Mohon tunggu...
Hana Liem
Hana Liem Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa yang berminat mempelajari kebudayaan dan bahasa.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Inilah Kegiatan Mahasiswa KNN Untag Surabaya: Berikan Pemahaman Tentang Covid-19 Pada Anak-anak

10 Januari 2021   17:31 Diperbarui: 10 Januari 2021   18:11 107 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Inilah Kegiatan Mahasiswa KNN Untag Surabaya: Berikan Pemahaman Tentang Covid-19 Pada Anak-anak
Mahasiswi UNTAG Surabaya sedang membagikan buku bergambar tentang COVID-19 untuk anak-anak di lingkungan Perumahan Surya Regency

Salah satu mahasiswa program studi Sastra Jepang Untag Surabaya, Siti Aisyah Elfitria Ningsih membuat buku pedoman dwibahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) tentang COVID-19 untuk anak-anak usia SD. Kegiatan tersebut merupakan wujud dari program KKN yang sedang diikuti oleh mahasiswa tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di masa pandemi ini, Untag Surabaya tetap melaksanakan KKN Mandiri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. KKN dilakukan di wilayah masing-masing mahasiswa.

Buku pedoman tentang COVID-19 untuk anak-anak tersebut dikemas dalam wujud buku bergambar atau komik, serta memiliki halaman bergambar tanpa warna yang bisa diwarnai oleh anak-anak sebagai kegiatan mengisi waktu luang di rumah selama kegiatan belajar di rumah masih berlangsung saat pandemi. Selain itu, buku pedoman tersebut menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sehingga dengan bimbingan orang tua, buku pedoman
tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak selain untuk memahami COVID-19.

Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Dona Rahayu Sugiharti, S.S., M.Hum, Fitri membuat buku pedoman bergambar tersebut selama kurang lebih 9 hari sebelum akhirnya didistribusikan ke warga sekitar tempat tinggalnya. Buku pedoman tersebut dibagikan di wilayah RT 19/RW 03 Perumahan Surya Regency, tepatnya di Desa Sruni, Gedangan, Sidoarjo pada tanggal 4 Januari 2021 oleh mahasiswa pelaksana KKN mandirisekaligus penyusun buku pedoman tersebut.

Awalnya Fitri melihat bahwa meski di lingkungannya para orang dewasa sudah mematuhi protokol kesehatan dengan cara memakai masker, tidak bergerombol, menyediakan tempat cuci tangan dan lain-lain, namun bila diperhatikan justru anak-anak kecil di lingkungannya sering sekali bermain di luar bersama teman-temannya secara bergerombol tanpa mengenakan masker dan jarang terlihat mencuci tangan meski mereka berlari melewati tempat cuci tangan yang disediakan oleh warga sekitar.

"Saya merasa khawatir melihat anak-anak yang malah lebih mudah terpapar coronavirus karena imunitasnya belum berkembang dengan sempurna malah lebih sering berada di luar tanpa mengenakan pelindung wajah apapun seperti masker atau face shield untuk bermain ramai-ramai dengan teman-teman sebayanya. Saya pikir, bila mereka memahami COVID-19 dengan lebih baik, mungkin akan timbul kesadaran dalam diri mereka untuk setidaknya
mengenakan masker bila ingin bermain di luar rumah," ungkapnya.

Selain itu, Fitri juga berharap dengan buku bergambar yang memuat halaman mewarnai dan informasi COVID-19 dwibahasa tersebut, anak-anak bisa melakukan kegiatan di dalam rumah untuk mengisi kebosanan yang mungkin terjadi karena banyaknya waktu luang yang mereka dapat ketika kegiatan belajar dilaksanakan di rumah selama pandemi.

"Saya harap dengan adanya kegiatan yang bisa mereka lakukan di rumah, setidaknya keinginan untuk bermain ramai-ramai di luar dengan teman bisa berkurang sedikit banyak," kata mahasiswi tersebut.

Buku pedoman bergambar mengenai COVID-19 tersebut dibagikan oleh Fitri ke warga di sekitar rumahnya yang memiliki anak-anak usia SD. Selain itu, Fitri juga memberikan set alat tulis (pensil, penghapus, rautan, dan pensil warna) dan satu pack masker sekali pakai untuk anak-anak sebagai bingkisan  pelengkap buku pedoman bergambar tersebut.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x