Mohon tunggu...
Hanna Nurul
Hanna Nurul Mohon Tunggu... Mahasiswa - -

-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Lavender Aromaterapi Dapat Meningkatkan Produksi Asi dan Menurunkan Tingkat Nyeri pada Ibu Post Partum

15 Oktober 2022   21:12 Diperbarui: 15 Oktober 2022   21:18 202
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

ASI eksklusif adalah pemberian makanan atau minuman pada bayi selama enam bulan pertama dari Air Susu Ibu (ASI) tanpa adanya makanan tambahan lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kandungan dalam ASI menjamin status gizi pada bayi agar terhindar dari penyakit infeksi berupa diare, infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah dan otitis media (Kemenkes RI, 2014). 

Dalam Riskesdes pola menyusui dikelompokan menjadi tiga kategori yaitu yang pertama menyusui eksklusif dimana tidak memberi bayi makanan atau minuman tambahan, kedua menyusui predominan yaitu manyusui bayi tetapi pernah memberikan sedikit air atau minum seperti air mineral, air teh, sebagai makan/minuman prelakteal sebelum ASI keluar, ketiga menyusui persial yaitu manyusui bayi dengan ASI diselingi dengan makanan lainnya (Kemenkes RI, 2014). 

Dari data UNICEF tahun 2013, meyebutkan bahwa 32,6% dari 136,7 juta bayi lahir di seluruh dunia pembeian ASI eksklusif. 

Sedangkan di negara berkembang hanya 39% ibu yang memberi ASI eksklusif pada enam bulan pertama. Di Indonesia provinsi tertinggi pada tahun 2017 yaitu Provinsi DI Yogyakarta dengan presentase 73,04% dan terendah pada Provinsi Gorontalo dengan presentase 24,96% (Susenas, 2016).

Pada masa postpartum, ibu merasakan nyeri saat menyusui sehingga kebutuhan bagi bayinya terhambat, serta ASI eksklusif tidak dapat dilakukan dengan baik. Salah satu cara pengobatan yang aman dan efektif dapat dilakukan dengan cara terapi komplementer.

Terapi komplementer merupakan pengobatan yang dilakukan dengan tujuan melengkapi pengobatan medis konvensional dan bersifat rasional sehingga tidak bertentangan dengan nilai hukum kesehatan di Indonesia (Rufaida et al., 2018). 

Terapi komplementer juga dikenal dengan terapi pengobatan gabungan dari tradisional dan modern. Terminologi ini dikenal dengan sebagai terapi modalitas atau aktivitas yang menambahkan pendekatan ortodoks dalam pelayanan kesehatan. 

Pengobatan secara holistik mempengaruhi individu secara menyeluruh untuk mengintegrasikan pikiran, badan dan jiwa dalam kesatuan fungsi. Klasifikasi terapi komplementer yaitu mind-body therapy, pelayanan biomedis, terapi biologis, terapi manipulatif dan terapi energi. 

Dalam pemberian terapi komplementer. Dalam pemberian terapi komplementer perlu kita ketahui bahwa setiap klasifikasi memiliki tujuan dan cara pemberian berbeda-beda. Masa postpartum merupakan masa dimana ibu merasakan nyeri hebat sehingga membutuhkan relaksasi dalam mengurangi nyeri yang dirasakan. Hal itu dapat di implementasikan dengan menggunakan cara terapi komplementer berupa pemberian aromaterapi (Widyatuti, 2012) 

Salah satunya adalah aromaterapi Lavender memberikan efek yang signifikan kepada setiap wanita dalam kualitas tidurnya. Tidak hanya itu saja, efek dari wanginya menimbulkan relaksasi pada sistem saraf pusat di hipotalamus yang berfungsi menghasilkan hormon oksitosin.

Efek dari relaksasi pada sistem saraf pusat dapat meningkatkan produksi ASI. Penggunaan oil sangat popular dikalangan masyarakat sehingga salah satu terapi komplementer untuk memperlancar produksi ASI dapat menggunakan aromaterapi yang sesuai dengan kondisi serta khasiatnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun