Mohon tunggu...
Hamim Thohari Majdi
Hamim Thohari Majdi Mohon Tunggu... Lainnya - Penghulu, Direktur GATRA Lumajang dan Desainer pendidikan

S-1 Filsafat UINSA Surabaya. S-2 Psikologi Untag Surabaya. penulis delapan (8) buku Solo dan sepuluh (10) buku antologi

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Eksplorasi Hobi Anak Menjadi Profesi

19 September 2022   02:53 Diperbarui: 21 September 2022   16:20 718
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak menjalani hobi melukis| Dok Shutterstock via Kompas.com

Untuk bisa memahami hobi anak, caranya sangat sederhana meskipun ayah bunda tidak memiliki pengetahuan khusus tentang ilmu perkembangan dan kepribadian. Seperti seorang istri memahami hobi suami dan sebaliknya seorang suami pasti tahu hobi istrinya.

Lakukan pengamatan (memahami secara serius) kebiasaan anak setiap hari, perhatikan apa yang selalu diulang, misal setiap hari sang buah hati membawa buku dan alat tulis periksa apa yang dilakukan dengan alat tulisnya, mengambar, menulis atau sekadar corat coret. Maka sang buah hati memiliki hobi memainkan pena.

Ada juga anak yang setiap hari main pasir, diangkut dengan truk dan dibongkar di tempat lain, atau hanya menaikkan dan menurunkan muatan truk di tempat yang sama, maka ketahuilah bahwa sang buah hati ada kecenderungan untuk memiliki armada truk, atau ahli bangunan dan sejenisnya yang membutuhkan pasir dan jasa truk.

Kalau saja ayah bunda belum paham dalam menafsir hobi anak, bisa berselancar googling mencari informasi atau datangi gurunya di sekolah. Bisa juga ke psikolog dan teman ayah bunda. Carilah cara yang tepat dan bisa dilakukan oleh ayah bunda, maka akan tahu hobi sang buah hati.

AJAK LIHAT PAMERAN DAN IKUTKAN LOMBA

Setelah ayah bunda mengetahui kebiasaan sang buah hati, ajaklah mereka ke pameran atau expo, seberapa antusias mereka mengamati yang digelar, apa yang dikatakan oleh mereka, itulah yang diinginkan.

Misal di pameran properti sang anak menyatakan "ayah, bangunan rumah yang di stand nomor 12 sangat unik dan menarik, perpaduan rumah adat dengan bangunan ala Eropa".

Orangtua lain yang sudah mengetahui anaknya memiliki hobi menyanyi atau menari, rayu mereka untuk mau mengikuti lomba. Ingat, tujuan mengikutkan lomba pada saat pertama, bukan menuntut atau menginginkan anak menjadi juara, tetapi bagaimana sang anak mampu menampilkan secara optimal apa yang biasa dilakukan di rumah.

Dari hasil melihat pameran dan mengikut sertakan dalam sebuah event, ayah bunda bisa menajamkan hobi mereka dengan cara diikutkan kursus atau masuk dalam sebuah komunitas, sehingga dapat pendampingan secara tepat dan penanganan yang cepat. Akhirnya anak akan tumbuh bersama hobi yang telah dibangun sejak dini.

JANGAN DIPAKSA SAMA DENGAN ORANGTUA

Kepada anak tidak boleh serta merta memaksa anak memiliki hobi seperti orangtuanya, perlakukan anak sebagaimana sang istri tidak boleh memaksa hobi suami seperti hobinya atau melarang hobi suami karena tidak suka dan sebaliknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun