Hamdali Anton
Hamdali Anton English Teacher

Saya adalah seorang guru bahasa Inggris biasa di kota Samarinda, Kalimantan Timur. | Website : pintar-bahasa-inggris.com || fingerstyleguitar1.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Ssst, Jangan Bilang Siapa-siapa Ya! Jerman Pasti Juara karena Punya Tiga Hal Ini

14 Juni 2018   22:56 Diperbarui: 14 Juni 2018   23:16 1081 1 0
Ssst, Jangan Bilang Siapa-siapa Ya! Jerman Pasti Juara karena Punya Tiga Hal Ini
Ilustrasi : www.jurnalisbola.com

"Saya pilih Spanyol. Tiki taka-nya yahud punya."

"Bakal kalah sama Inggris. Banyak pemain bintangnya."

"Ah, tetap Brasil yang bakal jadi juara. Tarian Samba-nya ciamik."

Setiap orang mempunyai jagoannya masing-masing.

Apakah itu salah?

Tentu saja tidak, malah lebih baik membicarakan sepakbola yang jelas tujuannya daripada mendiskusikan atau menonton para politisi di layar kaca yang tak jelas ujung pangkalnya ^_^.

Nah, menyinggung soal judul diatas, Jerman mempunyai tiga hal ini yang tidak dipunyai tim-tim lainnya, dan karena itu saya yakin seribu persen kalau Jerman pasti juara lagi ^_^.

Apa saja tiga hal itu?

Pertama, Pelatih yang punya kompetensi dan pengalaman

Ilustrasi : FIFA.com
Ilustrasi : FIFA.com
Joachim Low sudah melatih timnas Jerman sejak tahun 2006. Meskipun sudah banyak pemain-pemain senior yang pensiun dan berganti dengan pemain baru, namun Low tetap bisa meramu taktik dan strategi di lapangan dengan baik dengan berbagai pemain yang berganti-ganti.

Pasang surut memang ada. Kegagalan memang pernah terjadi. Sebagai manusia, tentu saja pernah buntung, alih-alih untung. Namun Low mengevaluasi, membuat siasat baru, meramu posisi pemain disesuaikan dengan lawan tanding, yang pada akhirnya berbuah kemenangan.

Mungkin takkan pernah ada pelatih timnas yang mengabdi selama Low. Sudah duabelas tahun, dan dia masih 'sakti mandraguna'. Siapa pun pemain yang dipilihnya bisa tampil trengginas dibawah polesannya.

Dan uniknya, dia tidak mempunyai strategi yang pakem, yang dia sukai, seperti halnya Guardiola (eks pelatih Barcelona dan sekarang di Manchester City dengan Tiki Taka-nya yang juga 'diadaptasi' dengan sukses oleh mantan pelatih timnas Spanyol, Vicente del Bosque, sehingga meraih gelar juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan juara Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina);  atau Jose Mourinho (pelatih Manchester United) yang terkenal dengan taktik pragmatis atau 'parkir bis'; atau Juergen Klopp (pelatih Liverpool) yang keukeuh dengan Gegenpressing-nya.

Tak ada seorang pun yang tahu taktik apa yang akan Low gunakan. Karena dia menyesuaikan dengan tim-tim yang akan timnya hadapi.

Fleksibilitas strategi disesuaikan dengan kebugaran para pemain.

Semua pelatih akan mengatakan bahwa strategi akan disesuaikan dengan kondisi, namun kenyataan berkata lain. Mourinho, sebagai contoh, meskipun berjanji MU akan bermain 'cantik', namun pada kenyataannya, MU bermain pragmatis, membosankan.

Low akan mengotak atik formasi semisal menggunakan 4-2-3-1; 4-3-3; atau yang lain; menimbang yang efektif untuk dilakukan, dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan dalam menyerang dan bertahan.

Keasyikan menyerang dan mencetak banyak gol, tapi di sisi lain, juga kebobolan banyak gol pun juga tidak ada artinya.

Kedua, Regenerasi Pemain yang terus-menerus

Pemain-pemain muda silih berganti datang di pihak Jerman, menunjukkan bahwa stok pemain di Jerman sangat melimpah.

Seperti contoh, alih-alih menyertakan pemain-pemain berpengalaman di Piala Konfederasi 2017, Low malah menugaskan pemain-pemain muda yang minim pengalaman. Hebatnya, mereka bisa menjuarai Piala Konfederasi 2017.

Kebetulan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4