Mohon tunggu...
Handy Pranowo
Handy Pranowo Mohon Tunggu... Lainnya - LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE

Ahmadiyah Muslim Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ayahku Seorang Tukang Cukur Rambut

16 September 2021   14:36 Diperbarui: 16 September 2021   17:06 173 23 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ayahku Seorang Tukang Cukur Rambut
ilustrasi ayahku seorang tukang cukur rambut. (pixabay.com/Renee_Olmsted_Photography)

Ayahku bekerja sebagai tukang cukur rambut khusus untuk kaum laki-laki. Profesinya itu telah digeluti sejak ia lulus dari sekolah menengah atas atau sudah lebih dari dua puluh lima tahun lamanya.

Ia tak menyangka bahkan mungkin ayahku tak pernah menyadarinya bahwa kebiasaan teman-teman sebayanya dulu yang sering memintanya untuk mencukur rambut mereka yang akhirnya menjadikan ayahku begitu mahir dan berpengalaman dalam hal tersebut. 

Apabila ada seorang kawan yang memintanya untuk di cukur rambutnya, ayahku dengan senang mengerjakannya dan kadang-kadang ayahku menjadikan rambut temannya itu sebagai bahan percobaan dengan model potongan rambut yang aneh dan tidak biasanya.

Seperti gaya model rambut kreasinya yaitu cepak ngehe, plontos ababil, jambul rintintin dan lain sebagainya.

Namun tak ada satu pun dari mereka yang protes justru senang dengan gaya potongan rambut kreasi ayahku yang aneh dan unik.

Mencukur rambut gaya apa saja ia bisa bahkan di kerjakannya sambil menutup mata begitulah kiranya ayahku yang sangat ahli di bidangnya.

Berawal dari situlah ayahku memberanikan diri untuk menyewa sebuah tempat kecil yang sederhana tepatnya di sebelah kanan perempatan jalan menuju sebuah pasar tradisional tak jauh dari tempat kami tinggal.

Tempat yang sederhana itu menjadi "kantor" tempat ayahku bekerja dari bujangan hingga ia mempunyai anak dua dan kini salah satunya telah lulus menjadi sarjana Ekonomi. 

Tempat cukur rambut ayahku sangat di kenal banyak pelanggannya dan ayah mempunyai dua orang karyawan yang membantunya bekerja. 

Sabtu dan Minggu adalah waktunya kerja keras karena di dua hari itu banyak pelanggan menumpuk menunggu giliran mencukur rambut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan