Mohon tunggu...
Munawar Khalil
Munawar Khalil Mohon Tunggu... Insinyur - ASN, Author, Libertarian

berpikir, menulis, menikmati hidup, bahagia tanpa syarat

Selanjutnya

Tutup

Digital

Merdeka Sinyal dalam Dunia Serba Digital

27 Agustus 2021   20:33 Diperbarui: 1 September 2021   09:30 172 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Merdeka Sinyal dalam Dunia Serba Digital
image: dokumen pribadi survey data blankspot

Teman saya, sebut saja namanya F pernah berseloroh dengan diselingi diksi serius; "Saya itu mending ketinggalan dompet atau isteri dibanding ketinggalan handphone. Entah kenapa kalo handphone yang tertinggal, dunia serasa ada yang kurang", katanya.

Kita bisa saja menolak atau tertawa dengan narasi di atas. Tapi jika jujur, sepertinya itulah fakta yang terjadi saat ini. Dunia komunikasi dan informasi telah bertansformasi menjadi kebutuhan vital. Begitu alat ini lepas dari kita, dunia pun serasa tidak lagi berada dalam genggaman.

Bagaimana dengan orang-orang di tempat tertentu, yang bukan saja tidak mendapatkan HP atau gadget, tapi sinyal internetnya yang tidak ada? Inilah yang menjadi masalah serius. Ketidakadilan atau ketidaksetaraan. 

Artinya, pada tempat tertentu sebagian masyarakat kita tidak mendapat informasi dan pengetahuan yang cukup. Sementara di tempat lain mendapatkan surplus informasi akibat disrupsi teknologi informasi tadi. Apalagi di masa pandemi dan akan datang, ketika semua urusan hampir menggunakan teknologi digital dengan konsep artificial intellegence.

Tidak ada pilihan bukan? Satu-satunya cara adalah membiarkan jangkauan internet ini diperluas secara merata, sementara dampak negatifnya akan tetap kita kawal melalui literasi digital.

Inilah yang menjadi konsen utama pengentasan blankspot pada daerah terpencil, salah satunya di beberapa sudut daerah di Indonesia. Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama pemerintah daerah setempat menentukan roadmap untuk bekerjasama dengan provider telekomunikasi milik BUMN yaitu Telkomsel mengatasi problem ini.

Secara bertahap, tiga komponen ini melaksanakan survey melakukan validasi data desa-desa blankspot dan non 4G, sesuai usulan Diskominfo daerah ke Kementerian yang dikumpulkan melalui simpul kepala desa terisolir sinyal. Jika Singapura dan China serta beberapa negara maju lain sudah berada pada tahapan teknologi 5G bahkan hampir menuju 6G, kita dapat skala 4G saja sudah anugerah yang luar biasa.

Tahapan validasi, dimulai dari daerah yang berada di ujung luar dan blankspot total, lalu simultan mengarah ke desa-desa yang dekat dengan ibukota kabupaten. Hingga nanti semua desa pada daerah tervalidasi terbebas dari faktor blankspot.

Kenapa kita mengalami kendala? Tentu saja faktor biaya. Ini terjadi karena Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dengan jangkauan dan jarak antar desa atau penduduk yang jauh. Ditambah lagi infrastruktur kita yang tidak terlalu baik, menjadikan tugas ini menjadi tantangan yang sangat menarik.

Banyak cerita luar biasa dari ketinggian Gunung Purei dan Teweh Timur di rimba futuristik alam Kalimantan Tengah ini. Terutama bahwa pembukaan akses internet juga bisa dikatakan adalah pintu pembuka keterisoliran. Masyarakat tentu tidak hanya butuh akses infrastruktur jalan dan jembatan saja, tapi juga butuh bisa mengakses semua informasi dan interaksi melalui dunia digital seperti masyarakat lain perkotaan yang sudah lama mendapatkan privilige itu.

Harapan ke depan, dengan pengentasan blankspot ini akses penyampaian aspirasi publik, dunia usaha, pendidikan, pemasaran komoditas pertanian dan perkebunan, literasi, dan keperluan internet intra pemerintah tentu akan menjadi salah satu indeks variabel pembentuk kemajuan desa di seluruh Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan