
Hansen Junhakim
Hansen Junhakim Mohon Tunggu... Mahasiswa - Trisakti School Of Management (TSM)

Inovasi membedakan antara seorang pemimpin dengan seorang pengikut.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Moral Seorang Pemimpin: Perlukah ?

9 Oktober 2021   16:08 Diperbarui: 9 Oktober 2021   16:30 788
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebagian besar dari kita pasti akan bertanya-tanya apa itu moral,  mungkin sebagian besar dari kita pernah mengunakan kata itu seperti : dia pemimpin yang tidak bermoral, dia orang yang gak bermoral ketika melakukan kejahatan, ketika seseorang melakukan kebaikan maka kita akan berkata, orang itu bermoral sekali karena membantu orang lain dan sebagai nya. 

Namun dalam memimpin sebuah perusahaan, bisnis, grup atau organisasi perlukah moral itu baik untuk diri sendiri dan bagi seorang pemimpin seperti judul topik kita hari ini.

Secara sederhana moral pemimpin menurut Ricard L. Daft, moral pemimpin adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dari yang salah dan melakukan yang benar; mencari keadilan, kejujuran, dan kebaikan dalam praktik kepemimpinan. 

Ketika pemimpin mampu untuk mencari keadilan dan melakukan Tindakan yang benar atas bawahannya maka dia seorang pemimpin yang bermoral. 

Jika seseorang itu bermoral maka dia beretika karena dia melakukan suatu Tindakan sesuai dengan aturan dan prinsip yang ada dilingkungannya.

Bedasarkan artikel  dalam kompasiana yang ditulis oleh Yupiter Gulo, terdapat beberapa cara sederhana untuk mengetahui apakah seorang pemimpin itu bertindak secara bermoral atau tidak, yaitu :

  • Mampu untuk berbicara dan menjujung tinggi akan prinsip moral.
  • Berfokus pada hal yang benar, terkait semua yang terlibat.
  • Menetapkan sikap sebagai contoh.
  • Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain.
  • Menghilangkan rasa takut serta membuang hal yang tidak penting.
  • Membangun dan mengkomunikasikan aturan-aturan dan etika.
  • Tidak memberikan ampun terhadap tindakan-tindakan yang melanggar etika.
  • Memberikan reward untuk orang yang mengikuti etika.
  • Memperlakukan orang dengan keadilan, kehormatan, dan saling menghargai.
  • Melakukan hal yang benar, meskipun tidak ada orang lain yang sedang melihat.

Dari keseluruhan itu penting untuk kita ketahui bahwa dengan bermoralnya seorang pemimpin mak dia mampu untuk berpikir secara etis dan beretika  sehingga keputusan dan arahan yang dibuat olehnya efektif dan bermoral, karena setiap Tindakan yang akan dilakukan oleh seorang pemimpin akan menjadi cerminan bagi setiap orang didalam perusahaan atau organisasinya, dengan kata lain pemimpin menjadi panutan bagi bawahannya.

Secara tidak sadar kita juga kita belajar bahwa bermoral tidak hanya untuk seorang pemimpin tetapi juga untuk diri sendiri, justru kita sebagai individu harus bermoral karena dengan bermoral itu menjadikan kita sebagai seorang yang berprinsip dan beretika baik dalam lingkungan kerja ataupun organisasi. 

Hasilnya kita dinilai dengan baik oleh keluarga, teman, perusahaan dan orang lain, menjadi keuntungan yang tiada henti bagi seorang yang telah dicap dengan baik oleh lingkungannya.

Akhir kata, perlukah seorang pemimpin itu memiliki moral. Tentu saja seorang pemimpin harus bermoral karena coba kita pikirkan kembali bagaimana jadinya jika seorang pemimpin yang tidak bermoral itu memimpin kita atau suatu perusahaan dengan tidak etis, beretika dan bermoral. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun