Mohon tunggu...
E HandayaniTyas
E HandayaniTyas Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

BIODATA: E. Handayani Tyas, pendidikan Sarjana Hukum UKSW Salatiga, Magister Pendidikan UKI Jakarta, Doktor Manajemen Pendidikan UNJ Jakarta. Saat ini menjadi dosen tetap pada Magister Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Kristen Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mari Kita Lestarikan Pancasila

8 November 2022   23:16 Diperbarui: 8 November 2022   23:22 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Kata lestari dalam Bahasa Indonesia berarti abadi. Sebagaimana ajakan di atas muncul beberapa pertanyaan yang mengiringi adalah: Mengapa Pancasila harus dilestarikan? Siapa yang harus melestarikan Pancasila? Dan bagaimana cara melestarikan Pancasila? Menurut hemat penulis, memang Pancasila itu harus dilestarikan karena Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Kalimat ini membawa konsekuensi semua sikap masyarakat harus sesuai dengan Pancasila, karena Pancasila berisi nilai-nilai luhur yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. 

Pancasila itu mengayomi, mempersatukan dan bersifat universal, mengandung nilai-nilai positif yang dapat diterapkan pada negara-negara lain di dunia selain Indonesia. Namun, yang menjadi masalah adalah tidak ada manusia yang bisa sepenuhnya universal. Manusia sangat dipengaruhi kondisi lingkungan terdekat sebagai ruang kehidupannya.

Pancasila terdiri dari 5 Sila yang masing-masing Sila mengandung arti dan makna berbeda. Adapun secara singkatnya dapat penulis uraikan sebagai berikut:

  • Hakikat Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai pengertian yang abstrak, umum, universal ialah kesesuaian sifat-sifat dan keadaan-keadaan dari dan di dalam negara Republik Indonesia dengan hakikat Tuhan. Atas dasar itu maka segala aspek penyelenggaraan negara harus sesuai dengan hakikat Tuhan dan nilai-nilai religius yang terkandung dalam Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

  • Hakikat Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, meliputi adil terhadap diri sendiri dan adil terhadap sesama manusia. Di dalam Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tersimpul sifat-sifat kepribadian bangsa Indonesia yang Pancasilais dengan ciri-ciri memiliki: jiwa religius, rasa kemanusiaan, semangat persatuan, kerakyatan, dan cita-cita keadilan sosial.

  • Hakikat Sila Persatuan Indonesia, dipahami bahwa bangsa Indonesia adalah kesatuan seluruh suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Ratusan macam suku bangsa yang mendiami ribuan pulau di Indonesia dengan aneka ragam budaya dan keyakinan agama serta adat kebiasaan dan bahasa yang berbeda-beda, itu merupakan satu kesatuan bangsa yaitu bangsa Indonesia yang bersifat Bhinneka Tunggal Ika.   

  • Hakikat Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, secara singkat dapatlah dikatakan bahwa negara Republik Indonesia adalah negara dari rakyat - oleh rakyat -  untuk rakyat. Semua didasarkan atas rakyat, tidak didasarkan atas golongan ataupun perorangan. Berdasarkan atas permusyawaratan  dan gotong royong serta kedaulatan rakyat. Didukung oleh seluruh rakyat dan untuk kepentingan serta kebahagiaan seluruh rakyat.

  • Hakikat Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, di dalam hidup bersama harus ada keadilan sosial, sebab hanya dengan adanya keadilan sosial itu kepentingan dan kebutuhan hidup setiap warga masyarakat dapat sama-sama terpenuhi. Keadilan sosial adalah bawaan kodrat dari adanya kepentingan dan kebutuhan hidup mutlak, dan inilah yang menjadi pangkal dasar keadilan sosial. Mensejahterakan dan meningkatkan martabat seluruh bangsa Indonesia.

Demi mempertahankan Pancasila agar lestari di bumi pertiwi ini, diperlukan usaha-usaha kerja keras dan kerja cerdas (work hard and work smart), merawatnya dengan penuh pemahaman, kecermatan, ketekunan, bahkan dengan penuh kasih. 

Kini sudah lebih 77 tahun usia Pancasila, perlu ditahbiskan sebagai dasar dan ideologi negara dan kepribadian bangsa Indonesia karena terbukti kesaktiannya yang masih handal.  Penulis melukiskan: "Pancasila ini benar-benar tahan banting!". Senantiasa relevan dengan perkembangan zaman walau di tengah arus dan gelombang globalisasi.

Pancasila dapat mendukung perdamaian dunia. Perang yang berkecamuk antara Rusia dan Ukraina, Bapak Presiden Jokowi dengan gagah berani mendatangi dan menyerukan bahwa dunia perlu damai. Semua ini karena nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata manusia sehari-hari dan bersifat universal, sehingga diyakini mampu menciptakan kedamaian di belahan bumi manapun. Sungguh luar biasa nilai-nilai yang terkandung dalam Sila-Sila dari Pancasila itu.

Oleh karena itu sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar kita wajib menggaungkannya di seantero dunia. Puji syukur Indonesia punya Pancasila, banyak negara mengaguminya. Untuk mengakhiri tulisan ini, perkenankan penulis memberi semangat kepada seluruh pembaca yang budiman: "Mari kita lestarikan Pancasila, mulai dari diri kita sendiri!"

Jakarta, 8 Nopember 2022

Salam penulis: E. Handayani Tyas; Universitas Kristen Indonesia - tyasyes@gmail.com

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun