Mohon tunggu...
Hajariah
Hajariah Mohon Tunggu... Mahasiswi Prodi Pendidikan Sejarah

Mahasiswi Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SAMUDRA

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Peran Sarekat Islam dalam Gerakan Dakwah di Nusantara (1912-1921)

17 Juni 2021   01:49 Diperbarui: 17 Juni 2021   01:52 131 2 0 Mohon Tunggu...

Indonesia merupakan negara yang penduduknya mayoritas Muslim, Sehingga yang banyak berperan dalam memperjuangkan NKRI kebanyakan dari para ulama dan para santri. Sehingga lahirlah partai-partai Islam dan Organisasi-organisasi Islam pada masa itu,  Salah satunya Partai Sarekat Islam.

Sarekat Islam merupakan organisasi massa yang mampu menarik banyak perhatian rakyat pada masa pergerakan nasional. Pada mulanya serikat Islam merupakan sebuah perkumpulan dagang yang bernama Sarekat dagang Islam (SDI). Ada dua faktor yang menyebabkan mengapa organisasi ini didirikan: pertama, kompetisi yang meningkat dalam bidang perdagangan baik terutama dengan golongan Cina, dan sikap superioritas orang-orang Cina terhadap orang-orang Indonesia sehubungan dengan berhasilnya revolusi Cina dalam tahun 1911. Disamping itu dirasakan pula tekanan oleh masyarakat Indonesia terutama dari golongan bangsawan (Noer, 1991: 115-116). Jadi, Sarekat dagang Islam (SDI) merupakan benteng atau pertahanan bagi para pedagang batik pribumi di solo terhadap etnis Cina dan para bangsawan. Penggunaan nama Islam sebagai identitas bahwa dasar organisasi SI adalah Islam dan menunjukkan bahwa hendak mengangkat derajat para pedagang Bumiputera untuk bersaing dalam ekonomi dengan pedagang-pedagang Cina.

A. Terbentuknya Sarekat Islam
Serikat Islam SI dahulu bernama Sarekat dagang Islam SDI didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh haji samanhudi. SDI Indonesia merupakan organisasi yang pertama kali lahir di Indonesia, pada awalnya organisasi yang dibentuk oleh haji samanhudi dan kawan-kawan ini adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda memberi keleluasaan masuknya pedagang asing untuk menguasai perekonomian rakyat pada masa itu. Pada kongres pertama SDI di solo tahun 1906, namanya ditukar menjadi Sarekat Islam. 

Pada tanggal 10 September 1912 berkat keadaan politik dan sosial pada masa tersebut HOS Tjokroaminoto menghadap notaris B. Ter Kuil di solo untuk membuat Serikat Islam sebagai badan hukum dengan anggaran dasar SI yang baru, kemudian mendapatkan pengakuan dan disahkan oleh pemerintah Belanda pada tanggal 14 September 1912. 

HOS Tjokroaminoto mengubah yuridiksi SDI lebih luas yang dulunya hanya mencakup permasalahan ekonomi dan sosial kearah politik dan agama untuk mengembangkan semangat perjuangan Islam dalam semangat juang rakyat terhadap kolonialisme dan imperialisme pada masa tersebut. Selanjutnya karena perkembangan politik dan sosial SI bermata marfo menjadi organisasi SI gerakan yang telah beberapa kali berganti nama yaitu central Sarekat Islam (disingkat CSI) tahun 1916, arti Serikat Islam Hindia timur pada tahun 1923, partai serikat Islam Indonesia (PSSI) tahun 1929.

Perkembangan Sarekat Islam dapat dibagi dalam empat bagian: periode pertama, dari 1911 sampai 1916 yang memberi corak dan bentuk bagi partai tersebut; kedua, dari 1916 sampai 1921 yang dapat dikatakan merupakan periode puncak; ketiga, dari 1921 sampai 1927, periode konsolidasi. Dalam periode ini partai tersebut bersaingan keras dengan golongan komunis, di samping juga mengalami tekanan-tekanan yang dilancarkan oleh pemerintah Belanda. Dan keempat, dari 1927 sampai 1942, yang memperlihatkan usaha partai untuk tetap mempertahankan eksistensinya di forum politik Islam Indonesia.

B. Peran Sarekat Islam dalam Gerakan Dakwah

Asal mula gerakan dakwah di Indonesia bukanlah perkara mudah. Dakwah Islami  di tanah air sudah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu, jauh sebelum Indonesia sebagai suatu bangsa dan negara terbentuk.Para alim ulama dan wali sudah melakukan proses islamisasi sebagai bentuk pengabdian akan hidupnya bahkan sejak sebelum abad ke-10. Akan tetapi, memaknai dakwah sebagai suatu pergerakan tentu diperlukan pandangan yang cukup kritis.artinya dakwah tidak sekedar dipahami sebagai suatu seruan untuk mengubah pandangan masyarakat, atau mengubah cara pandang akan konsep ketuhanan dan menanamkan ketauhidan. 

Kemajuan dari suatu peradaban di berbagai sektor menjadi cita-cita bersama kaum muslimin yang menempuh jalan jalan dakwah,yang dimotori oleh suatu gerakan dengan semangat tinggi. Gerakan tersebut diisi oleh orang-orang yang tentunya memiliki militansi. Maka dari itu jika melihat gerakan gerakan dakwah di dunia islam selalu tampak pergerakan tersebut menginginkan perubahan yang bersifat mendasar demi suatu cita-cita masyarakat yang dipandang ideal. Ada rasa ketidakpuasan dari tatanan sosial masyarakat yang sudah ada. Dengan kata lain,ada suatu kesadaran bahwa dunia Islam telah terpuruk sekian lama dan diperlukan suatu usaha untuk membangkitkan kembali.

Anggaran Dasar SI bab I 1996:6  Patai Islam Indonesia yang didirikan pada tahun 1937 memperlihatkan harapan-harapan yang sangat besar, tetapi tidak dipenuhi oleh karena datangnya bala tentara Jepang pada tahun 1942. 

Karena kesempatan tumbuh dari partai- partai lain sangat kurang, terbukalah kemungkinan untuk mempelajari aspek politik dari gerakan pembaharuan Islam dari perkembangan sarekat Islam.Maju mundurnya partai ini memperlihatkan banyak sedikitnya dan maju mundurnya posisi umat Islam di Indonesia yang mendasarkan ideologinya pada ajaran Islam: Kebangunan umat dengan Islam sebagai alat pemersatu, harapan mereka bahwa Sarekat Islam akan memecahkan semua problem yang dihadapi; kekecewaan mereka dikarenakan kegagalan yang diperlihatkan, dan perlunya kebijaksanaan lain, serta partai lain sebagai saluran untuk mereka yang tidak dapat lagi mempergunakan saluran Sarekat  Islam oleh karena sesuatu sebab. Tidaklah dimaksud disini untuk membicarakan sampai persoalan-persoalan kecil perkembangan Sarekat Islam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN