Mohon tunggu...
Handi Aditya
Handi Aditya Mohon Tunggu... Remaja, 18 tahun. Belasan tahun yang lalu.

Mimin akun Twitter Juventini Garis Lucu @juve_gl, punya kanal podcast "TalkAboutJu" di Spotify. Bisa disapa di handi@mail.com | handiaditya.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Ini Perpisahan Terberat, namun Aku Tak Berkeberatan

18 Desember 2019   08:03 Diperbarui: 18 Desember 2019   08:11 24 2 2 Mohon Tunggu...

Dari subuh ke subuh, dari lembar-lembar buku, atau gelas-gelas yang kuajak mengeluh. Kita masih seperti bunga, yang dijauhkan dari sinar matahari. Hidup namun sekarat. Atau kau sengaja, membuat peluk jadi sepelik ini?

Kemudian kantuk, dongeng tentang banyak keletihan, yang kau biarkan merebah di satu padang rumput. Dan kau tentu tahu, tempat di mana cerita-cerita menyenangkan itu kujemput? Di lenganmu, persis di sisi dada kananmu. Maka untuk apa bertanya, bagaimana kabar hari ini?

Dan, rindu. Sebuah deru yang kini menjelma merah pekat, membawa serta gusar, juga amarah yang berputar-putar. Maka selagi, aku masih menggenggam kemudi akalku sendiri. Hari ini, sayang. Ijinkan aku melupa. Meniada.

Aku bukan ingin berhenti. Hanya tak mau, melukaimu sekali lagi.

Segala cerita tentang rumah dan pulang, segera hapus dan lupakan. Atau janji, mengenai hidup menua di sebuah ladang tani. Tak perlu kau ingat-ingat lagi.

Hiduplah menjadi sebaik-baiknya kamu. Sebagaimana kau pernah membuatku sebaik-baik diriku sendiri.

Ini pamitku. Kita selesai sampai di sini. Aku merelakanmu pada sebanyak mungkin kemungkinan.

Ini perpisahan, barangkali jadi yang terberat, namun aku tak berkeberatan. Karena kau yang menjadi penutupnya.

Menutupku.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x