Mohon tunggu...
Hanan Wiyoko
Hanan Wiyoko Mohon Tunggu... Saya menulis maka saya ada

Suka membaca dan menulis, bergiat di literasi digital dan politik, tinggal di Purwokerto, Jawa Tengah

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Pramuka untuk Menangkal Radikalisme dan Terorisme, Bisakah?

31 Maret 2021   16:44 Diperbarui: 31 Maret 2021   17:00 356 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pramuka untuk Menangkal Radikalisme dan Terorisme, Bisakah?
Foto Kwarcab Gunungkidul

Pramuka lekat dengan gerakan mendidik anak bangsa dengan nilai-nilai patriotism dan cinta tanah air. Bisa dijadikan gerakan menangkal radikalisme

SEKITAR tahun 2005, saya nyaris dibaiat (disumpah) masuk kelompok yang berpandangan berbeda dengan keyakinan. Kelompok tersebut mengajak saya 'hijrah'. Mereka mengetengahkan doktrin perlunya ajaran agama sebagai dasar dan hukum negara, serta menganggap Pancasila tidak lagi relevan.

Jiwa saya berontak. Saya yang waktu itu baru kuliah di semester-semester awal memberanikan diri mendebat pengajar yang ada di ruangan. Saya berargumen menyatakan bahwa Pancasila sudah tepat sebagai dasar negara dan konsep bernegara lainnya seperti unsur rakyat, wilayah, dan hukum. 

Saya yang kala itu sedang aktif-aktifnya berkegiatan pramuka di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Racana Soedirman. Jiwa nasionalisme saya terbakar mendengar 'ajakan' yang berbeda dengan nilai-nilai cinta tanah air yang saya pegang.

Setelah berdebat  dan bersikukuh ogah mengikuti mereka, saya diizinkan meninggalkan ruangan. Tapi saya harus diantar kembali ke tempat titik penjemputan semula dengan naik mobil dan mata tertutup. Sehingga saya tidak mengetahui persis lokasinya.

Kenapa cerita di atas saya ketengahkan?

Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman saya karena menurut saya relevan antara nilai-nilai gerakan kepramukaan dengan kondisi saat ini, khususnya mengenai tumbuhnya radikalisme dan tindak terorisme

Seperti kita tahu, radikalisme dan terorisme berkelindan menimbulkan aksi yang merugikan dan memakan korban. Kita mengutuk aksi terorisme dan mendorong aparat mengusut tuntas pelaku-pelakunya.

Kembali ke Pramuka. Saya mengikuti kegiatan kepramukaan sejak usia sekolah dasar atau Pramuka Siaga. Kemudian menjadi Pramuka Penggalang di sekolah menengah pertama (SMP), lalu menjadi Pramuka Penegak di sekolah menengah atas (SMA). Dan, ketika saya berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed Purwokerto saya aktif mengikuti kegiatan pramuka lagi.

Sejauh pengalaman saya berpramuka, saya mendapati adanya penanaman sikap berbangsa dan cinta tanah air yang kuat melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan. Misalnya melalui pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, kegiatan-kegiatan ketangkasan dan permainan, upacara bendera, beribadah, berkemah, bakti sosial, dan lainnya. 

Kegiatan ini cocok memupuk munculnya rasa persatuan dan toleransi, sehingga ketika tumbuh menjadi generasi penerus, terlahir anak bangsa yang cinta akan persatuan bangsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN