Mohon tunggu...
Hakam Nurwahdi
Hakam Nurwahdi Mohon Tunggu... Seniman - Masih mahasiswa

Manusia biasa yang suka tidur di pagi hari

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Dipaksa Sehat di Negeri yang Sakit

29 Agustus 2021   18:30 Diperbarui: 29 Agustus 2021   19:33 207 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Dunia terkena pandemi. Semua negara, termasuk negeri matahari berusaha menyelamatkan rakyatnya dari pandemi dengan cara melarang segala-gala aktifitas di luar rumah.

Uang menjadi tidak penting kala itu. Semua orang bisa mencetak uang, tapi tak bisa mencetak nasi dengan kertas dan tinta mereka. Sedangkan pemerintahan negeri matahari juga bingung, tak pernah punya solusi. Jadi, rakyat dibiarkan begitu saja. "Toh negeri ini kan berazaskan ketuhanan yang maha Esa, biar Tuhan yang menolong mereka". Mungkin begitu pikir pemerintahan negeri matahari.

Dua tahun berlalu, Negara-negara lain berhasil membebaskan negerinya dari pandemi, sedang negeri matahari masih mesra-mesra saja dengan pandemi. Kematian meraja lela, tukang kubur mendadak kaya, bendera kuning di mana-mana dan pemerintah masih bingung akan berbuat apa.

"Yowes lah, lockdown lagi aja. Tapi cari istilah dan gaya lain, biar dikira ada inovasi sedikit." Ucap sang Presiden kepada jajarannya saat ngupi-ngupi santai di istana

Suasana jadi hening, mereka mendadak berpikir "bagaimana kalau pakai istilah PPKM pak." Ucap si mentri sosial

"Apa tu PPKM?." Sang presiden sepertinya tertarik dengan hal-hal yang disingkat-singkat

"Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat." Jawabnya, masih dengan pikiran yang kemana-mana. Membayangkan PPKM akan dilakukan seperti apa

"Jadi gimana tu PPKM?." Pak presiden menatap serius

"Ya semi-semi lockdown pak, tapi bukan lockdown. Pokoknya masyarakat tetap boleh beraktivitas tapi kita batasi." Ia masih berpikir, bagaimana? Bagaimana? Bagaimana?

"Kemaren yang lockdown total aja percuma, apalagi yang semi-semi seperti itu." Ia lupa pada tujuan awalnya

"Yang penting masih ada ikhtiar pak dan kalau ada PPKM, rakyat akan menyanjung kita karena dianggap masih peduli pada mereka."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan