Mohon tunggu...
Hanny Lubaba
Hanny Lubaba Mohon Tunggu... A Full-time Learner

a random writer and currently studying science management

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Peluang Naiknya Bisnis "Self-care Beauty" di Tengah New Normal

24 Juli 2020   22:02 Diperbarui: 13 Januari 2021   09:26 270 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peluang Naiknya Bisnis "Self-care Beauty" di Tengah New Normal
Sumber: McKinsey & Company

Pandemi covid-19 memberikan banyak sekali perubahan, terlebih perubahan pada gaya hidup. Gaya hidup di era new normal berubah menjadi lebih mengutamakan kebersihan diri, membatasi jarak saat bertemu dengan orang serta mengurangi aktifitas diluar rumah dengan melakukan "Work From Home" bagi para pekerja dan juga "Home Learning" bagi para pelajar.

Keadaan semacam ini tentu memberikan banyak sekali pengaruh. Tidak sedikit yang merasa cemas dan khawatir jika keadaan seperti ini terus terjadi. Banyak sekali masyarakat yang harus mengalami penurunan pendapatan bahkan kehilangan sumber pendapatan akibat terganggunya arus permintaan dari pasar. Terlebih bagi pelaku bisnis berbasis offline yang menggantungkan pendapatan mereka dari kegiatan di luar rumah setiap harinya. 

New normal yang ditetapkan oleh pemerintah membuat para pelaku bisnis berpikir dan bergerak cepat untuk mentransformasi bisnis mereka agar tetap survive ditengah sulitnya ekonomi. Berbagai pelaku bisnis berbondong-bondong mengganti produk apa yang akan dijual dan dibutuhkan saat ini. Tidak sedikit yang berbalik arah dari penjual makanan berganti menjadi penjual masker serta alat pelindung diri, dari penjual pakaian berubah menjadi penjual makanan sehat ataupun obat dan tanaman herbal. Semua tengah berlomba mencari peluang untuk tetap bertahan dalam ekonomi juga menghindari kemungkinan adanya PHK karyawan. 

Berbanding terbalik dengan banyaknya bisnis yang mengalami penurunan akibat pandemi ini, bisnis "self-care beauty" justru mengalami penjualan yang cukup tinggi pada beberapa produknya. Data McKinsey menunjukkan bahwa ditengah adanya pandemi covid-19 ini, produk bodycare seperti bodywash, soap dan lotion masih mendapatkan angka penjualan yang cukup besar mencapai 44 juta dari penjualan eceran. Selain itu, produk hair care dan skincare pun menjadi produk yang juga mengalami penjualan cukup tinggi.

Penerapan pembatasan kegiatan di luar rumah menjadi faktor utama penyebab tingginya angka penjualan tersebut, dengan menghabiskan seluruh kegiatan di dalam rumah membuat orang-orang menjadi lebih terfokus pada perawatan diri (badan) daripada item lainnya.Hal ini pun sejalan dengan data dari McKinsey diatas yang menunjukkan kecilnya angka penjualan beauty-product dari kosmetik, beauty tools ataupun accessories, item-item yang kebanyakan hanya dipakai saat hendak berkegiatan di luar rumah.

Fenomena semacam ini tentu dapat dijadikan sebagai kesempatan memulai bisnis, berinovasi dalam produk dan juga melakukan pemasaran dengan lebih luas. Pelaku bisnis yang saat ini mungkin belum memulai bisnis bisa segera bergerak cepat memulai menjual produk yang dibutuhkan oleh konsumen seperti bodycare, skin care ataupun hair care agar bisa memanfaatkan momentum dengan baik.

Sedang bagi para pelaku bisnis yang sebelumnya sudah berkecimpung menjual produk bodycare, hair care ataupun skincare bisa menambah atau merubah strategi pemasaran menjadi lebih masif dan efektif sesuai dengan keadaan yang dialami oleh masyarakat saat ini atau bahkan bisa mentransformasi produk mereka menjadi produk yang lebih higienis dan ramah lingkungan, sesuai dengan kondisi ditengah covid-19 yang memaksa semua orang untuk lebih menjaga kebersihan diri. Keadaan ekonomi yang dipenuhi ketidakpastian menuntut semua orang khususnya para pelaku bisnis untuk lebih cermat dalam mencari peluang dan membaca pasar. Dalam situasi yang serba sulit seperti ini, tidak ada yang bisa dilakukan selain terus berusaha survive dan bergerak dengan cepat.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x