Mohon tunggu...
hamdi rosyidi
hamdi rosyidi Mohon Tunggu... Seorang anak terakhir dari tiga bersaudara yang tengah mencari kebermanfaatan hidup, salah satunya dengan menekuni dunia literasi sebagai kompasianer sampingan

Sedang meniti jalan hidup

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Siapa yang Diuntungkan?

23 April 2019   20:58 Diperbarui: 23 April 2019   22:49 0 4 2 Mohon Tunggu...
Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Siapa yang Diuntungkan?
Jokowi dan Prabowo dalam deklarasi kampanye damai pilpres 2019 (sumber: merdeka.com)

Amien Rais yang merupakan salah satu elit ditubuh BPN sempat memberikan ancaman akan adanya people power atau pengerahan massa secara besar-besaran bila KPU terbukti banyak melakukan kecurangan yang merugikan kubunya. Belakangan, pernyataan tersebut dibenarkan oleh banyak petinggi BPN. 

Meski dilakukan klarifikasi bahwa maksud people power adalah pengerahan massa dalam melakukan aksi damai dan tidak akan membuat kerusuhan. Namun pemerintah, TNI dan POLRI beranggapan bahwa ini dapat mengancam stabilitas nasional.

Akhirnya banyak tokoh pemerintah maupun ormas seperti Muhammadiyah dan NU meminta Jokowi dan Prabowo bersedia bertemu untuk mendinginkan suasana. Hal tersebut direspon oleh Jokowi dengan mengutus Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengajak Prabowo melakukan rekonsiliasi. 

Namun ajakan tersebut cenderung direspon oleh BPN secara berbelit. Habib Riziek bahkan sampai membuat video khusus dari mekkah yang meminta agar Prabowo tidak melakukan pertemuan apapun dengan pihak petahana. Belakangan diberitakan bahwa Prabowo sedang sakit sehingga tidak bisa melakukan pertemuan secara langsung dengan Luhut.

Dibalik Berbelitnya Pihak BPN bersedia Rekonsiliasi

Meskipun rekonsiliasi dianggap cara yang bijak dalam mendinginkan publik. Namun dalam kacamata politik ini dapat dianggap merugikan. Ajakan rekonsiliasi yang cenderung disambut baik oleh pemerintah, tentu ini juga memberikan poin plus bagi petahana. 

Kesediaan Prabowo menemui Jokowi dapat menjadi landasan bagi publik bahwa Prabowo mengakui kekalahannya dalam pilpres tahun ini. Hal ini tentu bertolakbelakang dengan pernyataan Prabowo selama ini bahwa kubunya telah menang.

Selain itu, kesediaan Prabowo melakukan pertemuan dengan Jokowi juga dapat mengendurkan militansi para pendukungnya. Prabowo yang sebelumnya meminta para pendukungnya untuk terus melakukan kontrol terhadap KPU utamanya form C1 yang menjadi bukti kuat suara pilpres tahun ini, tentu rekonsiliasi dapat mengaburkan maksudnya. Karena realcount belum rampung, bahkan masih dalam persentase yang masih kecil.

Rekonsiliasi siapa yang diuntungkan?

Lantas, untuk siapa sesungguhnya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu kita harus kembali memikirkan untuk siapa sesungguhnya pemilu ini disuguhkan. 

Pemilihan langsung sejatinya merupakan ruang ekspresi suara rakyat menentukan pemimpinnya, baik pada level daerah maupun nasional. Dalam hal ini seluruh elit pemimpin nasional tengah menjadi sorotan publik secara nasional. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3