Mohon tunggu...
Hamidah Nursuciana
Hamidah Nursuciana Mohon Tunggu... Edukatif

Fighting

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pengabdian Masyarakat Melalui Program Belajar Bersama Anak-anak Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Malang

25 Desember 2020   20:39 Diperbarui: 25 Desember 2020   20:47 136 0 0 Mohon Tunggu...

 

Pada tanggal 11 Desember 2019, World Health Organization (WHO) menentapkan bahwa corona virus disease (Covid-19) merupakan wabah penyakit yang menyerang hampir seluruh negara di dunia. Covid-19 adalah penyakit menular yang belum pernah teridentifikasi pada tubuh manusia.Virus ini menyebabkan penyakit saluran pernapasan (seperti flu) dengan gejala seperti batuk, demam, dan pada kasus yang lebih serius seperti penyakit pneumonia. 

Covid-19 dapat menyerang manusia tanpa memandang usia, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Covid-19 pertama kali muncul di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 dengan dua orang yang terpapar virus tersebut dan hingga saat ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang terpapar Covid-19.

Adanya wabah Covid-19, banyak bidang-bidang kehidupan yang mengalami kendala dan merasakan dampaknya, salah satu yang terkena dampaknya yaitu pendidikan. 

Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayan mengeluarkan suatu kebijakan. Yang mana dalam kebijakan tersebut pemerintah memberi himbauan kepada sekolah-sekalah di Indonesia untuk melakukan pembelajaran daring (dalam jaringan) dari rumah dan kebijakan ini dilakukan serentak di seluruh daerah yang terpapar Covid-19. 

Hal tersebut dilakukan karena untuk tetap memberikan layanan pembelajaran yang bermutu dan bersifat terbuka serta untuk tetap meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di tengah pandemi.

Pembelajaran daring mengharuskan siswa untuk mampu memanfaatkan teknologi yang sudah ada, namun masih ada siswa yang tidak memiliki perangkat pembelajaran untuk mendukung dan mengakses pembelajaran daring tersebut serta pengetahuan orang tua mengenai perkembangan teknologi juga masih terbilang rendah. Hal ini terbukti di daerah Dusun Sumbersuko, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang masih banyak warga yang kurang menetahui pentingnya pendidikan utamanya pada masa pandemi saat ini. Mengingat mayoritas penduduk di sana bekerja sebagai petani pengetahuan mereka mengani teknologi sangat minim. 

Di Dusun Sumbersuko teknologi sudah terbilang maju dan memadai, namun sumber daya manusia yang ada masih minim. Penduduk di sana yang mayoritas petani kesulitan dalam menggunakan teknologi informasi saat ini sebagai penunjang utama pembelajaran daring. Hal ini dikarenakan sejak awal pendidikan anak-anak telah diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah tanpa adanya kontrol orang tua. Orang tua hanya bertugas bekerja dan mencari biaya sehingga kurang mengontrol proses pembelajaran anak.

Dokpri
Dokpri
Masalah lain dalam pendidikan di Dusun Sumbersuko yaitu kurangnya semangat belajar anak-anak jika hanya belajar sendirian. Mereka beranggapan bahwa belajar dengan orang tua membosankan. Selain itu ada sebagian orang tua yang tidak sabar dan kurang mampu memberikan kenyamanan dalam proses pembelajar mengakibatkan anak merasa ketakutan dalam belajar. Apabila anak-anak belajar dengan orang tua mereka, tugas-tugas yang diberikan justru dikerjakan oleh orang tuanya bukan orang tua yang mengajarakan anaknya. 

Hal tersebut mengakibatkan anak-anak hanya belajar bersama apabila ada tugas dan lebih mengutamakan bermain bersama teman-teman mereka. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa sumber daya manusia sebagai pelaku utama dalam pendidikan masih sangat berkurang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami melakukan suatu pengabdian kepada masyarakat dengan melakuan program belajar. Yang mana program belajar ini dikhususkan untuk siswa TK dan SD.

Pengabdian masyarakat ini dimulai dengan melakukan sosialisasi. Yang mana sosoalsasi ini dilakukan pada awal pertemuan dengan melibatkan orangtua atau wali murid dan anak-anak di Dusun Sumbersuko, Kabupaten Malang untuk memberikan informasi terkait pengabdian yang akan dilaksanakan dan tujuan yang didapat selama pelaksanaan pengabdian. Untuk pelaksanaan program dilakukan selama 6 (enam) kali pertemuan pada hari Selasa, Jum’at, dan Minggu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN