Mohon tunggu...
Hana Moniharapon
Hana Moniharapon Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Prodi Ilmu Komunikasi

Semoga anda puas dengan tulisan saya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Persepsi Berhubungan Erat dengan Budaya

25 September 2020   20:56 Diperbarui: 28 September 2020   20:49 42 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Persepsi Berhubungan Erat dengan Budaya
budaya-warga-negara-asing-5f71e9aed541df711f4c1302.jpg

Jika kalian melihat gambar diatas, apa yang kalian pikirkan? Atau apa yang terlintas dalam pikiran kalian? Apakah kalian menilai bahwa berpakian seperti diatas tidak sopan? Apakah kalian mengira perempuan yang menggunakan pakaian seperti diatas bukanlah perempuan yang baik-baik? Atau kalian mengira pakaian atau style diatas merupakan hal yang bagus dan menarik?

Semua pemikiran diatas tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki sudut pandang atau presepsi yang berbeda. Jadi kita sebagai manusia sosial tidak boleh menyalahkan dan meminta orang lain untuk menyetujui dan memiliki satu presepsi dengan kita. 

Menurut Prasetijo (2005, h. 67) presepsi merupakan suatu proses dimana sensasi yang diterima oleh seseorang dapat diterima dan dipilih kemudian diatur dan diinterpretasikan. Presepsi merupakan proses yang memungkinkan suatu organisme menerima dan menganlisis informasi (Arif. S, 2015). 

Sedangkan, menurut Mulyana (2007, h. 179) presepsi merupakan proses internal yang memungkinkan kita untuk memilih, mengorganisasikan dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita. Menurut pendapat beberapa para ahli diatas, penulis menyimpulkan bahwa presepsi merupakan bagaimana cara kita untuk memahami dunia dan menafsirkan informasi yang dipandang dan diterima oleh panca indra kita kemudian nantinya akan diseleksi dan dimaknai arti dari informasi yang dipandang.

Jika kita berbicara mengenai presepsi maka kita juga akan berbicara mengenai budaya, karena budaya memiliki hubungan yang erat dengan presepsi yang di mana budaya akan membentuk karakter, sifat bawahan manusia dan pemikiran manusia. 

Menurut Liliweri (2011, h. 155) presepsi juga didasarkan pada kebudayaan yaitu didasarkan pada kepercayaan dan pemahaman individu berdasarkan kebudayaan mereka. 

Sebuah presepsi terbentuk dari budaya yang dilihat oleh seseorang melalui inderanya yang dimana pesan tersebut akan dimaknai sebagai sebuah pengetahuan yang baru. Presepsi sendiri memiliki sifat yang  subjektif karena setiap orang akan berbeda-beda dalam memaknai sebuah pesan dan biasanya setiap orang memaknai sebuah pesan berdasarkan budaya yang dianutnya.

Sebagai contoh seperti gambar diatas yaitu cara berpakaian warga Negara asing yang dimana mereka menggunakan pakaian secara vulgar yang memang sudah dianggap biasa oleh budaya Negara asing dan mereka lebih menyukai pakaian vulgar dibandingkan tertutup. Dalam budaya luar negeri  tidak mengenal bahwa pakaian yang vulgar merupakan hal yang tidak sopan, karena jika dilihat dari segi cuaca mereka yang memiliki beberapa musim maka hal ini mengharuskan mereka untuk menyesuaikan pakaian dengan musim mereka.

Berbeda dengan budaya Indonesia yang dimana hampir seluruh warga Negara Indonesia menggunakan pakaian yang tertutup karena hal ini sudah melekat sejak dulu dan jika dihilangan (diganti dengan pakaian vulgar) maka akan menerima banyaknya cibiran dari masyarakat. Karena budaya Indonesia menganggap pakaian yang vulgar merupakan cara berpakaian yang tidak sopan dan mengumpan mata orang lain untuk terfokus pada tubuh mereka. 

Jika dilihat dari musim, Indonesia hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan panas. Pada saat musim hujan masyarakat Indonesia menggunakan pakaian yang tebal sedangkan untuk musim panas masyarakat Indonesia menggunakan pakaian lengan pendek dan pakaian yang berbahan dasar tipis.

Maka dari itu kita sebagai makhluk sosial, kita perlu menghargai budaya orang lain dan kita tidak boleh memaksakan orang lain untuk setuju dan mengikuti presepsi budaya kita karena setiap orang memiliki budaya yang berbeda-beda berdasarkan dimana ia tinggal dan menetap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x