Mohon tunggu...
Handi Aditya
Handi Aditya Mohon Tunggu... Penulis - Pekerja teks komersil. Suka menulis, walau aslinya mengetik.

Tertarik pada sains, psikologi dan sepak bola. Sesekali menulis puisi.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Berani Susul Ronaldo ke Luar Spanyol, Messi?

2 Desember 2018   18:33 Diperbarui: 2 Desember 2018   20:20 582
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dalam kurun satu dekade terakhir, kita seolah dipaksa untuk senantiasa berdebat mengenai siapa pesepakbola terbaik di jagad ini, kalau bukan Cristiano Ronaldo, ya pasti Lionel Messi pilihannya. Hanya dua orang itu. Seolah dunia sudah kehabisan bakat pesepakbola hebat di luar kedua nama tadi. Namun faktanya tentu tidak demikian. Di luar sana masih banyak pesepakbola lain yang tak kalah hebat dari keduanya. Namun, keberadaan Ronaldo dan Messi mungkin memang seperti sebuah fenomena besar dalam sejarah sepakbola. Rivalitas keduanya seolah membuat banyak nama-nama besar lain tenggelam dan bahkan tak terdengar sama sekali. Tetapi rivalitas mereka terjadi bukanlah karena suatu kebetulan.

Ada banyak campur tangan terlibat di balik rivalitas keduanya yang seolah-olah berusaha saling mengungguli satu sama lain, sebut saja klub, sponsor, pemegang hak siar, media, sampai ke rumah bursa taruhan. Tujuannya hanya satu, yakni menciptakan drama tak berkesudahan, yang tak akan pernah habis untuk terus dibicarakan. Faedahnya? Sudah barang tentu rivalitas ini menarik banyak perhatian penggila sepakbola, yang jika kita mau jujur-jujuran, hal ini merupakan potensi pasar yang besar sekali.

Selama bertahun-tahun kita seolah dibuat tidak sadar, bahwa sesungguhnya Adidas selalu ada berdiri di balik Lionel Messi yang mengenakan seragam Barcelona berlabel Nike. Sementara di sisi lain, ada Nike yang menopang pundi-pundi uang Ronaldo, yang berjersey Madrid dengan label Adidas. Dua hal yang sama-sama sulit kita pahami, tetapi begitulah bisnis dalam industri apparel sepakbola berjalan. 

Nike yang tak mungkin menjadikan Messi sebagai Brand Ambassadornya, cukup menyuntikkan uang kepada Barcelona sebagai sponsor resmi klub. Dengan begitu mereka berhasil membuat Messi mengenakan jersey berlabel Nike. Hal yang sama terjadi pula dengan Adidas terhadap Ronaldo.

Kepindahan Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus di awal musim, terasa cukup berdampak negatif bagi hingar-bingar Liga Spanyol. Betapa tidak, bumbu rivalitas antara Messi dan Ronaldo dalam gelaran El Classico sudah tidak mungkin terjadi lagi. Liga Spanyol tidak hanya kehilangan sosok pemain mega bintangnya, tetapi juga kehilangan banyak sekali potensi pendapatan yang selama ini tercipta berkat rivalitas Messi dan Ronaldo. 

Messi kini sudah tidak memiliki lagi lawan yang sepadan untuk bisa dibanding-bandingkan. Tidak ada lagi rival, lawan, yang selama ini secara tidak langsung telah menjadikan Messi sekuat sekarang. Messi kini sendirian. Dan Liga Spanyol sudah kehilangan dramanya.

Tidak adanya rivalitas, berarti tidak ada lagi drama, yang berarti akan berkurangnya perhatian dari para penggila bola yang selama ini menikmati rivalitas tersebut. Jalan keluarnya adalah, Liga Spanyol dalam hal ini Real Madrid, harus sesegara mungkin menyuguhkan lagi aktor-aktor baru untuk bersanding kembali di atas panggung rivalitas bersama Messi. 

Mengapa Real Madrid? Karena berbicara soal rivalitas terbesar di Liga Spanyol, berarti bicara soal Real Madrid dan Barcelona. Sangat tidak mungkin melihat keduanya menjadi rival klub-klub lain semisal Atletico, seperti halnya mustahil menjadikan pemain dari klub di luar Real Madrid, semisal Antonie Griezman sebagai rival dari Lionel Messi.

Saat ini perhatian dunia tertuju pada Liga Italia, tepatnya di Juventus, klub tempat Ronaldo saat ini berlabuh. Siapa sangka Juve bisa membeli Ronaldo? Dan siapa sangka juga Liga Italia seolah kebagian durian runtuh dari kedatangan Ronaldo ke Juve. Tetapi lagi-lagi, segala sesuatunya bukan terjadi secara kebetulan. Di luar dari keinginan Ronaldo yang memang ingin hengkang dari Madrid ke Juventus, tentu ada tangan-tangan tak terlihat yang menyertai kepindahannya. 

Utamanya adalah dari pihak sponsor, khususnya ialah Adidas, yang tidak ingin Ronaldo berganti seragam klub yang disokong oleh Nike. Itulah mengapa Adidas disebut-sebut memiliki andil besar terhadap kepindahan Ronaldo ke Juventus dengan menyiapkan dana ekstra bagi Juventus untuk memboyong Ronaldo, dengan begitu Adidas tetap bisa "memiliki" Ronaldo, sekalipun Ronaldo merupakan brand ambassador dari Nike, seperti yang berhasil mereka lakukan ketika berhasil memboyong Ronaldo dari Manchester United (saat itu masih disponsori oleh Nike) ke Real Madrid.

Terlepas dari bagaimana peran pihak ketiga yang melatar-belakangi kepindahan Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus, ada satu hal menarik yang perlu kita garis bawahi yakni, Ronaldo tercatat sudah mencicipi setidaknya 4 kompetisi liga besar di Eropa, antara lain Portugal, Inggris, Spanyol dan Italia. Sementara Messi? Sepertinya masih nyaman berkutat pada Liga yang itu-itu lagi, selama lebih dari satu setengah dekade terakhir. Padahal seperti halnya Ronaldo, Messi memiliki segala yang dibutuhkan seorang pesepakbola untuk bisa sukses berkarir di liga manapun. Tetapi entah, sampai hari ini Messi seolah enggan meninggalkan Barcelona dan Spanyol.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun