Mohon tunggu...
Hamidah AmaniFitri
Hamidah AmaniFitri Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Mahasiswa

Public Health

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pengaruh Program JKN-KIS terhadap Kepuasan Pasien

1 Desember 2021   00:25 Diperbarui: 1 Desember 2021   00:30 42 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Menurut Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pada Pasal 1 ayat 1 berbunyi bahwa Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. 

Untuk menjadikan kesehatan sebagai hak dasar setiap warga negara Indonesia, Undang-Undang Nomor 24 tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial diundangkan pada tahun 2011, di mana Pasal 1 ayat 2 mengatur bahwa jaminan sosial adalah bentuk perlindungan sosial untuk memastikan bahwa setiap orang dapat Memuaskan kebutuhan dasar mereka, ia menjalani kehidupan yang layak. 

Pada tahun 2014, BPJS Kesehatan membuat Rencana Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS. Rencana JKN-KIS memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh jaminan kesehatan. 

Pemberian pelayanan kesehatan yang baik di fasilitas kesehatan akan memungkinkan banyak peserta JKN menggunakan pelayanan kesehatan dan berdampak pada kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. 

Menurut data BPJS Kesehatan di Indonesia pada 1 Maret 2019, jumlah peserta program JKN-KIS adalah 218.132.478, dimana 96.097.366 berdasarkan segmentasi APBN PBI dan 35.313.599 -PN 17.230 127 berdasarkan PBI APBD Ada 32.915.385 PPU-BU, 31.424.849 pekerja mandiri PBPU dan 5.151.152 non-karyawan.

Adanya program JKN-KIS berdampak positif terhadap akses pelayanan kesehatan masyarakat, yang dapat dilihat dari bukti harian jumlah masyarakat binaan program JKN-KIS dalam memperoleh pelayanan kesehatan di institusi medis. 

Beberapa pasien merasa puas dengan cerita program JKN-KIS yang membantu menekan biaya persalinan, Ada beberapa pasien yang merasa puas terhadap program JKN-KIS yang membantu dalam Pembiaya persalinan, Menurut Reni Sanako (32) peserta JKN-KIS dari Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) yang beruapa warga Desa Kembang Merta, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Setelah menjadi peserta Program JKN-KIS sejak tahun 2014. Dia menyatakan merasa jadi peserta JKN-KIS setiap kali dirinya dan keluarganya mendapatkan pelayanan kesehatan selama ini. 

Dengan Begitu pula dengan keluarga Muhammad Ihsani, warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, yang khawatir karena istrinya harus menjalani operasi Caesar. Dia membayangkan biaya besar untuk memiliki anak kedua. 

Namun, Ihsani bersyukur karena tidak harus menanggung biaya melahirkan setelah operasi Caesar dan beban mengurus istri dan anak-anaknya. Seluruh biaya pengiriman ditanggung oleh program JKN-KIS BPJS Kesehatan. Peryataan Ihsani dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2021),

"Tapi ternyata ketakutan kami akan hal-hal itu terbantahkan karena kami punya kartu sakti ini, termasuk dengan ketakutan kami akan pelayanan yang dibeda-bedakan di RS, nyatanya kami dilayani dan diperlakukan sama dengan pasien-pasien yang lain dan itu memberikan kami kenyamanan." 

Karena kami memiliki kartu ajaib ini, termasuk ketakutan kami akan layanan yang berbeda di rumah sakit, fakta bahwa kami menerima layanan dan perawatan yang sama dengan pasien lain, itu menghibur kami, "kata Isani. Ihsani berkomentar bahwa pelayanan BPJS Kesehatan dan pelayanan yang diterima di institusi kesehatan sebagai peserta JKN-KIS sangat baik. Dangkal Untungnya, dalam setiap prosesnya, ia merasa lebih mudah mendaftarkan bayinya sebagai peserta JKN-KIS.

Mohon tunggu...

Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan