Mohon tunggu...
Hakam Nurwahdi
Hakam Nurwahdi Mohon Tunggu... Seniman - Masih mahasiswa

Manusia biasa yang suka tidur di pagi hari

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pengangguran yang Bangun di Pagi Hari

27 Juli 2021   18:40 Diperbarui: 4 Agustus 2021   22:23 122 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengangguran yang Bangun di Pagi Hari
Ilustrasi via Kompas.com

Terbangun saat belum terang kadang sebuah nikmat, bila ada suatu hal yang akan disongsong. Bila ada sepiring nasi, sesendok kopi dan gula, juga gas untuk mendidihkan air. Seranting rokok sebagai penutup satu kegiatan menuju kegiatan berikutnya.

Terbangun dia, dipejamkan lagi matanya.

"Belum saatnya bangun, malaikat belum datang untuk membagikan rizki," Ia berbicara pada perut, yang buncit ke dalam

Membaca doa lagi. Bukan hanya sekali. Karena doa kurang khusyuk dan tulus bila dilantunkan dalam keadaan lapar. Sepuluh kali, ditengah-tengah tak sengaja ia bertulus pada doa.

Tuhan mengabulkan doa, perut tidak.

"Isi aku isi aku, dengan apa saja. Barangkali kecoa bakar, sup cicak, gulung-gulungan sawang," Perut menyusupkan suara hatinya langsung pada telinga

Tak dipedulikan, dibiarkan. Gonta ganti posisi. Dari terbaring pasrah, tiarap, miring kanan kiri kanan kiri, jengking dogy style, juga woman on top tak berhasil menghadirkan nyaman, mengusir kelaparan.

Siapa yang bisa disalahkan? Sebab sedari malam ia memang sudah tidur dalam keadaan lelah dan lapar. Lelah hilang, lapar masih menuntut haknya di depan istana presiden. Ya walau tau sendiri, polisi polisi nasib menghadang, menembaki dengan gas air mata untuk mengusir kelaparan.

"Lempari saja kami dengan nasi padang, maka dengan sendirinya kami akan pergi." Tapi kelaparan sudah kadung tertahan, dipukuli, yang katanya demi kebaikan.

Tubuhnya secara reflek bangkit, mungkin ia digerakan lapar. Ia tengok sekeliling, semuanya terjangkau mata. Kos-kosan sempit, ala kadarnya. Sampai-sampai pemakaian air dibatasi. Hanya dari pukul 07.00 hingga 09.00. Setelah itu air berhenti.

Niat mengisi perutnya dengan air dibatalkan. Ia kembali tiduran dan berdoa pada (mungkin selain tuhan).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x