Mohon tunggu...
Hani yuliana
Hani yuliana Mohon Tunggu... Pengusaha Rak bunga besi, pagar, kanopi, teralis, folding gate

Jika kamu mencintai hidup, jangan buang waktumu, karena waktu adalah bagian dari hidup

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

SIDOGIRI, Bukan Hanya Tentang Pesantren Besar Tapi Juga Geliat Bank Sampah lewat Bumdes

1 Februari 2021   20:55 Diperbarui: 5 Februari 2021   16:29 213 19 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
SIDOGIRI, Bukan Hanya Tentang Pesantren Besar Tapi Juga Geliat Bank Sampah lewat Bumdes
Bu kades, yudi, warga dan petugas sampah. Menimbang

Sidogiri, sebuah nama desa di kecamatan  Kraton kabupaten Pasuruan, yang sudah terkenal karena pesantren besar. Ada 13 ribu santri di sana, hampir 3 kali lipat jumlah penduduk yang hanya sekitar 5 ribu an. 

Terbayang betapa padat bila semua turun ke jalan. Banyaknya jumlah penduduk sementara dan menetap itu menimbulkan satu persoalan tersendiri, yakni sampah. Pengelolaan sudah ada, tetapi hanya sebatas penarikan untuk dibuang ke TPS oleh petugas pengambil sampah. Iuran antara 10 sampai 15 ribu per kk, sementara pesantren hingga 200 ribu karena volume yang banyak dalam satu bulan.

Tidak ada masalah sebetulnya, namun warga sering merasa jengkel karena sampah yang tidak sempat diambil. Sementara petugas sampah beralasan kualahan karena sampah yang terlalu banyak, sehingga armada angkut sering kehabisan waktu untuk bisa melayani seluruh warga.

Berdasarkan persoalan itulah, akhirnya Anis Hidayatie, relawan lingkungan hidup dan Yudi dari Bumdes sepakat mengadakan Bank Sampah.

Pertama, untuk mengurangi volume sampah yang harus diangkut setiap hari. Lewat bank sampah jumlah sampah yang harus dibuang dipastikan berkurang, karena tinggal sisa makanan saja.

Kedua, untuk memberi motivasi kepada masyarakat agar bersedia memilah dan mengumpulkan sampahnya di rumah dahulu, untuk sampah yang bisa dijual. Lalu nanti Bumdes lewat bank sampah akan membeli sampah warga itu.  

2 alasan itulah yang melatar belakangi pembentukan bank sampah di desa kami, Sidogiri untuk membentuk bank sampah. Dan, hingga hari ini sudah satu bulan kegiatan dilakukan. Penimbangan dan pencatatan.

Bumdes ( Badan usaha milik desa ), di beri tugas oleh Kepala desa Sidogiri ali maki dan Bu Kadesnya dewi Rodeyah, selaku Ketua Tim Penggerak PKK untuk sosialisasi dan memberi edukasi ke warga. Bagaimana cara memilah sampah agar bisa dijadikan uang.

Dan untuk mengurangi pengangkutan sampah sehingga petugas TPS (tempat pembuangan sampah) yang setiap hari mengambil sampah warga di tong sampah yang telah di sediakan di depan rumah masing-masing, Tidak lagi kualahan.

Karena satu kali pengangkutan saja menghabiskan waktu satu hari dari tiga orang petugas untuk seluruh warga kelurahan sidogiri. Sehingga tidak memungkinkan petugas untuk kembali dua kali karena pengambilan pagi terkadang ada sebagian yang siang hari nya sudah penuh lagi. Sehingga jika diambil besoknya lagi sampah menjadi meluber kemana-mana.

Jadi dengan adanya bank sampah ini berharap bisa meminimalisir mengurangi sampah dari masyarakat dan bisa menjadi tambahan pemasukan untuk warga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x