Mohon tunggu...
Hallieta Priscilla
Hallieta Priscilla Mohon Tunggu... Freelancer - Seorang penulis

Menulis itu seni dan hobi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Perjuangan Bangsa Indonesia (Part1)

1 September 2021   14:51 Diperbarui: 1 September 2021   15:05 101 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Perjuangan Bangsa Indonesia (Part1)
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Tujuh dekade yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus pada tahun 1945, diperingati sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Persisnya, pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat, Indonesia menyatakan kemerdekaanya, sesaat Presiden Pertama RI membacakan teks proklamasi di Jalan Pengangsaan Timur nomor 56, tepatnya di Rumah Koesno (Ir. Soekarno). Sekarang, tempat ini telah dirobohkan atas permintaan Koesno itu sendiri. 

Impian Indonesia tercatat di preambule UUD 1945  yang berkumandang "..kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan". Mimpi tersebut tidak diperoleh dalam waktu yang singkat dan  proses yang instan. Ada saja halangan yang membuat para pahlawan revolusi kita harus berkorban demi nasionalisme dan patriotisme

Gagasan untuk memproklamasikan kemerdekaan TIDAK MUNCUL dari benak pahlawan revolusioner yang terkemuka seperti  Bung Karno maupun Bung Hatta, melainkan berasal dari golongan muda. Yakni, Sutan Syahrir. Ia adalah seorang aktivis dan politisi, yang pertama kali mendengar berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 melalui stasiun radio BBC (British Broadcasting Corporation) yang sekarang berlokasi di Westminster, London. 

Setelah mendengar kabar angin tersebut, Sutan Syahrir bersama pemuda lainnya mendesak  Soekarno untuk segera menyatakan kemerdekaannya. Kala itu, Soekarno bersama dua tokoh bersejarah lainnya, yaitu Radjiman dan Mohammad Hatta berasal dari Vietnam untuk berunding dengan Jenderal Terauchi Maeda.   

Namun, Soekarno MENOLAK gagasan tersebut. Hal ini disebabkan belum ada keputusan dari pihak Jepang untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia. Selambat-lambatnya, Indonesia harus dinyatakan merdeka tanggal 24 September 1945. Perkataan Soekarno telah menimbulkan  kekecewaan para pemuda. 

Agar Soekarno menuruti keinginan pemuda, terjadi penculikan terhadap Soekarno. Pada tanggal 16 Agustus, pukul 03.00 dini hari , Soekarno diam-diam dibawa oleh Sukarni, Wikana, Aidit, dan Chaerul Saleh ke Rengasdengklok. Rengasdengkok lokasinya sekitar 115 kilometer dari Bandung  atau dapat ditempuh paling cepat sekitar 3 jam. 

Di Rengasdengklok, kaum golongan muda memaksa golongan tua untuk merencanakan proklamasi kemerdekaan. Akhirnya, permintaan itu terwujud. Rencananya, kegiatan tersebut akan diadakan di Lapangan Ikada pada tanggal 17 Agustus 1945. Untuk para pembaca yang ingin melihat lokasinya, lapangan tersebut berada di Jalan HOS Cokroaminoto nomor 87, Jakarta.

Tetapi, rencana tidak sesuai dengan ekspektasi. Rupanya, pihak Jepang sudah mendengus rencana tersebut. Esok paginya, ketika para pemuda mengecek lapangan Ikada, sudah dijaga oleh tentara Jepang. Maka dari itu, rencana proklamasi dilakukan di Rumah Soekarno. 

Demi keamanan, Suwiryo memerintahkan Latief Hendraningrat untuk berjaga-jaga di lokasi. Sudiro memerintahkan S. Suhud untuk menyiapkan bendera dan tiang bendera. Tiang bendera berupa tiang bambu dan bendera merah putih dijahit oleh Ibu Fatmawati. 

Sejak pagi, orang-orang yang berdatangan di rumah itu adalah : AA Maramis, Buntaran Martoatmojo, Latuharhary, Abikusno Cokrosuyoso, Otto Iskandardinata, Ki Hajar Dewantoro, Sam Ratulangie, Sartono, Sayuti Melik, Pandu Kartawiguna, M Tabrani, Moewardi, SK Trimurti, dan AG Pringgodigdo.Susunan acara proklamasi adalah sebagai berikut : (1) Pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno; (2) Pengibaran bendera merah putih oleh SK. Trimurti, A. Latief Hendarningrat, serta Suhud Sastro Kusumo; (3) Sambutan Walikota Suwiryo dan Moewardi. Acara tersebut diawali pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB. 

Akan tetapi, perjuangan rakyat Indonesia tidak berhenti sampai disini saja. Ada saja hambatan-hambatan dari dalam maupun luar negara. Ada banyak sekali peristiwa setelah proklamasi yang mungkin tidak akan disebutkan satu per satu. Perjuangan rakyat Indonesia yang menurut saya paling heroik adalah Peristiwa 10 November di Surabaya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan