Mohon tunggu...
Handy Pranowo
Handy Pranowo Mohon Tunggu... Lainnya - Love for All Hatred for None

Penjelajah

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Nayla dan Kupu-Kupu

9 September 2021   00:17 Diperbarui: 9 September 2021   00:29 654
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Nayla gadis kecil berumur lima tahun dan baru saja di awal tahun ini ia di tinggal pergi oleh ayahnya di karenakan pandemi. Ia begitu terpukul mengingat kepergian ayahnya begitu cepat di saat ia sangat membutuhkan kasih sayangnya. 

Ibunya yang juga tak kuasa menahan sedih harus tetap teguh dan sabar, memberikan contoh kepada anak pertamanya agar dapat bangkit dan tidak larut dalam kesedihan.

Namun tentu saja anak sekecil itu belum banyak mengerti apa-apa, Nayla yang periang berubah menjadi pendiam.

Menjelang sore langit begitu gelap tak lama lagi hujan pasti turun saat itu Nayla tengah asyik sendiri di dalam kamarnya mewarnai buku gambar yang baru saja di belikan oleh ibunya. 

Saat ia sibuk mewarnai sambil duduk di atas kasur seekor kupu-kupu masuk ke dalam kamarnya berputar-putar sejenak lalu hinggap di atas pensil warna yang ia sedang gunakan. 

Nayla pun terkejut, sekejap ia hentikan goresan pensil warnanya dan ketika kupu-kupu itu hendak di tangkap kupu-kupu itu pun terbang keluar lewat jendela kamar yang terbuka. 

Nayla segera beranjak dari tempat tidurnya lalu mengejar kupu-kupu tersebut namun ternyata di luar hujan turun dengan derasnya, segera ia menutup pintu jendela kamarnya dengan menaiki kursi kecil berwarna biru.

Ia mencari-cari kemana kupu-kupu itu terbang namun kedua bola matanya yang lembut itu beralih menatap kepada derasnya air hujan yang turun. Dan tiba-tiba ia melihat setiap tetes air hujan yang jatuh ke tanah berubah menjadi kupu-kupu.

Lalu serangga kecil itu pun terbang berputar-putar dengan sayap-sayapnya yang indah berwarna terang sesekali hinggap di daun-daun hijau dan bunga-bunga mawar yang tumbuh di pekarangan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun