Mohon tunggu...
Hanna Chandra
Hanna Chandra Mohon Tunggu...

Bernafaslah selagi gratis, tersenyumlah selagi tiada larangan

Selanjutnya

Tutup

Catatan Pilihan

Kompasianers, Belajarlah Menghargai Kerja Admin

20 November 2014   14:28 Diperbarui: 17 Juni 2015   17:19 13 0 0 Mohon Tunggu...

Tulisan ini saya buat, sekaligus menjadi bagian nazar saya....ya..ya...ya, tanpa terasa dalam tulisan ke 51 kemarin “Begini cara kreatif.....” akun saya mendapat ganjaran terverifikasi. Memang terasa hal biasa buat yang lain, tetapi bagi saya ini cukup mengejutkan. Apa pasalnya? Seperti kita ketahui bersama, admin sedang sibuk-sibuknya mengurus acara bergengsi tahunan Kompasianival 2014. Bukan saja harus menyiapkan materi acara, menilai siapa saja kompasianers yang layak terpilih sebagaimana kategori yang ada, juga pekerjaan rutin menyeleksi ribuan (barangkali?) tulisan yang masuk apakah layak mendapat Highlight, HL, TA, maupun FA.

Tidak seperti biasanya juga ketika ada kers yang akunnya tidak terverifikasi sekian lama, hal yang dianjurkan beberapa rekan adalah membuat artikel kepada admin agar diperhatikan dan segera ada kepastian akunnya terverifikasi. Bagi saya sebaliknya, justru ketika akun saya terverifikasi menjadi kewajiban saya menyampaikan terima kasih untuk perhatian admin ditengah sederet kesibukan dan saya mencoba menyampaikan dalam tulisan ini.

Memang sih, saya pernah menyampaikan beberapa kali dalam komentar, tetapi ketika belum ada jawaban maka saya mencoba bersabar, bersabar lagi dan menunggu sampai akhirnya akun saya terverifikasi, hore...thanks admin!

Pernah sekali peristiwa saya dikomplain dalam tulisan, mengapa akunnya tidak terverifikasi? Apakah akun saya abal-abal, aspal, atau dalam bahasa ngilmiah pseudonim? Apakah saya tidak berani menyertakan KTP atau identitas yang setara agar memperoleh status terverifikasi? Dalam hati saya bergumam (meski tanpa marah-marah dan melakukan aksi balasan) “Enak aja Loe ngomong sa' enak udele, emang Gue mau begini, rasain coba kalo Loe yang begitu, emang enak?” (wkwkwkwkwk).

Okelah kembali ke topik, melihat selalu ada saja komplain terhadap admin, saya ingin mengajak rekan-rekan kompasianers belajar menghargai kerja admin. Mengapa? Kalau kita tidak bisa menghargai kerja orang lain, sebaliknya hal yang sama juga akan kita alami. Dalam salah satu komentar saya, kembali saya mengutip alasan menghargai kerja admin sebagai berikut:

Sebagai yang dipercayakan mengatur lalulintas di Kompasiana, admin seharusnya dipandang sebagai pemilik kuasa penuh dalam menetapkan kriteria dan memilih (tanpa perlu berhutang penjelasan), siapa saja yang tulisannya layak diganjar Highlight, HL, TA maupun FA”.

Sebagai pengguna jasa kompasiana (yang masih gratisan) seharusnya kita tunduk pada ketentuan dan aturan main yang ditetapkan admin baik tertulis maupun tidak, baik tersurat maupun tersirat”. Dengan protes, bisa diasosiasikan kita tidak tunduk.

Bayangkan, misalnya seseorang (pemilik saham kompasiana) mempunyai lapangan bola, lalu dia menunjuk beberapa orang kepercayaannya (admin) untuk mengatur siapa saja pemain yang boleh masuk dan berlaga lalu berwenang untuk memilih yang terbaik, bolehkah pemain protes sana sini, ini itu dsbnya, kenapa si anu yang dipilih, kenapa harus 'saingan' saya, kenapa bukan teman saya, kenapa bukan saya sendiri? (hahahaha). Jangan lupa, posisi kita adalah pemain yang boleh masuk sesuka hati kita dan boleh keluar kalau tidak suka, dengan melakukan aksi protes sama saja kita menempatkan diri setara bahkan di atas kewenangan admin. Terbayangkah bila yang terjadi demikian, kacau bukan? Sebagai pengguna jasa, seharusnyalah kita tunduk pada ketentuan admin!

Saya ingin memberikan sedikit masukan bagi admin, sebagai penyelenggara janganlah sampai goyah iman (stres) karena protes kers, sebaliknya protes (jika ada) menjadikan admin semakin terpacu untuk menilai secara ketat dan objektif, mana saja tulisan yang layak diganjar predikat Highlight, HL, TA maupun FA. Kemajuan kompasiana sesungguhnya bukan saja peran penulis, tetapi dengan penyaringan yang semakin ketat dan kritis, admin menjadi bagian terdepan keberhasilan kompasiana dari waktu ke waktu.

Akhir kata, yuk kita belajar menghargai admin, yuk kita belajar menulis makin baik. Jika tulisan kita belum diberi ganjaran, jangan kecewa, cobalah menulis kembali lagi dan lagi, niscaya dengan ketekunan, tulisan kita semakin baik dan tidak mustahil terpilih/dilirik admin.

Salam hormat saya disertai ucapan terima kasih buat mas-mas admin yang ganteng berklimis dan kasep, juga mbak-mbak mimin yang kinyis-kinyis dan cantik geulis, salam buat tim IT, tolong donk kapan K nya lancar diakses dan gak pake lemotty (wkwkwkwkwk). Sukses selalu buat Kompasiana!

Selamat pagi Indonesia

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x