Mohon tunggu...
Halim Pratama
Halim Pratama Mohon Tunggu... manusia biasa yang saling mengingatkan

sebagai makhluk sosial, mari kita saling mengingatkan dan menjaga toleransi antar sesama

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sebarkan Vaksin Penangkal Hoaks di Masa Pandemi

23 Januari 2021   18:32 Diperbarui: 23 Januari 2021   18:35 84 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebarkan Vaksin Penangkal Hoaks di Masa Pandemi
Media Sosial - jalandamai.org

Saat ini Indonesia masih mengalami pandemi covid-19. Sebuah kondisi yang membuat kita semua harus mencari cara, agar tidak terpapar virus mematikan tersebut. Namun, masa pandemi tidak hanya berpikir agar terbebas dari virus covid-19, tapi juga harus berpikir bagaimana untuk bisa survive. Karena virus tersebut nyatanya juga telah membuat perekonomian di Indonesia terpukul. Banyak perusahaan gulung tikar dan melakukan pemutusan hubungan kerja.

Ironisnya, dalam kondisi yang serba tidak menentu tersebut, ada juga perilaku oknum masyarakat yang cukup memprihatinkan. Bahkan membuat kita semua tidak habis pikir. Perilaku yang dimaksud adalah menyebarkan hoaks. Apa untungnya? Apakah hoaks akan membuat virus pergi? Apakah hoaks akan membuat imun masyarakat jadi kuat? Berbagai pertanyaan muncul dan jawabannya tetap sama, tidak masuk akal. Apa yang ada dibenak para oknum tersebut.

Sepanjang 2020, praktek penyebaran hoaks masih saja terjadi. Ironisnya, konten hoaks tersebut lebih banyak berhubungan dengan covid-19. Mungkin diantara kita juga pernah membaca atau mendengar terkait hoaks ini. Dan sebenarnya, keberadaan hoaks terkait covid ini tidak menyelesaikan masalah. Justru membuat kegalauan masyarakat. Dan kegalauan itu ketika bertemu dengan provokasi di media sosial, akan berubah menjadi amarah yang tak terkendali. Jika hal ini yang terjadi, maka potensi terpapar intoleransi dan radikalisme akan terbuka lebar.

Menurut data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia yang berkolaborasi dengan cekfakta.com, per November 2020, telah menemukan 2.024 hoaks yang beredar di Indonesia. Hoaks ini menyebar melalui berbagai media sosial. Tentu saja hoaks ini berkaitan dengan covid-19, ada juga terkait pilkada serentak 2020 dan UU Omnibus Law. Seandainya ribuan hoaks itu diganti dengan sosialisasi protokol kesehatan, tentu akan memberikan manfaat yang sangat baik bagi masyarakat.

Mari kita introspeksi. Berikanlah manfaat untuk sekitar dan negeri ini. Untuk menangkal hoaks di masa pandemic ini, sebenarnya kita bisa kembali pada nilai-nilai kearifan lokal kita. Tepo seliro dan tenggang rasa hanyalah salah satu nilai yang bisa jadi penangkal. Ada juga gotong royong yang bisa dijadikan nilai, dalam berinteraksi dengan masyarakat. Di masa pandemi ini, memang jarak harus dijaga, potensi bertemu orang harus dikurangi, namun bukan berarti empati dan semangat untuk saling membantu juga ikut pudar. Semuanya tetap bisa dilakukan asalkan kita tidak terpapar provokasi hoaks yang menyesatkan tersebut.

Di masa pandemi ini, kita harus saling menguatkan bukan saling melemahkan. Hoaks di masa pandemi bisa melemahkan optimisme dalam menghadapi penyebaran virus. Ingat, salah satu kunci untuk bisa survive di masa pandemi ini adalah dengan cara menjaga imun tubuh. Dan untuk bisa menjaga imun, harus ada optimisme dalam tubuh. Optimis untuk tetap menjaga kesehatan dan bisa melewati segala persoalan di masa pandemi.

Sadarlah, hoaks telah merusak semuanya. Jangan pelihara hal-hal yang merusak kerukunan, persaudaraan dan keberagaman. Hoaks mungkin terkesan simple, tapi jika kita tidak bijak menyikapinya, akan menghancurkan negeri yang besar ini. Karena itulah, mari sebarkanlah vaksin penangkal hoaks di masa pandemic ini, agar kita tetap terjaga imun toleransi, persaudaraan, persatuan dan keberagaman. Salam damai.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x